Transliterasi Aksara Bali

App berbasis web ini oleh :
Agus Made Krisna
Font Bali Simbar oleh :
I Made Suatjana

Install Huruf Bali Simbar versi B
Download di sini.


"Beryadnya dengan Sharing"

Tak Akan Mengurangi Pengetahuan

Keyboard Shortcut

Aksara   Shortcut
þ Alt + 0254
¹ Alt + 0185
ö Alt + 0246
< Alt + 0060
Aksara   Shortcut
ý Alt + 0253
ª Alt + 0170
û Alt + 0251
> Alt + 0062
Aksara   Shortcut
° Alt + 0176
« Alt + 0171
½ Alt + 0189
ü Alt + 0252
 

Tentang Aksara Bali

Aksara Bali memiliki banyak kemiripan dengan aksara-aksara di Asia Selatan dan Asia Tenggara yang berasal dari rumpun aksara yang sama terutama dengan aksara Brahmi purba dari India. Aksara Bali pada abad ke-11 banyak memperoleh pengaruh dari bahasa Kawi atau Jawa kuno. Beberapa kata-kata dalam bahasa Bali meminjam dari bahasa Sansekerta yang kemudian juga mempengaruhi aksara di Bali. Tulisan Bali tradisional ditulis pada daun pohon siwalan (sejenis palma), tumpukannya kemudian diikat dan disebut lontar.

Konsonan aksara Bali memiliki suara vokal /–a/ yang melekat. Konsonan yang digabungkan dengan konsonan berikutnya mengikuti kebiasaan aksara Brahmi yaitu vokal yang melekat  dihilangkan dengan adeg–adeg (virama) dan konsonan yang mengikuti ditambahkan di belakangnya. Namun hal ini hanya hanya bisa digunakan pada suku kata terakhir dari suatu kalimat. Untuk menghilangkan vokal yang melekat pada konsonan yang digabungkan dengan konsonan berikutnya di tengah kata atau kalimat digunakan gantungan atau gempelan.

Aksara Bali awalnya hanya berjumlah 18 buah yaitu: ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga, ba,nga, pa, ja, ya dan nya. (h,  n,  c,  r,  k,  d,  t,  s,  w,  l,  m,  g,  b,  \,  p,  j,  y,  z. ).

Karena jumlah aksaranya yang terbatas, sedangkan bahasa Bali terus berkembang terutama mengambil dari bahasa Jawa kuno dan Sansekerta, maka aksara Bali kemudian berkembang menjadi lebih banyak jumlahnya seriring dengan banyaknya bahasa serapan.
Aksara swara atau vokal dapat dibagi lagi menjadi aksara hreswa (suara pendek) dan aksara dirgha (suara panjang).

  1. Aksara swara terdiri dari: a, á, i, í, u, ú, é, ai, o, au, r, ŕ, l  dan ĺ.
  2. Aksara Wianjana atau konsonan dibagi lagi menjadi :
    1. Kanthya (Gutturals): ka, kha, ga, gha, nga, ha.
    2. Talawya (Palatals): ca, cha,ja, jha, nya, ya, sha.
    3. Murdhanya (Cerebrals): ta, tha, da, dha, na, ra, sa.
    4. Dantya (Dentals): ta, tha, da, dha, na, la, sa.
    5. Osthya (Labials): pa, pha, ba, bha, ma, wa.

 

Selain aksara swara dan wianjana, terdapat pula pangangge swara (sandangan vokal), pangangge tengenan, angka, dan ceciren pepaosan (tanda baca). Pangangge swara merupakan tanda vokal dependen sedangkan aksara swara merupakan vokal independen.

Pangangge swara tidak bisa berdiri sendiri sehingga penggunaannya menernpel pada konsonan (sebagai diakritik). Akibatnya akan mengubah bunyi konsonan sesuai dengan pangangge swara yang digunakan. Daftar lengkap pangangge swara dapat dilihat di bawah ini.