Brahmokta Widhi Sastra

Brahmokta Widhi Sastra – Kosmologi dan Jalan Kalepasan

Naskah Lontar Brahmokta Widhi Sastra ini mengulas kosmologi Siwaistik, teologi aksara, sistem Catur Warna dan jalan kalepasan. Penyelidikan filologis terhadap teks ini menunjukkan struktur bahasa yang khas, di mana bait-bait sloka ditulis menggunakan bahasa Sanskerta sebagai otoritas keagamaan tertinggi (śruti), sementara penjelasan doktrinalnya (kaliṅan) dijabarkan menggunakan prosa bahasa Jawa Kuna. Kombinasi linguistik ini mencerminkan tradisi… Detail

Teologi Siwa Bhujangga dalam Tutur Batur Kalawasan Petak

Naskah lontar Batur Kalawasan Petak diklasifikasikan secara filologis ke dalam genre “Tutur” atau naskah filosofis dan ajaran esoterik, teks ini selain berfungsi sebagai rekaman silsilah atau mitologi penciptaan, juga memuat sistem filsafat, tata laksana ritual eskatologis, strategi resolusi konflik sosial, hingga catatan geopolitik yang merekam transisi peradaban Nusantara dari era keruntuhan Majapahit di tanah Jawa… Detail

rwa bhineda

Kajian Lontar Tegesing Warah Rwa Bhineda Tan Pasastra

Salah satu mahakarya tekstual yang memuat kedalaman esoteris yang luar biasa adalah naskah Tegesing Warah Rwa Bhineda Tan Pasastra. Naskah aslinya, menggunakan idiom Tantrik yang padat makna, mengindikasikan bahwa teks ini pada awalnya diajarkan melalui tradisi lisan (parampara) dari seorang guru (Nabe) kepada muridnya (Sisya) sebelum akhirnya dikodifikasi ke dalam rontal. Artikel ini bertujuan untuk… Detail

Pawintentan Sastra Saraswati

Pawintenan Sastra – Inisiasi Spiritual dalam Tradisi Hindu Bali

Dalam diskursus teologi, ontologi, dan mistisisme Hindu Bali, tubuh manusia diyakini sebagai relasi kosmis yang dikenal dengan terminologi mikrokosmos (Bhuwana Alit) dan makrokosmos (Bhuwana Agung). Akses menuju kesadaran kosmis dan sinkronisasi antara dua dunia ini tidak dapat dicapai secara instan; ini  difasilitasi melalui serangkaian ritus transisi, purifikasi, dan inisiasi secara rahasia dikenal sebagai ritual Pawintenan…. Detail

Tattwa Aji Bhairawa

Tatwa Aji Bhairawa dan Dialektika Siwa-Buddha di Nusantara

Naskah Tatwa Aji Bhairawa merupakan sebuah risalah filosofis yang mencatat titik temu sekaligus titik tegangan antara tradisi ritualisme formal yang mapan dengan aliran esoterisme Tantra yang radikal. Dalam lanskap keagamaan di Bali dan Jawa, fenomena Bhairawa sering kali disalahpahami melalui lensa eksoteris sebagai praktik yang bersifat gelap atau menakutkan; namun, melalui pembacaan kritis terhadap teks… Detail

usada pamali

Lontar Usada Pamali (Pemali) – Pengobatan Sekala dan Niskala

Lontar Usada Pamali adalah naskah pengobatan tradisional Bali yang sangat krusial dalam memahami hubungan antara kesehatan manusia dengan harmoni lingkungannya. Berbeda dengan penyakit medis murni, Pamali diyakini muncul akibat pelanggaran etika terhadap alam dan ruang.  Lontar Usada Pamali (Pemali) merupakan salah satu naskah pengobatan tradisional Bali yang sangat spesifik. Berbeda dengan Usada Rare (anak-anak) atau… Detail

Lontar Sanghyang aji swamanik

Lontar Sang Hyang Aji Swamanik

Lontar Sanghyang Aji Swamanik adalah teks esoteris (kebatinan) Hindu Bali yang sangat mendalam. Secara keseluruhan, Sanghyang Aji Swamanik adalah sebuah peta jalan bagi manusia untuk menemukan “Tuhan di dalam Diri”. Ajaran ini menekankan bahwa kekeramatan sejati tidak berasal dari mantra-mantra luar, melainkan dari kemurnian getaran aksara yang bersemayam dalam setiap tarikan napas dan denyut jantung…. Detail

usada dalem jawi

Lontar Usada Dalem Jawi – Fokus pada Penyakit dalam dan Tanda Kematian

Usada Dalem Jawi bukan sekadar buku resep, melainkan peta navigasi kesehatan yang menghubungkan tanda fisik dengan kondisi energi internal. Usada Dalem Jawi adalah naskah pengobatan tradisional Bali yang berfokus pada penyakit dalam (organ tubuh) dan eskatologi (tanda-tanda kematian). Konsep Bhuana Alit : Naskah ini memandang tubuh manusia sebagai mikrokosmos yang digerakkan oleh energi vital (Sang… Detail

Lontar Surya Candra

Lontar Surya Candra Tattwa – Sinkronisasi Surya, Candra dan Pengalantaka

Naskah ini berisi hukum Pengalantaka (sinkronisasi hari) dan perhitungan Tithi (hari bulan). Teks di atas adalah transkripsi bagian paling inti yang mencakup seluruh dasar matematis dan hukum ritual yang ada dalam kedua lontar tersebut. Lontar aslinya bisa memiliki bagian pengulangan atau mantra pemujaan yang sangat panjang, namun bagian Tattwa (hukum/inti) yang saya sajikan di atas… Detail

Ajaran Kanda Pat (Catur Sanak)

Kanda Pat Bali Sebagai Kesatuan Filosofi Spiritual Nusantara

Konsep Kanda Pat (Bali) memiliki paralel yang sangat kuat dengan ajaran Jawa Kuno yang disebut Sedulur Papat Lima Pancer (Empat Saudara dan Satu Pusat). Konsep ini diyakini telah eksis dan berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Bali menerima gelombang besar pengaruh keagamaan, sastra, dan filosofi dari Jawa, terutama setelah keruntuhan Majapahit (sekitar abad ke-15… Detail