Usada Ceraken Tingkeb

Lontar Usada Ceraken Tingkeb – Menyelasarkan Energi untuk Pengobatan

Usada Ceraken Tingkeb adalah “Naskah Sapu Jagat”. Berbeda dengan Usada Dalem Jawi yang sangat spesifik ke organ dalam dan kematian, Ceraken Tingkeb lebih bersifat praktis, aplikatif, dan menyeluruh. Naskah ini mengajarkan bahwa kesembuhan terjadi saat manusia berhasil menyelaraskan kembali Bayu (energi), Sabda (suara/mantra) dan Idep (pikiran/ramuan). Lontar Usada Ceraken Tingkeb (sering disebut juga Ceraki Tingkeb). Ceraken… Detail

usada pamali

Lontar Usada Pamali (Pemali) – Pengobatan Sekala dan Niskala

Lontar Usada Pamali adalah naskah pengobatan tradisional Bali yang sangat krusial dalam memahami hubungan antara kesehatan manusia dengan harmoni lingkungannya. Berbeda dengan penyakit medis murni, Pamali diyakini muncul akibat pelanggaran etika terhadap alam dan ruang.  Lontar Usada Pamali (Pemali) merupakan salah satu naskah pengobatan tradisional Bali yang sangat spesifik. Berbeda dengan Usada Rare (anak-anak) atau… Detail

Melukat

Ritual Melukat untuk Penyembuhan Gangguan Psikosomatik

Dalam lanskap kesehatan masyarakat Bali yang unik, konsep penyakit dan penyembuhan tidak pernah beroperasi dalam ruang vakum biologis semata. Kesehatan dipandang sebagai sebuah kondisi homeostasis dinamis atau keseimbangan (equilibrium) yang rapuh antara unsur mikrokosmos (bhuana alit — tubuh manusia) dan makrokosmos (bhuana agung — alam semesta). Ketika harmoni ini terganggu, penyakit bermanifestasi. Sistem medis tradisional… Detail

Balian Usada Bali

Analisis Penyakit Niskala dalam Sistem Tenung Bali

Landasan Epistemologis Usada Bali Dalam arsitektur peradaban Bali yang kompleks, kesehatan bukanlah sekadar fenomena biologis yang terisolasi, melainkan sebuah manifestasi keseimbangan kosmis yang dinamis. Masyarakat Bali, yang hidup dalam naungan filosofi Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan), memandang tubuh manusia (Bhuana Alit) sebagai mikrokosmos yang terikat secara intrinsik dengan alam semesta (Bhuana Agung). Struktur kesehatan… Detail

Taksu Agama Hindu Bali

Taksu – Sebagai Kekuatan Jati Diri Budaya dan Agama Hindu di Bali

Taksu adalah konsep sentral dalam Agama Hindu Dharma Bali, melampaui definisi sederhana charisma atau daya tarik. Taksu adalah anugerah Ida Sanghyang Widhi Wasa, sering dikaitkan dengan Sang Hyang Semara, yang hanya dapat diwujudkan melalui upaya manusia yang dijiwai oleh Bhakti (pengabdian spiritual), Profesionalisme (Gina), dan disiplin etika (Satyam). Ia berfungsi sebagai indikator spiritual yang dinamis,… Detail

Pangruat (Penebusan Dosa) dalam Lontar Cempaka Gadang

Pangruat (Penebusan Dosa) dalam Lontar Cempaka Gadang

Dalam Lontar Cempaka Gadang, upacara korban dengan mempersembahkan binatang bertujuan untuk pangruat, yaitu membersihkan roh leluhur yang dianggap berdosa. Selain itu, pangruat bertujuan untuk mengharmoniskan kembali keadaan alam beserta isinya. Lontar Cempaka Gadang memuat cerita tentang pangruat, yaitu menceritakan Dewi Ratna Cempaka Gadang yang mempunyai sifat jahat dan menggunakan ilmu hitam untuk menyebarkan wabah penyakit… Detail

Segehan Nasi Wong-Wongan

Segehan Nasi Wong-Wongan Sebagai Penyomya Bhutakala

Beraneka ragam persembahan yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan seperti jenis-jenis nasi sebagai sarana upakara. Adapun jenis-jenis nasi tersebut yaitu: nasi kepelan, nasi sasah, nasi angkeb, nasi kojong, nasi bira, nasi prajnan, nasi isehan, nasi sega dan nasi wong-wongan. Terjadinya wabah yang melanda suatu wailayah membuat umat Hindu di Bali melakukan persembahan berupa nasi wong-wongan. Segehan… Detail

Bayuh Otonan Pembersihan Karma Wasana

Upacara Mebayuh Otonan sebagai Pembersihan Karma Wasana

Upacara mabayuh oton merupakan salah satu upacara manusa yadnya yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari derita bawaan atau karma wasana atau dari sifat-sifat buruk yang dibawa sejak lahir. Sebagaimana ajaran agama Hindu bahwa manusia terikat oleh hukum Karma. Keterikatan pada Karma, menyebabkan manusia mengalami samsara atau kelahiran kembali untuk menjalani hasil karma sebelumnya. Yang dimaksud… Detail

Ramuan Usada Rukmini untuk Suami - Istri

Ramuan tradional di Usada Rukmini Tatwa untuk Suami – Istri

Tradisi jamu sudah lama dikenal oleh masyarakat Bali. Nenek moyang kita misalnya telah memanfaatkan tetumbuhan dengan meramunya menjadi jamu, termasuk jamu untuk kepentingan kecantikan. Salah satu buktinya adalah ditemukannya kitab lontar Rukmini Tatwa yang terdiri dari 24 atau 25 lembar daun tal. Naskah kuno ini membahas masalah obat-obatan dan yang berkaitan dengan keserasian hidup suami… Detail

Lontar Usada Buduh

Pengobatan Sakit Jiwa dalam Lontar Usada Buduh

Manusia di dalam kehidupannya tidak akan terlepas dari hal-hal yang memengaruhi pisik dan pikiran. Pengaruh tersebut akanbermuara pada realitas suatu kondisi sehingga manusia padasituasi tertentu ada dalam keadaan sehat, lelah, malas, senang,susah, dan sakit. Ketika manusia berada pada tataran kondisiyang kurang menggembirakan, mereka akan berusahamengatasinya dengan berbagai upaya. Salah satu naskah lontar yang cukup penting… Detail