Mecaru dalam Bhuta Yadnya

Jenis-Jenis Upacara Mecaru dalam Bhuta Yadnya

Bhuta Yadnya adalah yadnya yang ditujukan kepada Bhuta Kala yang mengganggu ketentraman hidup manusia. Bhuta yadnya merupakan salah satu yadnya yang diyakini oleh umat Hindu sebagai jalan untuk menjaga keharmonisan alam atau bumi agar semua unsur alam semesta akan terjaga keharmonisannya. Salah satu unsur penting dalam Bhuta yadnya khususnya upakara caru atau disebut dengan mecaru. Upacara Mecaru di Bali merupakan… Detail

Panca Durga

Pañca Durgā – Lima Kekuatan (Śakti) Dewi Durgā

Pañca Durgā adalah konsep penting dalam kepercayaan Hindu Bali, khususnya dalam tradisi Śaiva-Tantra, yang merujuk pada lima manifestasi atau kekuatan (Śakti) dari Dewi Durgā. Kelima kekuatan ini diyakini menguasai lima penjuru mata angin di dunia niskala (tidak tampak) dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam semesta dengan mengendalikan berbagai jenis energi negatif atau makhluk halus…. Detail

Segehan Nasi Wong-Wongan

Segehan Nasi Wong-Wongan Sebagai Penyomya Bhutakala

Beraneka ragam persembahan yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan seperti jenis-jenis nasi sebagai sarana upakara. Adapun jenis-jenis nasi tersebut yaitu: nasi kepelan, nasi sasah, nasi angkeb, nasi kojong, nasi bira, nasi prajnan, nasi isehan, nasi sega dan nasi wong-wongan. Terjadinya wabah yang melanda suatu wailayah membuat umat Hindu di Bali melakukan persembahan berupa nasi wong-wongan. Segehan… Detail

Tetandingan Banten

Berbagai Jenis Upakara dan Bentuk Tetandingan Banten

Upacara yang berasal dari kata sansekerta, Upa dan Cara, Upa berarti Sekeliling atau menunjuk segala dan Cara berarti Gerak atau Aktifitas. Sehingga Upacara dapat diartikan dan dimaknai Gerakan Sekeliling Kehidupan Manusia dalam upaya menghun=bungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. Aktifitas ini dilakukan berlandaskan Kitab Suci Weda dan Satra Agama Hindu…. Detail

Banten Caru untuk Bayuh Dewasa

Oleh karena idak semua padewasan mengandung unsur ayu (positif) saja. Tetapi sering kali disertai oleh unsur ala (negatif). Karena tak ada dewasa (hari/waktu) yang mulus (sempurna). Untuk itulah disebutkan dalam padewasan-ala ayuning dewasa-baik buruknya hari diperlukan pemarisudha dewasa. Upakara banten bayuh dewasa ala dapat mengurangi dampak negatif dari dewasa ala untuk menetralisir pengaruh padewasan yang… Detail

Bayuh Otonan Pembersihan Karma Wasana

Upacara Mebayuh Otonan sebagai Pembersihan Karma Wasana

Upacara mabayuh oton merupakan salah satu upacara manusa yadnya yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari derita bawaan atau karma wasana atau dari sifat-sifat buruk yang dibawa sejak lahir. Sebagaimana ajaran agama Hindu bahwa manusia terikat oleh hukum Karma. Keterikatan pada Karma, menyebabkan manusia mengalami samsara atau kelahiran kembali untuk menjalani hasil karma sebelumnya. Yang dimaksud… Detail

Bebantenan Hari Galungan dan Kuningan

Rangkaian Upacara & Bebantenan Hari Galungan dan Kuningan

Tentang Galungan dan Kuningan Hari Galungan merupakan perayaan bagi umat Hindu untuk memperingati hari dimana alam semesta jagad raya dibuat beserta seluruh isinya. Sebagai rasa syukur, umat Hindu melakukan upacara persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara. Hari raya Galungan diperingati umat Hindu setiap 6 bulan Bali (210 hari) yaitu pada hari Budha Kliwon… Detail

Nyakap Karang Rumah Bali

Tata Cara Nyukat & Nyakap Karang serta Membangun Rumah Bali

Keharmonisan dalam membina hubungan baik dengan lingkungan didasari ajaran Tat Twam Asi yang perwujudannya berbentuk Tri Hita Karana. Pembangunan rumah sebaiknya memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan sejarah tanah tersebut,  atau menyesuaikan dengan faktor keseimbangan atau keharmonisan sekala dan niskala. Karena dengan mengetahui asal tanah yang akan dibangun rumah tersebut dapat menyebabkan kenyamanan rumah saat ditempati…. Detail

Sarana dan Perangkat Upakara (Uparengga) Yadnya

Upakara (Uparengga) yajña (Yadnya) yang dilaksanakan oleh umat Hindu selalu disertakan dengan segala perangkat upacara, sehingga upacara tersebut dapat berjalan dengan lancar, semarak, umat mendapatkan kepuasan (atmanastuti), dan selanjutnya dapat meningkatkan śraddha dan bhakti penyelenggara upacara yajña. Perangkat upakara yang biasa dipergunakan pada setiap upacara Panca Yajña disebut dengan istilah Uparengga. Uparengga berasal dari suku… Detail

Ngaben Arya Kubon Tubuh

Runtutan Upacara Ngaben Arya Kubon Tubuh

Pandangan masyarakat tentang upacara ngaben masih dipersepsikan ngabehin atau pemborosan, artinya berlebihan, tanpa mempunyai uang lebih atau banyak orang tidak akan bisa ngaben. Ngaben dianggap selalu memerlukan biaya yang besar sehingga memerlukan kesiapan fisik maupun non fisik untuk melaksanakan upacara ngaben. Akhirnya, banyak warga yang tidak bisa ngaben, lantaran biaya yang terbatas. Akibatnya leluhurnya bertahun-tahun… Detail