Pranila Pemugaran Pelinggih

Tata Laksana dan Upakara Pemugaran (Pralina) Pelinggih

Dalam struktur teologi Hindu yang diterapkan dalam kebudayaan Bali, setiap entitas material yang telah disucikan — mulai dari Sanggah, Merajan, hingga Pura Kahyangan Jagat — tidak dipandang sekadar sebagai tumpukan batu bata, kayu, dan paras. Bangunan-bangunan ini diyakini memiliki “jiwa” atau entitas spiritual yang dihidupkan melalui serangkaian ritual penyucian yang kompleks. Eksistensi bangunan suci ini… Detail

Pelaksanaan Natab Banten Otonan

Pedoman Pelaksanaan Natab dan Tetandingan Upakara Otonan

Dalam arsitektur spiritualitas Hindu Bali, kehidupan manusia dipandang sebagai sebuah perjalanan siklis yang tidak berhenti pada satu titik kelahiran biologis semata. Kelahiran manusia ke dunia (Mayapada) merupakan momen krusial pertemuan antara Atma (percikan keilahian) dengan Panca Maha Bhuta (lima elemen alam) yang membentuk Stula Sarira (badan kasar). Oleh karena itu, pemeliharaan kesucian dan penyelarasan energi… Detail

Tata Cara Mendem Sawa dan Pelaksanaan Ngaben Sederhana

Dari beberapa penelusuran terhadap Lontar di Bali, ngaben tidak selalu besar biayanya. Ada beberapa jenis ngaben yang justru sangat sederhana. Ngaben-ngaben jenis ini antara lain Mitrayadnya, Pranawa dan Swasta. Namun demikian, terdapat juga berbagai jenis upacara yang tergolong besar, seperti sawa prateka dan sawa wedhana. Sebelum sampai pada uraian pokok, perlu juga dikemukakan pengertian dasar… Detail

Tata Cara Mengubur Ari-ari

Tata Cara Mengubur Ari-Ari Sesuai Tradisi Bali

Perawatan ari-ari merupakan bagian terpenting setelah bayi lahir, bahkan menjadi prioritas sebelum merawat tubuh bayi. Ritual proses mendem ari-ari sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur orang tua. Setelah bayi terlahir, upacara dan upakara yang dibuat adalah berupa : Dapetan, Penyeneng dan Jerimpen. Sesajen tersebut, sesuai dengan daerah tertentu (loka dresta). Disebutkan dalam Dharma Kahuripan bahwa… Detail

Bhatara Śri Rambut Sedana

Tradisi Pemujaan untuk Bhatara/i Śri Rambut Sedana

Bagi kepercayaan masyarakat Hindu di Bali, Ida Batara Rambut Sedana atau Peradah atau Dewi Śri adalah manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai dewa kemakmuran dan kekayaan kepada manusia yang dirayakan setiap piodalan rambut sedana tepatnya Buda Cemeng Klawu dilaksanakan dipemerajan keluarga, pura kahyangan tiga desa pakraman maupun pura kahyangan jagat. Pemujaan terhadap-Nya berawal dari perkembangan dan… Detail

Pangruat (Penebusan Dosa) dalam Lontar Cempaka Gadang

Pangruat (Penebusan Dosa) dalam Lontar Cempaka Gadang

Dalam Lontar Cempaka Gadang, upacara korban dengan mempersembahkan binatang bertujuan untuk pangruat, yaitu membersihkan roh leluhur yang dianggap berdosa. Selain itu, pangruat bertujuan untuk mengharmoniskan kembali keadaan alam beserta isinya. Lontar Cempaka Gadang memuat cerita tentang pangruat, yaitu menceritakan Dewi Ratna Cempaka Gadang yang mempunyai sifat jahat dan menggunakan ilmu hitam untuk menyebarkan wabah penyakit… Detail

Caru Labuh Gentuh

Pelaksanaan Upakara Caru Labuh Gentuh

Caru labuh gentuh merupakan jenis upakara, banten atau sesajen yang digunakan di dalam upacara bhuta yadnya, untuk menetralisasi alam semesta bhuwana alit dan bhuwana agung menjadi harmoni, Suatu kurban suci yang bertujuan untuk menyucikan tempat (alam beserta isinya), memelihara dan memberikan penyupatan kepada para bhuta kala dan makhluk-makhluk yang dianggap lebih rendah dari pada manusia…. Detail

Gama Tīrtha / Gama Tiga

Agama Hindu Bali (Gama Tīrtha / Gama Tiga)

Salah satu sebutan untuk agama di Bali adalah Gama Tīrtha (Agama Air Suci). Kata tīrtha memiliki beberapa arti, yang paling umum di Bali diartikan sebagai air suci. Selain itu, tīrtha juga berarti tempat suci, karenanya sering kali tempat suci (Pura) disebut pula dengan patīrthan. Selain itu, tīrtha juga bisa diartikan guru suci. Dalam teksnya dijelaskan… Detail

Upacara Ngelungah Ngasturi

Rangkaian Upacara Ngelungah (Ngasturi)

Upacara Ngelungah dilakukan untuk bayi yang meninggal  sudah  berusia  diatas  42 hari, namun belum meketus / tanggal gigi. Ini adalah sebuah prosesi pengembalian Atman bayi yang tidak sempat terlahir di dunia. Bayi yang sudah terbentuk dalam rahim sudah  memiliki  atman maka janin yang tidak sempat lahir baik keguguran atau digugurkan harus dikembalikan ke alam Sunya agar… Detail

Pura Kahyangan Tiga dan Prajapati

Di tingkat desa pakraman terdapat Kahyangan Tiga. Pada umumnya terdapat tiga pura pokok di sana, yaitu Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem. Kahyangan Tiga merupakan unsur parhyangan dari konsep Tri Hita Karana Desa Adat itu sendiri. Di Kahyangan Tiga inilah para warga desa yang bersangkutan memohon kesejahteraan dan keselamatan bagi desanya serta bagi warga… Detail