Perbedaan Tutur dan Tattwa dalam Tradisi Lontar Bali

Di antara ribuan naskah lontar yang diwariskan dari generasi ke generasi, sistem klasifikasi genre sering kali menjadi arena perdebatan akademis yang kompleks di kalangan filolog, sejarawan, dan akademisi agama. Dua entitas klasifikasi yang paling sering mengalami tumpang tindih, memunculkan ambiguitas, dan membingungkan pembaca serta peneliti awal adalah kategori naskah “Tutur” dan “Tattwa”. Tumpang tindih pemahaman… Detail



Tutur Janantaka

Teo-Ekologi Kayu dan Arsitektur Bali dalam Lontar Janantaka

Naskah Lontar Tutur Janantaka menyajikan pandangan teologis yang sangat maju mengenai etika lingkungan dan konservasi alam berbasis kearifan lokal. Melalui narasi kutukan dan purifikasi di hutan Pringgalet, naskah ini menegaskan bahwa alam dan manusia tidak dapat dipisahkan secara dikotomi. Kerusakan moral yang dilakukan oleh manusia secara instan berimplikasi pada penurunan kualitas ekosistem tanah dan hutan…. Detail



Makna Upacara Banten

Eksistensi Upacara Banten dan Maknanya dalam Agama Hindu Bali

Lontar Tegesing Sarwa Banten membahas eksistensi banten dan upakara yang digunakan dalam upacara yadnya keagamaan Hindu di Bali tidak hanya sebagai persembahan material lahiriah, melainkan sebagai media esoteris yang menghubungkan dimensi kemanusiaan dengan ketuhanan. Lontar Tegesing Sarwa Banten menguraikan bahwa seluruh klasifikasi banten — baik yang suci, kotor (camah), ardah, urdah, maupun menengah (madya) —… Detail



Bhatara Guru

Kaputusan Bhatara Guru – Ajaran Tertinggi Tentang Kesucian Diri

Dokumen yang tertuang dalam naskah Lontar Kaputusan Bhatara Guru merupakan himpunan pengetahuan suci tentang diri (kawruhaning sarira) dan keputusan tertinggi Bhatara Guru yang setara dengan ajaran ketetapan Bhatara Siwa serta Sang Hyang Ardhanareswari. Ajaran ini diturunkan langsung oleh Bhatara Guru ke dunia nyata (mercapada) sebagai penuntun spiritual bagi mereka yang telah memahami aksara suci, dengan… Detail



Lontar Tutur Parakriya

Ajaran Yoga Aksara dan Kelepasan dalam Lontar Tutur Parakriya

Sebuah lontar ajaran filsafat yang disebut dengan yoga aksara, dimana isi Lontar Tutur Parakriya ini sebagian besar adalah tentang aksara dan kombinasi aksara yang melahirkan berbagai wujud di alam semesta ini. Dengan mengolah berbagai jenis aksara akan didapatkan berbagai macam energi. Dan memuat tentang ajaran yoga untuk pembebasan (moksa). Beberapa penekun ilmu mistik di Bali menggunakan… Detail



Pengruatan Cempaka Gadang

Pangruatan (Penebusan Dosa) dalam Lontar Cempaka Gadang

Naskah dalam Lontar Cempaka Gadang menyajikan ajaran esoteris mengenai penyatuan mikrokosmos dan makrokosmos yang sangat detail, memetakan silsilah dan hirarki kekuatan kegelapan (anaranjana) secara runtut, serta memberikan dasar teologis bagi pelaksanaan ritual pembersihan dunia (marayascitta). Esensi utama naskah ini menegaskan bahwa kekuatan kegelapan (pangiwa) dan kesucian (panengen) merupakan dualitas yang tidak terpisahkan dari pancaran suci… Detail



Brahmokta Widhi Sastra

Brahmokta Widhi Sastra – Kosmologi dan Jalan Kalepasan

Naskah Lontar Brahmokta Widhi Sastra ini mengulas kosmologi Siwaistik, teologi aksara, sistem Catur Warna dan jalan kalepasan. Penyelidikan filologis terhadap teks ini menunjukkan struktur bahasa yang khas, di mana bait-bait sloka ditulis menggunakan bahasa Sanskerta sebagai otoritas keagamaan tertinggi (śruti), sementara penjelasan doktrinalnya (kaliṅan) dijabarkan menggunakan prosa bahasa Jawa Kuna. Kombinasi linguistik ini mencerminkan tradisi… Detail



Wrati Sasana

Wreti Sasana – Pedoman Sang Wiku, Sulinggih dan Pemangku

Salah satu naskah lontar yang menempati posisi sentral dalam diskursus etika kepanditaan adalah Lontar Wrati (Wreti) Sasana atau Brati Sesana. Naskah ini merupakan bagian dari genre sastra Sasana atau Sila, yang secara khusus mengkodifikasikan aturan perilaku, disiplin spiritual, dan sanksi metafisik bagi mereka yang menapaki jalan kesucian atau kepanditaan. Aktualisasi ajaran Panca Yama Brata, Panca… Detail



rwa bhineda

Kajian Lontar Tegesing Warah Rwa Bhineda Tan Pasastra

Salah satu mahakarya tekstual yang memuat kedalaman esoteris yang luar biasa adalah naskah Tegesing Warah Rwa Bhineda Tan Pasastra. Naskah aslinya, menggunakan idiom Tantrik yang padat makna, mengindikasikan bahwa teks ini pada awalnya diajarkan melalui tradisi lisan (parampara) dari seorang guru (Nabe) kepada muridnya (Sisya) sebelum akhirnya dikodifikasi ke dalam rontal. Artikel ini bertujuan untuk… Detail



Lontar usana bali

Tutur Usana Bali : Jejak Kosmis, Ekologi dan Peradaban Bali Kuno

Naskah Lontar Uśana Bali menempati kedudukan yang sangat sentral. Naskah ini merupakan sebuah monumen literasi yang merekam dialektika peradaban Bali Kuno, menghadirkan sintesis yang luar biasa antara rekaman historiografi politik, mitologi peperangan kosmis, teologi sosial yang emansipatoris, hingga kodifikasi seni pertunjukan dan tata kelola ekologi. Artikel ini disusun sebagai sebuah analitis terhadap naskah Uśana Bali,… Detail