Pelaksanaan Upacara dan mantra Piodalan Tumpek Landep

Pelaksanaan Tumpek Landep di era globalisasi membawa keunikan tersendiri. Masyarakat Hindu mengupacarai segala jenis reralatan atau teknologi yang mendukung aktivitas keseharian. Hari Raya Tumpek Landep tersebut dirayakan setiap saniscara (sabtu) kliwon wuku Landep. Tumpek landep termasuk dalam upacara yang berdasarkan pawukon (wuku) sehingga peringatannya jatuh setiap enam bulan sekali menurut kalender Bali (210 hari). Kata… Detail

Upacara Perkawinan Patiwangi untuk Beda Kasta (Tri Wangsa)

Sehubungan dengan Perkawinan Beda Kasta menyangkut tentang pribadi, dan perasaan seseorang dan faktor eksternal lingkungan, dimana baik buruknya pengaruh lingkungan akan mempengaruhi karakter atau kepribadian seseorang, serta perjodohan yang dilakukan oleh kedua pihak orang tua yang menyebabkan terjadinya perkawinan beda kasta tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi pelaku perkawinan beda kasta umumnya ialah kendala restu dari orang… Detail

Sangkul Putih dan Kusumdewa untuk Pemangku

Seorang Pemangku atau Pinandhita dalam melaksanakan tugas dan swadharmanya sebagai orang suci dalam hal melayani umat dan memiliki kawenangan untuk nganteb upacara yadnya harus mengetahui gagelarannya sebagai Pemangku seperti yang tersurat dalam Lontar Sangkul putih maupun Lingganing Kusumdewa. Dalam lontar ini sangat jelas sekali mengenai gagelaran Pemangku itu. Urutan atau eedan yang lumbrah disebut dudonan… Detail

Lontar Yadnya Prakerti

Iti Widhi sastra Tapini, warah Bhatari Umadewi, sira hyang ing pura dalem maka lingga gama kerti, ulahing wang kamanusan, ndya ta lwirnya: Dewakerti, Budakerti, manusakerti, jagatkerti. Samangkana kweh ikang parakerti palaning anadi wang, arep pun sira amaraYadnya, nimita kweh wetunikang Yadnya, sapta Yadnya makadin ika, lwirnya: Aswameda-Yadnya, Siwa-Yadnya, Resi-Yadnya, Pitra-Yadnya, Bhuta-Yadnya, Manusa-Yadnya, Samodaya linuwihaken ,… Detail

Lontar Dewa Tattwa

Lontar Dewa Tattwa memuat tentang tata upacara melis (melasti/mekiis), upacara memungkah, mendirikan bangunan suci, mendirikan sanggar tawang dan upakaranya dan juga bermacam pedagingan dalam membangun tempat suci, seperti Meru, Gedong, Prasada, Padmasana, Ibu, semuanya hendak dilengkapi dengan Padagingan Nista, Madya, Utama. Selain itu, dalam lontar ini juga diuraikan mengenai Upacara Ngusabha Desa Nini dengan segala… Detail

Upakara dan Cara Ngaturang Guru Piduka

Guru piduka dan bendu piduka adalah nama upakara, sasajen atau banten yang digunakan dalam upacara agama Hindu. Upakara ini dipersembahkan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa atau leluhur sebagai sarana untuk permohonan maaf dan memohon waranugraha-Nya. Guru piduka berasal dari kata Guru dan Piduka. Guru menurut kamus sansekerta Indonesia berarti berat, sesar, luas, hebat, penting dan… Detail

Pawintenan Dan Sesananing Pemangku

Pemangku (Pinandita) dalam Agama Hindu menempati kedudukan yang sangat penting. Peranan Pemangku tampak sangat menonjol dalam penyelesaian suatu Yadnya. Lebih lagi dalam pelaksanaan Yadnya yang cukup besar, akan menjadi kurang sempurna kalau tidak di antar oleh Rohaniawan yang dipandang sesuai untuk itu. Dalam pelaksanaan Yadnya di Bali, dikenal ada tiga unsur utama yang sangat berperan… Detail

Ageman Pemangku Ngawekasan Yadnya

PEMBERSIHAN DIRI   Duduk Bersila: OM OM Padmasana ya namah Cuci Tangan: Om rah pat astray a namah Berkumur: Om Um rah pat astra ya namah Memantrai Badan: OM Prasada sthiti sarira siwa suci nirmala ya namah Mengambil dan menghaturkan asap dupa: OM ANG Brahma-amretha dhipa ya namah OM UNG Wisnu-amretha dhipa ya namah OM… Detail

Ageman Pemangku & Mantra Ngawekasan Yadnya Piodalan

Mantra dalam konteks agama Hindu dikaitkan dengan penggunaannya dalam upacara agama adalah untuk memuja Ida Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Dalam kaitan ngawekasan yadnya maka mantra adalah ucapan yang merupakan rumus-rumus yang terdiri atas suatu rangkaian kata-kata gaib yang dianggap mengandung kekuatan atau kesaktian untuk mencapai secara otomatis apa yang dikehendaki oleh manusia. Mantra itu… Detail