Rangkaian Upacara Ngelungah (Ngasturi)


Upacara Ngelungah dilakukan untuk bayi yang meninggal  sudah  berusia  diatas  42 hari, namun belum meketus / tanggal gigi. Ini adalah sebuah prosesi pengembalian Atman bayi yang tidak sempat terlahir di dunia. Bayi yang sudah terbentuk dalam rahim sudah  memiliki  atman maka janin yang tidak sempat lahir baik keguguran atau digugurkan harus dikembalikan ke alam Sunya agar menyatunya kembali zat Panca Maha Bhuta dan membersihkan atman dengan tirta penglukatan rare agar atman dapat kembali bereinkarnasi.  Apabila  jika tidak dilaksanakan maka badan halus / roh bayi tersebut akan mengganggu kehidupan ayah dan ibunya secara niskala seperti mengalami sakit berkepanjangan, atau sering mengalami kecelakaan, dan rejekinya susah. Ngelungah yaitu upacara pengembalian unsur Panca Maha Bhuta secepatnya (tidak memerlukan banten teben dan pengaskaran) karena masih berstatus rare, dian ... selengkapnya


Pura Kahyangan Tiga dan Prajapati

Di tingkat desa pakraman terdapat Kahyangan Tiga. Pada umumnya terdapat tiga pura pokok di sana, yaitu Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem. Kahyangan Tiga merupakan unsur parhyangan dari konsep Tri Hita Karana Desa Adat itu sendiri. Di Kahyangan Tiga inilah para warga desa yang bersangkutan memohon kesejahteraan dan keselamatan bagi desanya serta bagi warga desa atau krama desa masing-masing. Namun demiki ... selengkapnya

Upakara Untuk Karang Panes ( Pekarangan Tidak Baik)

Pekarangan atau Karang angker diyakini akan berdampak negatif bagi penghuninya seperti penghuninya tertimpa sakit yang tanpa sebab, binatang piaraan yang mati secara tiba-tiba, dan sering terjadi pertengkaran di antara penghuni. Untuk menetralisir atau menggulangi Karang panes diharapkan membangun palinggih yang disebut dengan palinggih Indra Blaka atau Padma Andap sebagai sthana Sang Hyang Indra Blaka. Sel ... selengkapnya

Agama, Weda dan Tantra – Satu Kesatuan Sistem Keyakinan

Agama adalah kesatuan dari sistem pemikiran atau keyakinan dan kumpulan praktik, ini menjadi sangat erat hubungannya dengan Tantra. Agama pada dasarnya adalah tradisi dan Tantra adalah tekniknya ( Prayoga). Anda tidak dapat memikirkan yang satu tanpa memikirkan yang lain. Agama adalah bagian Sadhana dari Tantra. Tantra dan Agama mengutip kumpulan teks yang sama. Jika Tantra dikatakan lebih banyak digunak ... selengkapnya

Segehan Nasi Wong-Wongan Sebagai Penyomya Bhutakala

Beraneka ragam persembahan yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan seperti jenis-jenis nasi sebagai sarana upakara. Adapun jenis-jenis nasi tersebut yaitu: nasi kepelan, nasi sasah, nasi angkeb, nasi kojong, nasi bira, nasi prajnan, nasi isehan, nasi sega dan nasi wong-wongan. Terjadinya wabah yang melanda suatu wailayah membuat umat Hindu di Bali melakukan persembahan berupa nasi wong-wongan. Segehan Nasi w ... selengkapnya

Yoga dan Kelepasan dalam Lontar Tutur Parakriya

Sebuah lontar ajaran filsafat yang disebut dengan yoga aksara, dimana isi Lontar Tutur Parakriya ini sebagian besar adalah tentang aksara dan kombinasi aksara yang melahirkan berbagai wujud di alam semesta ini. Dengan mengolah berbagai jenis aksara akan didapatkan berbagai macam energi. Dan memuat tentang ajaran yoga untuk pembebasan (moksa). Beberapa penekun ilmu mistik di Bali menggunakan kombinasi aksar ... selengkapnya

Tutur Gong Besi, Pinugrahan dari Bhatara Dalem

Gong Besi adalah termasuk lontar tutur yang besrifat Siwaistik. Lontar ini tergolong muda dan kemungkinan besar ditulis di Bali. Ditilik dari isinya, lontar ini isinya lebih dari satu, hal ini dapat dimengerti karena adanya kebiasaan dari para penyalin lontar memasukan beberapa materi dalam satu lontar. Pokok-pokok isinya dapat disampaikan sebagai berikut : Bagian yang berisi Tutur Gong Besi Menyebutka ... selengkapnya