Prosedur Pelaksanaan Upacara Suddhi wadani


Perkawinan adalah suatu pranata sosial yang keramat karena terbentuk Ghrastha Asrama, yaitu tempat untuk melaksanakan Dharma, dan mengusahakan Artha serta Kama. Masa Ghrastha mempunyai arti penting dalam kehidupan masyarakat Hindu. Jika status perkawinan yang merupakan tatanan  kesucian  tidak lagi memerlukan legalisasi agama, maka  hidup berkeluarga tanpa bimbingan agama. Perkawinan atau wiwaha bagi umat Hindu mempunyai arti dan kedudukan yang khusus di dalam kehidupan manusia yaitu awal jenjang Grhastha. Di dalam kitab Manawa Dharmasastra dijelaskan bahwa perkawinan itu sifatnya sakral dan wajib hukumnya. Perkawinan (Grhastha) sangat dimuliakan karena bisa memberi kesempatan kepada anak/keturunannya untuk melebur dosa-dosa leluhurnya agar bisa menjelma ke dunia. Perkawinan diharapkan dapat melahirkan keturunan. Menurut kitab Manawa Dharmasastra disebutkan ada delapan... Selengkapnya


Peran Pecalang Sebagai Simbol Kekuatan Budaya Bali

Pecalang merupakan kelompok keamanan tradisional Bali yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban desa adat tempat pecalang tersebut bertugas. Berbagai ancaman terhadap kebudayaan Bali seperti kejahatan narkotika, terorisme, korupsi, semakin menghilangnya budaya Bali akibat modernisme sangat mengkhawatirkan. Kondisi tersebut yang membuat masyarakat membutuhkan kelompok keamanan tradisional yang mampu menj... Selengkapnya

Pengider Bhuana dan Wariga di Lontar Kanda Sangalukun

Lontar tutur Kanda Sangalukun merupakan karya sastra berbahasa Jawa Kuno, namun ditulis dengan huruf Bali, mengungkapkan ajaran Pengider Bhuana yang dihubungkan dengan padewasan, Dharma Pewayangan, ajaran Kelepasan, ajaran tentang hakikat jiwa dari badan, dan juga menguraikan hubungan Pengider Bhuana dengan Bhuana Agung (makrokosmos) dan Bhuana Alit (mikrolosmos). Pengider Bhuana yang secara harafiah berar... Selengkapnya