Banten Upakara

Banten Caru Ayam Brumbun Eka Sata

Caru ayam brumbun eka sata sebagai salah satu bentuk usaha untuk menetralisir serta menyeimbangkan kekuatan alam semesta / Panca Maha Bhuta. Sarana : Olahan ayam Brumbun (ayam yang bulunya ada minimal 4 warna) dengan bayang-bayangnya (blulang) dialasi sengkuwi dibagi lima tanding. Disertai dengan datengan, daksina, penyeneng dan canang (untuk semua jenis caru). Jenis-jenis caru eka sata Caru ayam b ... selengkapnya

Banten Caru Panca Sata dan Rsi Ghana

Kekuatan perlindungan dari caru Panca Sata sesuai dengan penjelasan Lontar Kala Tattwa yaitu selama satu tumpek (35 hari). Perlengkapannya sama dengan caru eka sata namun dibuat 5 tanding dasar caru dimana warna dan jumlah segehan dllnya sesuai dengan pengidernya Tata cara pengaturannya : Pada arah timur laut ditancapkan sanggah pasaksi, dimana hulunya menghadap timur laut. Hias dengan tikar, candiga, ... selengkapnya

Upakara jika ada Lebah (Tawon) di Bangunan

Bagi orang bali, adanya sarang tawon dibangunan bali memiliki arti tanda-tanda khusus yang akan terjadi kedepannya, pertanda tersebut akan membawa kebaikan apabila dilakukan suatu upacara tertentu, dan akan berakibat buruk bila tidak diupacarai. Hal itu merupakan tanda pekarangan tersebut sudah terkena pengaruh durmangala prawesa.  Sesuai petunjuk Lontar Roga Sengara Bumi bahwa : Manusia diberikan petunj ... selengkapnya

Upakara Rumah Kemasukan Ular

Di Bali sering ada kejadian, dinama rumah/paumahan kemasukan ular, kadang ular tersebut berada di tempat tidur, ular didalam almari/bupet, ular di kamar mandi, dan tempat lainnya di dalam rumah. Dari kejadian itu hendaknya sudah waktunya memakai srada kembali kepada kekuatan alam dengan cara mempercayai dan meyakinkan dengan petunjuk sastra agama hindu bali, yakni Lontar Tutur Sang Hyang Eka Bhuana, bahwa ... selengkapnya

Caru Jigramaya untuk Karang Panes

Caru Jigramaya berikut ini banten caru untuk karang panes, karang tenget, maupun untuk yang terkena pemali pulung akibat bhuta jigramaya (tonya) yang menyebabkan penghuni pekarangan atau rumah sakit-sakitan tanpa hentinya. Nihan tingkah ing karang pahumahan, kna gering tutumpur sasab mrana, mwang kna pamali pulung, tan pegat kena gering kabhaya-bhaya, lara sang madrebe humah, reh matonya. I Bhuta Jigrama ... selengkapnya

Banten Caru untuk Bayuh Dewasa

Oleh karena idak semua padewasan mengandung unsur ayu (positif) saja. Tetapi sering kali disertai oleh unsur ala (negatif). Karena tak ada dewasa (hari/waktu) yang mulus (sempurna). Untuk itulah disebutkan dalam padewasan-ala ayuning dewasa-baik buruknya hari diperlukan pemarisudha dewasa. Upakara banten bayuh dewasa ala dapat mengurangi dampak negatif dari dewasa ala untuk menetralisir pengaruh padewasan ... selengkapnya

Banten Caru Pengerapuh Carik

Banten caru untuk pekarangan rumah tinggal dimana asal tanah tempat rumahnya adalah sawah, ladang atau tegalan, maka hendaknya dibuatkan caru pengerapuh carik yang gunanya untukm mengganti fungsi sawah pertanian menjadi perumahan. disamping itu dibuatkan juga caru panepas/penyapuh pundukan (sekat sajah/jalan) apabila tanah yang akan dibangun rumah ditengah-tengahnya atau wilayah rumah yang akan dibangun ter ... selengkapnya