Makna Upacara Banten

Eksistensi Upacara Banten dan Maknanya dalam Agama Hindu Bali


Lontar Tegesing Sarwa Banten membahas eksistensi banten dan upakara yang digunakan dalam upacara yadnya keagamaan Hindu di Bali tidak hanya sebagai persembahan material lahiriah, melainkan sebagai media esoteris yang menghubungkan dimensi kemanusiaan dengan ketuhanan. Lontar Tegesing Sarwa Banten menguraikan bahwa seluruh klasifikasi banten — baik yang suci, kotor (camah), ardah, urdah, maupun menengah (madya) — memiliki akar ontologis pada Sang Hyang Tri Bhuana yang termanifestasi melalui Brahma, Wisnu, dan Iswara, serta pada tataran kesadaran yang lebih tinggi melalui Siwa, Sada Siwa, dan Parama Siwa. Seluruh ciptaan di bumi, langit, dan ruang hampa (awang-uwung) yang mengalami proses kelahiran (manganak), pertumbuhan (maletik), dan pembiakan melalui telur (mantiga) dipandang sebagai perwujudan konkret dari tri-tunggal daya hidup manusia, yaitu perkataan (sabda), tenaga (bayu), d ... selengkapnya


Bhatara Guru

Kaputusan Bhatara Guru – Ajaran Tertinggi Tentang Kesucian Diri

Dokumen yang tertuang dalam naskah Lontar Kaputusan Bhatara Guru merupakan himpunan pengetahuan suci tentang diri (kawruhaning sarira) dan keputusan tertinggi Bhatara Guru yang setara dengan ajaran ketetapan Bhatara Siwa serta Sang Hyang Ardhanareswari. Ajaran ini diturunkan langsung oleh Bhatara Guru ke dunia nyata (mercapada) sebagai penuntun spiritual bagi mereka yang telah memahami aksara suci, dengan ... selengkapnya
Lontar Tutur Parakriya

Ajaran Yoga Aksara dan Kelepasan dalam Lontar Tutur Parakriya

Sebuah lontar ajaran filsafat yang disebut dengan yoga aksara, dimana isi Lontar Tutur Parakriya ini sebagian besar adalah tentang aksara dan kombinasi aksara yang melahirkan berbagai wujud di alam semesta ini. Dengan mengolah berbagai jenis aksara akan didapatkan berbagai macam energi. Dan memuat tentang ajaran yoga untuk pembebasan (moksa). Beberapa penekun ilmu mistik di Bali menggunakan kombinasi aksar ... selengkapnya
Pengruatan Cempaka Gadang

Pangruatan (Penebusan Dosa) dalam Lontar Cempaka Gadang

Naskah dalam Lontar Cempaka Gadang menyajikan ajaran esoteris mengenai penyatuan mikrokosmos dan makrokosmos yang sangat detail, memetakan silsilah dan hirarki kekuatan kegelapan (anaranjana) secara runtut, serta memberikan dasar teologis bagi pelaksanaan ritual pembersihan dunia (marayascitta). Esensi utama naskah ini menegaskan bahwa kekuatan kegelapan (pangiwa) dan kesucian (panengen) merupakan dualitas ... selengkapnya
Brahmokta Widhi Sastra

Brahmokta Widhi Sastra – Kosmologi dan Jalan Kalepasan

Naskah Lontar Brahmokta Widhi Sastra ini mengulas kosmologi Siwaistik, teologi aksara, sistem Catur Warna dan jalan kalepasan. Penyelidikan filologis terhadap teks ini menunjukkan struktur bahasa yang khas, di mana bait-bait sloka ditulis menggunakan bahasa Sanskerta sebagai otoritas keagamaan tertinggi (śruti), sementara penjelasan doktrinalnya (kaliṅan) dijabarkan menggunakan prosa bahasa Jawa Kuna. Ko ... selengkapnya

Teologi Siwa Bhujangga dalam Tutur Batur Kalawasan Petak

Naskah lontar Batur Kalawasan Petak diklasifikasikan secara filologis ke dalam genre "Tutur" atau naskah filosofis dan ajaran esoterik, teks ini selain berfungsi sebagai rekaman silsilah atau mitologi penciptaan, juga memuat sistem filsafat, tata laksana ritual eskatologis, strategi resolusi konflik sosial, hingga catatan geopolitik yang merekam transisi peradaban Nusantara dari era keruntuhan Majapahit di ... selengkapnya
Wrati Sasana

Wreti Sasana – Pedoman Sang Wiku, Sulinggih dan Pemangku

Salah satu naskah lontar yang menempati posisi sentral dalam diskursus etika kepanditaan adalah Lontar Wrati (Wreti) Sasana atau Brati Sesana. Naskah ini merupakan bagian dari genre sastra Sasana atau Sila, yang secara khusus mengkodifikasikan aturan perilaku, disiplin spiritual, dan sanksi metafisik bagi mereka yang menapaki jalan kesucian atau kepanditaan. Aktualisasi ajaran Panca Yama Brata, Panca Niyam ... selengkapnya
rwa bhineda

Kajian Lontar Tegesing Warah Rwa Bhineda Tan Pasastra

Salah satu mahakarya tekstual yang memuat kedalaman esoteris yang luar biasa adalah naskah Tegesing Warah Rwa Bhineda Tan Pasastra. Naskah aslinya, menggunakan idiom Tantrik yang padat makna, mengindikasikan bahwa teks ini pada awalnya diajarkan melalui tradisi lisan (parampara) dari seorang guru (Nabe) kepada muridnya (Sisya) sebelum akhirnya dikodifikasi ke dalam rontal. Artikel ini bertujuan untuk membe ... selengkapnya
Lontar usana bali

Tutur Usana Bali : Jejak Kosmis, Ekologi dan Peradaban Bali Kuno

Naskah Lontar Uśana Bali menempati kedudukan yang sangat sentral. Naskah ini merupakan sebuah monumen literasi yang merekam dialektika peradaban Bali Kuno, menghadirkan sintesis yang luar biasa antara rekaman historiografi politik, mitologi peperangan kosmis, teologi sosial yang emansipatoris, hingga kodifikasi seni pertunjukan dan tata kelola ekologi. Artikel ini disusun sebagai sebuah analitis terhadap ... selengkapnya