Sangkul Putih dan Kusumdewa untuk Pemangku


Seorang Pemangku atau Pinandhita dalam melaksanakan tugas dan swadharmanya sebagai orang suci dalam hal melayani umat dan memiliki kawenangan untuk nganteb upacara yadnya harus mengetahui gagelarannya sebagai Pemangku seperti yang tersurat dalam Lontar Sangkul putih maupun Lingganing Kusumdewa. Dalam lontar ini sangat jelas sekali mengenai gagelaran Pemangku itu. Urutan atau eedan yang lumbrah disebut dudonan karya yang sangat rinci dan sistematis dijelaskan, dengan demikian Pemangku dalam menjalankan swadharmanya bisa dijalankan dengan baik. Bagi yang hendak belajar menjadi Pemangku atau mungkin ingin mengetahui mantra Pemangku, silakan disimak mantra di bawah ini yang diambil dari Kitab Sangkul Putih Kusuma Dewa, ini merupakan mantra pegangan bagi para Pemangku.   Sangkul Putih Iki utamaning pemangku, yening mangku jagat mangku dalem ngarania, masucian purnama muang tilem, be ... selengkapnya


Upakara Untuk Karang Panes ( Pekarangan Tidak Baik)

Pekarangan atau Karang angker diyakini akan berdampak negatif bagi penghuninya seperti penghuninya tertimpa sakit yang tanpa sebab, binatang piaraan yang mati secara tiba-tiba, dan sering terjadi pertengkaran di antara penghuni. Untuk menetralisir atau menggulangi Karang panes diharapkan membangun palinggih yang disebut dengan palinggih Indra Blaka atau Padma Andap sebagai sthana Sang Hyang Indra Blaka. Sel ... selengkapnya

Agama, Weda dan Tantra – Satu Kesatuan Sistem Keyakinan

Agama adalah kesatuan dari sistem pemikiran atau keyakinan dan kumpulan praktik, ini menjadi sangat erat hubungannya dengan Tantra. Agama pada dasarnya adalah tradisi dan Tantra adalah tekniknya ( Prayoga). Anda tidak dapat memikirkan yang satu tanpa memikirkan yang lain. Agama adalah bagian Sadhana dari Tantra. Tantra dan Agama mengutip kumpulan teks yang sama. Jika Tantra dikatakan lebih banyak digunak ... selengkapnya

Segehan Nasi Wong-Wongan Sebagai Penyomya Bhutakala

Beraneka ragam persembahan yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan seperti jenis-jenis nasi sebagai sarana upakara. Adapun jenis-jenis nasi tersebut yaitu: nasi kepelan, nasi sasah, nasi angkeb, nasi kojong, nasi bira, nasi prajnan, nasi isehan, nasi sega dan nasi wong-wongan. Terjadinya wabah yang melanda suatu wailayah membuat umat Hindu di Bali melakukan persembahan berupa nasi wong-wongan. Segehan Nasi w ... selengkapnya

Yoga dan Kelepasan dalam Lontar Tutur Parakriya

Sebuah lontar ajaran filsafat yang disebut dengan yoga aksara, dimana isi Lontar Tutur Parakriya ini sebagian besar adalah tentang aksara dan kombinasi aksara yang melahirkan berbagai wujud di alam semesta ini. Dengan mengolah berbagai jenis aksara akan didapatkan berbagai macam energi. Dan memuat tentang ajaran yoga untuk pembebasan (moksa). Beberapa penekun ilmu mistik di Bali menggunakan kombinasi aksar ... selengkapnya

Tutur Gong Besi, Pinugrahan dari Bhatara Dalem

Gong Besi adalah termasuk lontar tutur yang besrifat Siwaistik. Lontar ini tergolong muda dan kemungkinan besar ditulis di Bali. Ditilik dari isinya, lontar ini isinya lebih dari satu, hal ini dapat dimengerti karena adanya kebiasaan dari para penyalin lontar memasukan beberapa materi dalam satu lontar. Pokok-pokok isinya dapat disampaikan sebagai berikut : Bagian yang berisi Tutur Gong Besi Menyebutka ... selengkapnya

Intisari Kitab Sarasamuscaya – Tentang moral dan Etika

Kitab Sarasamuscaya disusun oleh Bhagawan Wararuci, kisaran abad ke 9-10, dengan dua bahasa yaitu Sanskerta dan bahasa Jawa Kuno (Kawi). Kitab Sarasamuccaya ini sebagai intisari yang terdapat di Astadasaparwa (Mahabharata), gubahan Rsi Wiyasa yang memuat sejumlah ajaran tentang moral dan etika. Arti Sārasamuścaya yaitu : Sāra artinya intisari, sedangkan samuścaya artinya himpunan. Inilah himpunan dari ... selengkapnya