Yoga dan Kelepasan dalam Lontar Tutur Parakriya


Sebuah lontar ajaran filsafat yang disebut dengan yoga aksara, dimana isi Lontar Tutur Parakriya ini sebagian besar adalah tentang aksara dan kombinasi aksara yang melahirkan berbagai wujud di alam semesta ini. Dengan mengolah berbagai jenis aksara akan didapatkan berbagai macam energi. Dan memuat tentang ajaran yoga untuk pembebasan (moksa). Beberapa penekun ilmu mistik di Bali menggunakan kombinasi aksara untuk mendapatkan kekuatan mistik. Tutur Parakriya turunan lontar aslinya dari Ida Pedanda Keniten dari Tampaksiring (Gianyar), dan disalin ke dalam lontar sesuai aslinya oleh I Ketut Kaler dari Br. Paketan, Singaraja serta dikoleksi oleh Museum Gedong Kirtya.   Ringkasan Isi Lontar Tutur Parakriya   Lontar Tutur Parakriya menguraikan tentang percakapan antara Bhatara Siwa dengan putranya, Bhatara Kumara. Diawali permintaan dari Bhatari Uma agar Sang Hyang Kumara berke ... selengkapnya


Segehan Nasi Wong-Wongan Sebagai Penyomya Bhutakala

Beraneka ragam persembahan yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan seperti jenis-jenis nasi sebagai sarana upakara. Adapun jenis-jenis nasi tersebut yaitu: nasi kepelan, nasi sasah, nasi angkeb, nasi kojong, nasi bira, nasi prajnan, nasi isehan, nasi sega dan nasi wong-wongan. Terjadinya wabah yang melanda suatu wailayah membuat umat Hindu di Bali melakukan persembahan berupa nasi wong-wongan. Segehan Nasi w ... selengkapnya

Tutur Gong Besi, Pinugrahan dari Bhatara Dalem

Gong Besi adalah termasuk lontar tutur yang besrifat Siwaistik. Lontar ini tergolong muda dan kemungkinan besar ditulis di Bali. Ditilik dari isinya, lontar ini isinya lebih dari satu, hal ini dapat dimengerti karena adanya kebiasaan dari para penyalin lontar memasukan beberapa materi dalam satu lontar. Pokok-pokok isinya dapat disampaikan sebagai berikut : Bagian yang berisi Tutur Gong Besi Menyebutka ... selengkapnya

Intisari Kitab Sarasamuscaya – Tentang moral dan Etika

Kitab Sarasamuscaya disusun oleh Bhagawan Wararuci, kisaran abad ke 9-10, dengan dua bahasa yaitu Sanskerta dan bahasa Jawa Kuno (Kawi). Kitab Sarasamuccaya ini sebagai intisari yang terdapat di Astadasaparwa (Mahabharata), gubahan Rsi Wiyasa yang memuat sejumlah ajaran tentang moral dan etika. Arti Sārasamuścaya yaitu : Sāra artinya intisari, sedangkan samuścaya artinya himpunan. Inilah himpunan dari ... selengkapnya

Kepemimpinan Hindu dalam Tutur Bhagawan Kamandaka

Tutur Bhagawan Kamandaka memuat ajaran kepemimpinan Hindu, sesuai dengan ajaran kepemimpinan dalam zaman Jawa Kuna. Ajaran tersebut tampaknya memang pernah dijadikan pedoman oleh para pemimpin (raja) pada zamannya, serta telah diterap­kan dalam pemerintahannya. Lontar tutur Bhagawan Kamandaka ini memakai bahasa Jawa Kuna dan Sansekerta  dan ditulis dengan Aksara Bali. Ada beberapa konsepsi kepemimpinan y ... selengkapnya

Carita Jaratkaru, Kewajiban seorang anak pada Leluhur

Adapun Carita Jaratkaru muncul dalam bab V, yang oleh Sri Reshi Anandakusuma dibukukan secara tersendiri dalam bentuk Putru Astika Carita. Cerita ini juga termuat dalam Peparikan Adiparwa hasil kreativitas I Wayan Djapa. Carita Jaratkaru adalah salah satu cerita bagian dari Adiparwa. Adiparwa merupakan parwa pertama dari delapan belas parwa Mahabharata yang dikenal dengan Astadasaparwa. Sebagai sastr ... selengkapnya

Berbagai Jenis Upakara dan Bentuk Tetandingan Banten

Upacara yang berasal dari kata sansekerta, Upa dan Cara, Upa berarti Sekeliling atau menunjuk segala dan Cara berarti Gerak atau Aktifitas. Sehingga Upacara dapat diartikan dan dimaknai Gerakan Sekeliling Kehidupan Manusia dalam upaya menghun=bungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. Aktifitas ini dilakukan berlandaskan Kitab Suci Weda dan Satra Agama Hindu. Sarana Upacara adalah Upakara. ... selengkapnya