Purwa Karma oleh Mpu Kanwa, Jalan Yoga Untuk Mencapai Guna Widya


Istilah purwa karma yang ditulis oleh Mpu Kanwa merupakan istilah lain dari karma yoga. Bahwa ajaran karma ini telah diajarkan oleh orang-orang arif Hindu dari sejak purwa kala jaman purwa. Premis utama ajaran ini adalah "ulah apageh magêgwana rasàgama buddhi têpêt" perilaku yang berpegang teguh tepat pada rasa, agama, dan buddhi.Ulah apagêh dimaksud adalah " amutêr tutur pinahayu " memutar kesadaran atau membalik kesadaran dengan cara yang baik dan untuk kebaikan (Arjuna Wiwàha, X:1); atau lebih tepat memutar balik kesadaran, yaitu dari berkesadaran umum duniawi yang melanglang buana menjadi kembali berkesadaran spiritual untuk menemukan jati diri.Caranya adalah kembali ke dalam diri dengan melakukan tapa. Tapa adalah salah satu unsur ajaran kriya yoga (Yogasùtra Patanjali, II:1). Dua unsur penting lainnya adalah swadyaya (kemadirian) dan Iswara pranidana (selalu inga... Selengkapnya


Ageman Pemangku & Mantra Ngawekasan Yadnya Piodalan

Mantra dalam konteks agama Hindu dikaitkan dengan penggunaannya dalam upacara agama adalah untuk memuja Ida Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Dalam kaitan ngawekasan yadnya maka mantra adalah ucapan yang merupakan rumus-rumus yang terdiri atas suatu rangkaian kata-kata gaib yang dianggap mengandung kekuatan atau kesaktian untuk mencapai secara otomatis apa yang dikehendaki oleh manusia. Mantra itu sering kata-katanya tidak dimengerti oleh sebagian besar ora... Selengkapnya

Nganten Keris, Jalan Keluar Untuk Keabsahan Status Sosial

Kehidupan umat Hindu di Bali sesungguh memiliki banyak hal-hal unik yang tidak mudah dimengerti, lebih-lebih yang ditonjolkan hanya karakteristik upacara dan upakaranya saja serta hanya berlaku terbatas pada ruang lingkup desa (tempat), kala (waktu), dan patra (keadaan) masing masing yang tidak seragam.Sahnya perkawinan secara adat dan menurut Agama Hindu apabila telah disaksikan oleh Tri Upasaksi, yaitu Dewa Saksi, pada saat dilakukan upacara persembahyangan d... Selengkapnya