Esensi Astanga Yoga Patanjali


Salah satu karya besar dalam sejarah manusia adalah orang bijak Maharishi Patanjali, penyusun Astanga Yoga, pandangan tentang realitas tertinggi melalui seni dan ilmu Yoga. Maharishi Patanjali tentu saja adalah jiwa yang tercerahkan yang telah mengalami kondisi tertinggi dan tetap tinggal karena dia ingin orang lain juga mencapai Keesaan dan mencapai tujuan akhir “Kaivalya”.Konsep-konsep abadi dari Yoga Darshana telah dikodifikasikan secara singkat melalui Sutra Yoga-nya. Sutra-sutra ini telah dikomposisikan dan kemudian ditransmisikan secara tradisi lisan sejak setidaknya 1000 - 1500 SM tetapi kemudian muncul dalam bentuk tertulis sekitar 500 SM.Patanjala Yoga Sutra terdiri dari Sutra yang singkat yang seolah-olah membuat karangan bunga mutiara pada seutas tali. Metode unik yang umum pada tradisi lisan Yoga ini membantu kita memahami seluk-beluk Yoga, ilmu pengalaman batin terbe... Selengkapnya


Surya Sewana & Japa Sulinggih

Kehidupan ritual dan spiritual di Bali amat sarat dengan makna dan simbol. Bagi seorang Sulinggih (pendeta Hindu Bali) berkewajiban untuk melaksanakan Surya Sewana (mehening-hening), yakni pemujaan kepada Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, dalam perwujudan sebagai Sanghyang Surya (penguasa matahari) dan juga sebagai saksi abadi. Adapun tujuan dari Surya Sewana ini, tidak lain adalah untuk menyucikan diri lahir bathin, dalam rangka meningkatkan kemampuan spir... Selengkapnya

Warisan Pemujaan Leluhur Agama Bali

Bali dulunya dikenal di masyarakat memeluk Agama Tirta  sebelum dikenal dengan Hindu Dharma. Sekte Animisme yang disebut Bali Mula, telah ada dan berkembang pada masa Warmadewa. Agama Hindu Bali merupakan sinkretisme (penggabungan) kepercayaan Hindu aliran Siwa, Waisnawa dan Brahma, dengan kepercayaan asli (local genius) suku Bali. Karena adanya pergolakan, akhirnya diadakan paruman yang disebut Bata Anyar. Pertemuan tersebut dilakukan di Pura Samuan Tiga&... Selengkapnya