Website Blog Spiritual, Sastra Agama Hindu dan Budaya Bali
Di Blog ini akan mengulas dan menjelaskan secara rinci tentang Budaya adat dan tradisi Bali yang selalu menjadi salah satu elemen terpenting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat orang Bali di pulau dewata ini. Perpaduan antara agama Hindu-Dharma dan adat istiadat Bali telah banyak menghasilkan karya seni yang unik, “hidup” dan sarat dengan tradisi yang dapat dengan mudah kita temukan di setiap sudut Pulau Bali. Pura yang indah yang dibangun berdasarkan kisah-kisah magis yang ajaib, ritual keagamaan dan kepercayaan hindu yang diadakan berdasarkan tradisi turun temurun sebagai warisan budaya masyarakat bali. Tujuan Blogger Bali yang di kemas dalam sebuah artikel blog ini sebagai sarana pembelajaran dan informasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal Budaya Bali, kepercayaan, keyakinan, seputar kehidupan sosial, religi, adat, lontar, sastra warisan adiluhung masyarakat dan lainnya.
Blogger Tradisi Religi Kepercayaan Masyarakat Hindu Bali
Kebudayaan dan Kepercayaan di Bali yang telah dilakukan secara turun temurun dalam rangkaian Upacara adat yang paling sering ditemui wisatawan adalah ritual banten (Bebantenan) Kesenian, Tradisi Dan Kebudayaan yang Ada di Bali menjadikan Bali memiliki Daya Tarik yang kuat bagi para Wisatawan.
Mayoritas masyarakat Bali menganut kepercayaan Hindu dengan kitab suci Weda (Veda). Suku Bali Hindu percaya adanya satu Tuhan dengan konsep Trimurti berlandaskan atas Tri Hita Karana guna menjaga keseimbangan lingkungan dengan alam, keseimbangan hidup dengan sesama manusia dan kesemimbangan spiritual dengan Tuhan (Ida Sanghyang Widi Wasa)
Sistem kepercayaan asli Suku Bali masih kental sekali dengan kepercayaan pada hal gaib dunia mistik dan dianggap penting untuk terus diturunkan pada generasi ke generasi. Hal-hal yang dianggap penting disini adalah Atman (roh yang abadi), Karmapala (buah dari setiap perbuatan Karma) dan Purnabawa (kelahiran kembali jiwa)
Lontar Sanghyang Aji Swamanik adalah teks esoteris (kebatinan) Hindu Bali yang sangat mendalam. Secara keseluruhan, Sanghyang Aji Swamanik adalah sebuah peta jalan bagi manusia untuk menemukan "Tuhan di dalam Diri".
Ajaran ini menekankan bahwa kekeramatan sejati tidak berasal dari mantra-mantra luar, melainkan dari kemurnian getaran aksara yang bersemayam dalam setiap tarikan napas dan denyut jantung.
Secara etimologi, Swamanik berasal dari kata Swa (diri sendiri) dan Manik (permata/inti). Lontar ini menjelaskan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat sebuah "Permata Suci" atau percikan terkecil dari Tuhan (Atman).
Hakikat : Swamanik adalah cahaya murni yang tidak tampak oleh mata biasa, namun bersemayam di telaga hati (Hredaya).
Simbolisme Aksara : Inti dari Swamanik adalah aksara Ang (simbol penciptaan/nafas masuk) dan Ah (simbol peleburan/nafas keluar). Penyatuan Ang-Ah di ... selengkapnya
Sastra Tatwa Brahma Wangsa adalah panduan agar masyarakat Bali (dan manusia pada umumnya) tetap menjaga tatanan suci. Brahmana dikatakan harus tetap suci dengan sastranya, Ksatriya harus tegas dengan kepemimpinannya, dan semua golongan harus waspada terhadap godaan zaman Kaliyuga yang merusak moral dan alam.
Sastra Tattwa Brahma Wangsa kitab yang sangat mendalam karena mencakup teologi (ketuhanan), sosiolo ... selengkapnya
Dalam studi teologi Hindu Bali dan praktik ritual di lapangan, sering terjadi reduksi pemahaman di mana upacara Odalan (Piodalan, Pujawali, Petoyan) dipandang semata-mata sebagai aktivitas persembahan materi (material offering-centric). Pandangan ini, yang sering dikritik karena hanya berfokus pada Bebantenan saja, mengabaikan dua pilar fundamental lainnya dalam kerangka Tri Kerangka Agama Hindu, yaitu Tat ... selengkapnya
Pulau Bali menyimpan struktur keagamaan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar ritual estetis yang tampak di permukaan. Di balik kemegahan upacara, terdapat sistem operasional metafisika yang dikenal sebagai Tantrayana.
Berbeda dengan persepsi umum yang mereduksi Tantra menjadi sekadar magis, Tantra di Bali adalah "teknologi rohani" canggih yang menjembatani dunia manusia (Sekala) dan dunia ilahi (Niska ... selengkapnya
Dalam struktur teologi Hindu yang diterapkan dalam kebudayaan Bali, setiap entitas material yang telah disucikan — mulai dari Sanggah, Merajan, hingga Pura Kahyangan Jagat — tidak dipandang sekadar sebagai tumpukan batu bata, kayu, dan paras. Bangunan-bangunan ini diyakini memiliki "jiwa" atau entitas spiritual yang dihidupkan melalui serangkaian ritual penyucian yang kompleks. Eksistensi bangunan suci ... selengkapnya
Dalam lanskap kesehatan masyarakat Bali yang unik, konsep penyakit dan penyembuhan tidak pernah beroperasi dalam ruang vakum biologis semata. Kesehatan dipandang sebagai sebuah kondisi homeostasis dinamis atau keseimbangan (equilibrium) yang rapuh antara unsur mikrokosmos (bhuana alit — tubuh manusia) dan makrokosmos (bhuana agung — alam semesta). Ketika harmoni ini terganggu, penyakit bermanifestasi. S ... selengkapnya
Dalam arsitektur spiritualitas Hindu Bali, kehidupan manusia dipandang sebagai sebuah perjalanan siklis yang tidak berhenti pada satu titik kelahiran biologis semata. Kelahiran manusia ke dunia (Mayapada) merupakan momen krusial pertemuan antara Atma (percikan keilahian) dengan Panca Maha Bhuta (lima elemen alam) yang membentuk Stula Sarira (badan kasar). Oleh karena itu, pemeliharaan kesucian dan penyelara ... selengkapnya
Landasan Epistemologis Usada Bali
Dalam arsitektur peradaban Bali yang kompleks, kesehatan bukanlah sekadar fenomena biologis yang terisolasi, melainkan sebuah manifestasi keseimbangan kosmis yang dinamis. Masyarakat Bali, yang hidup dalam naungan filosofi Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan), memandang tubuh manusia (Bhuana Alit) sebagai mikrokosmos yang terikat secara intrinsik dengan alam semesta ... selengkapnya
Lontar Wariga Belog, sebuah naskah tradisional Bali yang menawarkan perspektif unik dan inklusif dalam sistem penanggalan dan tata hidup masyarakat Bali. Jika naskah seperti Surya Candra Tattwa dianggap sebagai "Sains Astronomi" sebagai salah satu perhitungan Kalender Bali yang rumit, maka Wariga Belog adalah "Kebijaksanaan Intuitif" yang berbasis pada observasi alam secara langsung.
Lontar Wariga Belog a ... selengkapnya