Kidung - Geguritan

Geguritan Sudhamala

Geguritan Suddhamala berisikan nilai ajaran Tattwa, Susila dan konsep pendidikan karakter yang dapat dipakai pedoman untuk membentuk suatu karakter manusia untuk mendapatkan pendidikan dan dapat mencapai kebahagiaan diri. Penceritaan Geguritan Suddhamala merupakan kisah dikutuknya Dewi Uma oleh Dewa Siwa untuk tinggal dilingkungan kuburan dan akan memiliki wajah yang sangat menyeramkan sampai ada yang mampu ... selengkapnya

Geguritan Atma Prasangsa

  BAGIAN I BAGIAN II BAGIAN III     Hindu berbicara banyak tentang surga dan neraka berbeda dari penjelasan agama lain. Surga dan neraka terkait erat dan terintegrasi dengan Karma. Cerita dalam beberapa purana banyak membahas tentang eskatologi ini. Salah satu teks yang banyak membicarakan perjalanan roh / atma adalah Lontar Tutur Atma prasangsa. Karya Geguritan Atma Prasangsa secara deskripti ... selengkapnya

Geguritan Bhima Suarga

  BAGIAN I BAGIAN II BAGIAN III BAGIAN IV   Geguritan Bhima Swarga mengisahkan perjalanan Bhima untuk menyelamatkan orang tuanya yaitu Pandu dan Dewi Madri dari alam neraka sebagai penerapan ajaran Guru Susrusa yang dalam cerita pawayangan Bali disebut Bhima ke Swargan. Bhima yang menjalankan tugasnya diiringi oleh merdah dan Tualen yang sesampainya mereka di tegal penangsaran tempat para roh  ... selengkapnya

Kidung Wirama Swandewi

I prihantemen dharma dumeranang sarat saraga sang sadhu sireka tutana tan artha tan kama pidonya tan yasa ya sakti sang sajana dharma raksasa   II sakanikang rat kita yan wewenang manut manupadesa prihatah rumaksa ya ksaya nikang papa nahan prayojana jananuragadi tuwin kapangguha   III guwa peteng tang mada moha kasmala maladiyolanya magong mahawisa wisa ta sang wruh rikanang jurang ... selengkapnya

Geguritan Cangak

Geguritan Cangak merupakan karya besar (alm) I Gusti Putu Windya asal Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dan dipopulerkan maestro Geguritan Bali, (alm) I Dewa Aji Wanten asal Desa Yehembang, Mendoyo dan I Nyoman Rede, asal Desa Yehkuning Jembrana. Teks Geguritan Cangak Pupuh Ginada “Bapa jani manuturang, apang cening jwa minehin, satwannya ya I Sang Cangak, ngeka daya mapisadhu, ... selengkapnya

Geguritan Tamtam

Geguritan Tamtam memiliki struktur, seperti Pupuh, Plot, Penokohan, Tema, dan amanat serta juga memiliki nilai-nilai pendidikan Tattwa (filsafat) dan nilai pendidikan Etika (Tata susila). Nilai pendidikan Tattwa (filsafat) menekankan pada keyakinan terhadap Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), keyakinan terhadap atma, keyakinan terhadap Karmaphala, keyakinan terhadap Samsara atau punarbhawa, dan keyakianan te ... selengkapnya

Geguritan I Lijah-Lijah

Geguritan I Lijah-Lijah adalah karya I Nyoman Antasa dari Banyning- Singaraja. Gaguritan ini ditulis pada tanggal 20 Februari 1978. Teks Geguritan I Lijah-Lijah Pupuh Sinom Awighnam mastu karepang, Majeng ida dane sami, Meled titiange ngawinang, Kandugi purun mangawi, Ngawi kidung sekar alit, Tembang sinom anggen pupuh, Nuju tanggal kaping dasa, Bulan ipun Februari, Tahun ipun, Siyusanga kantun lint ... selengkapnya

Kakawin Nirartha Prakreta

Kakawin Nirartha Prakreta ini ditemukan satu paket dengan Kakawin Nagarakretagama yang terkenal itu dengan Sugataparwa Warnana pada tahun 1894 di Puri Cakranegara, Lombok oleh J.L.A. Brandes. Ketiganya ~Nagarakretagama, Sugataparwa Warnnana dan Nirartha Prakretha adalah karya Dang Acharya Nadendra, pejabat Darmmadhyaksa Ring Kasogatan (Pembesar Agama Buddha) di Majapahit disaat jaman Prabhu Hayam Wuruk berk ... selengkapnya

Geguritan Diah Anggreani

      PUPUH SINOM Mogi asung sasuhunan, mapaica manyuwecanin, tityang jatma ikatunan, tuna sastra tuna budi, muda punggung mapi weruh, manegesin daging tatwa, kruna basa tanpa indik, kirang langkung, ledang ugi ngampurayang Manah lulut mengawinang, maring daging sastra aji, pangkah pongah sarwi gita, mahabrata ne ka widi, kapunggel anggen gurit, Diah Anggreani ne ka utus, ngatu ... selengkapnya