Transliterasi Aksara Bali

App berbasis web ini oleh :
Agus Made Krisna
Font Bali Simbar oleh :
I Made Suatjana

Install Huruf Bali Simbar versi B
Download di sini.


"Beryadnya dengan Sharing"

Tak Akan Mengurangi Pengetahuan

Transliterasi Aksara Bali

Transliterasi adalah pemetaan dari satu sistem penulisan ke sistem lainnya, misalkan, dari aksara Bali ke bahasa Latin dan sebaliknya dengan mempertimbangkan aksen dan tata bahasa mereka. Kriteria utama adalah informasi lossless sehingga pengguna harus mampu mentransformasi ulang informasi ke format aslinya. Oleh karena itu, transliterasi berbeda dari transkripsi yang hanya berfokus pada pemetaan suara dari satu bahasa ke bahasa lain. Penggunaan transliterasi adalah untuk membantu orang yang tidak bisa membaca aksara Bali.

Sebagai contoh  kl  [ U+1B13 adalah KA,  U+1B2E adalah LA ] menjadi KALA (waktu). Transliterasi dilakukan dengan membuat tabel untuk memetakan karakter dari aksara Bali. Untuk menyelesaikannya, konversi yang kompleks diperlukan untuk mengatasi perubahan bentuk dan huruf khusus dari naskah sumber. Input untuk transliterasi adalah dua digit dari keyboard dalam format heksadesimal (0,1,2,…, A, B, C, D, E, F) dengan padding bit 0 jika jumlah digitnya ganjil. Algoritme transliterasi menggunakan struktur data daftar inversi (termasuk fungsi dasar: membalikkan, menyatukan, memotong, mengatur perbedaan, menambah, dan menghapus) untuk menghemat lebih banyak ruang dalam memori. Kinerja operasi tersebut lebih cepat karena akses acak untuk setiap elemen.

Karakter ha H    adalah untuk U + 1B33 aksara Bali, berfungsi sebagai tempat netral untuk vokal. Karena itu, ketika vokal ditulis pada huruf pertama kata, baik vokal independen atau karakter U + 1B3 diikuti oleh vokal dependen yang sesuai dapat digunakan.

Karakter Akara õ diikuti oleh karakter atau tanda yang sesuai, sehingga karakter dapat ditransliterasikan ke; e, i, o, u, ī, ū, ĕ dan ö.

Karakter nania    ê  (U + 1B2C) digunakan dalam gugus konsonan antara kata-kata yang menggunakan formulir terlampir ‘ya’, sehingga karakter ini dapat ditransliterasikan ke ‘ia’, mis. ‘Siap’ dan ‘tabia’.
Karakter suku kembung  Ù  (U + 1B2F) digunakan dalam gugus konsonan antara kata-kata yang menggunakan formulir tambahan ‘wa’, sehingga karakter ini dapat ditransliterasikan ke ‘ua’.
Algoritma transliterasi memanggil fungsi string translate yang menerima input dan output string, misalnya, diberi input string s dengan n = panjang (s), kemudian dilakukan iterasi untuk n karakter yang dilakukan.

Dalam algoritma transliterasi, fungsi yang paling dominan adalah pencarian karakter dalam file I/O. Perbandingan dilakukan di blok skrip Bali (U + 1B00-U + 1B7F). Dalam kasus terburuk, perbandingan dilakukan 128 kali.
Mengingat m adalah jumlah perbandingan pada tabel pencarian rata-rata, algoritma transliterasi secara teoritis memiliki kompleksitas O (n * m).

Membangun perangkat lunak yang mampu memproses kata-kata yang mengandung aksara Bali membutuhkan kerja sama yang baik antara bidang studi, yaitu ilmu komputer dan budaya Bali dan ilmu bahasa. Tanpa menguasai bidang-bidang itu, perangkat lunak tidak akan mencapai hasil maksimal.

Untuk mempopulerkan aksara Bali di kalangan generasi yang akan datang, diperlukan usaha komputerisasi teks secara lengkap. Usaha tersebut telah dimulai dengan memasukkan karakter aksara Bali ke dalam standard Unicode. Hal ini memungkinkan pertukaran data teks aksara Bali secara internasional dan menciptakan landasan bagi perangkat lunak global yang mempergunakan aksara Bali. Aksara Bali merupakan aksara kompleks sehingga tidak dapat direpresentasikan dalam bentuk font biasa.

Perangkat lunak yang dibangun merupakan font TrueType (.ttf) aksara Bali dengan encoding Unicode yang ditambahkan program khusus sehingga mampu melaksanakan perilaku kompleks aksara Bali .Pengembangan smart font ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam melestarikan aksara Bali yang kini sudah semakin jarang digunakan.