Implemantasi Tri Hita Karana untuk Harmonisasi dan Kedamaian


Tri Hita Karana mencakup pendekatan komprehensif dan holistik dalam menangani masalah perdamaian di Bali. Ini tidak hanya menangani sisi material atau ideasional dari perdamaian tetapi juga sisi transendental dan kosmologis. Tri Hita Karana berupaya menggambarkan orang Bali sepenuhnya, tidak hanya dari perspektif individu dan sosial, tetapi juga ekologis dan kosmologis. Kondisi manusia yang damai tidak hanya bergantung pada materi, sosial, atau psikologis, tetapi juga pada kondisi spiritual. Singkatnya, Tri Hita Karana berusaha untuk "memanusiakan manusia" dengan menempatkan mereka sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar: alam semesta itu sendiri. Dengan memanusiakan manusia, kita dapat menghindari salah satu penyebab utama konflik dan kekerasan: merendahkan manusia lain. Jika manusia tidak manusiawi atau dilucuti dari penghormatan hak-martabat mereka, mereka akan melawan. Perspekt... Selengkapnya


Istilah dan Konsep Kegiatan Gotong Royong di Bali

Suatu asumsi dasar yang dijadikan patokan dalam artikel ini adalah bahwa masyarakat dan kebudayaan Bali sedang meng­alami proses perubahan, khususnya karena modernfsasi dan pembangunan. Atas dasar logika edukatif, perubahan suatu masyarakat dan kebudayaan pada hakekatnya akan membawa implikasi per­ubahan bagi sub-sistim masyarakat yang bersangkutan, baik sistim ekonomi, sistim teknologi, sistim kemasyarak... Selengkapnya

Pengobatan Bali dalam Lontar Usada Dalem

(1b) Ong Awighnāmāstu. Patngëran tlas ring kapatin, iti wariga dalëm, ning nghājñanā, hana pūrwwā bhumi ring bwanālit, apan hanājñanāntāgring tan kawaśa tinggal, tlas sanghyang urip wus atinggal. Malih yan wus karaśā tëtngëran mwang ngacicidrā, ikā druwā wwang mangkanā. Iti lwir rikang hoṣadhi. Nihan patngëraning wiṣya, lwirnyā, yen tan pabhayu, upas tahunan kaglarani, śa, wah ... Selengkapnya

Ala Ayuning Dewasa Menurut Lontar Wariga Dewa

1a. Om Swastyastu. Sad guna, gbogang wurip saptawara, pancawara, tang, pang, sadwara, lima-limahin, sisan, 5, dadi sesa. Dewasa, mnge, pepet, tmuang urip, saptawara, pancawara, petek dewa loka, 4, wisnu loka, 3, kubon loka brahma loka, 1. Lebur sangsa, temuang wurip, pancawara, saptawara, sasih, tang, pang, sadwara, gebog, dadyang sesa, jajarang, nem-nemmin, sisan, 6, dadi sesa. Dewa, kala, manusa, gumi, pa... Selengkapnya

Lontar Pawangunan Kahyangan

1b. Ong Awignamastunamasidhêm. Nihanta rêngên pitutur Bhatari Dhurgha, Sri Aji Jaya Sunu, karanê añenêng ratu ring Bali, satahun pêjah têkeng sêntana pratisêntana, yahetu Sri Jaya Kasunu, andewasraya ring ganda mayu, mojar Bhatari Sacci, Ai Sri Jaya Kasunu, paran sadyane, sumawur Sri Jaya Kasunu, pakulun anêda lugraha, uriping añênêng ratu ring Bali, muah swastaning wadwa sadaya, Ai Jaya Kasun... Selengkapnya

Proses dan Peran Catur Sanak (Kandapat) dalam Kehidupan

Peran Catur Sanak sangat penting dalam kehidupan ini. Orang yang pintar secara intelektual belum tentu karakternya baik, moralnya baik serta orang yang emosinya baik belum tentu karakternya juga baik tetapi orang yang karakternya baik sudah pasti ada emosi yang baik pada  dirinya.  Dalam perkembangan  sekarang pergaulan bebas, minum-minuman beralkohol. Tidak hanya bagi anak-anak tetapi karakter juga dipe... Selengkapnya

Jenis dan Fungsi Pura di Komplek Besakih (Luhuring Ambal-Ambal)

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak lereng Gunung Agung yaitu Gunung tertinggi di Bali, tepatnya di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat yaitu Pura Penataran Agung Besakih dan 18 Pura pendamping yaitu 1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya. Besakih berasal dari zaman yang sangat tua, karena banyaknya peninggalan–peninggal... Selengkapnya