Siwaratri Kalpa : Makna simbolik Lubdhaka oleh Mpu Tanakung

Mpu Tanakung adalah seorang Kawi Wiku yang mumpuni dalam bidang sastra, beliau berkata : “wruh ngwang nisphala ning mango jenek alanglang I kalangen ikang pasir wukir (KS,I:21) artinya,” aku tahu, percuma saja menikmati keindahan, ... Detail
20
Des
2017

Perkawinan “Padagelahang”, alternatif bagi perkawinan Nyentana

Salah satu fase penting hidup manusia dalam bermasyarakat adalah perkawinan. Dikatakan penting karena perkawinan dapat mengubah status hukum seseorang. Semula dianggap belum dewasa dan dengan dilangsungkannya perkawinan dapat menjadi d... Detail
25
Jun
2017

Siklus Perubahan 4 Zaman ( Yuga)

Kembali kita berkenalan dengan sebuah kebenaran ajaran para tetua-tetua kita. Kenyataan alam sebagaimana adanya “Tiada yang langgeng di alam ini”. Semua berubah, semua bergerak. Dengan kenyataan seperti itu ungkapannya kemudian di ... Detail
25
Jun
2017

Budaya Rendah Hati Bukan Rendah Diri

Tat twam asi. Dia, itu, adalah AKU juga. Karena di dalam dia, di dalam masing-masing mereka. Di dalam setiap ciptaanku adalah AKU. Karena itu, semua kamu, semua manusia adalah bersaudara. Semua makhluk manusia adalah bersaudara, satu d... Detail
25
Jun
2017

Menyame Braya, Persaudaraan dalam Perbedaan

Masyarakat Bali dalam menghayati penyamabrayan mengibaratkan bahwa kehidupan sosial yang plural dalam relasinya itu ibarat sebuah pohon: bahwa akar pohon diibaratkan adalah Tat Twam Asi (Aku adalah Kamu: manusia pada hakekatnya adalah ... Detail
20
Jun
2017

Estetika Seni Tari Joged Bumbung

Media gerak menjadi sangat penting dalam suatu bentuk tari. Bali sudah memiliki pola pakem tari yang khas. Mengapa gerak ini menjadi penting untuk pembahasan bentuk seni joged, hal itu tidak terlepas dari konsumsi indah yang dibutuhkan... Detail
19
Jun
2017
21
kategori
BLOGGER Opini