Jalan Yoga & Penyatuan Siwa-Buddha dalam Lontar Candra Bhairawa

Dari berbagai pelaksanaan yang ada dalam agama Hindu pelaksanaanya terjadi perbedaan-perbedaan akan tetapi tidak berdistorsi dengan sumber ajaran aslinya, yaitu Weda. Hindu dikenal dengan sebutan agama universal dan fleksibel. Perbedaan tata cara pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam Hindu di masing – masing daerah menjadikan Hindu agama yang unik. Dalam agama Hindu dianut oleh berbagai lapisan masyarakat… Detail

Hakikat Siwa Sebagai Guru Tertinggi ( Adi Guru dan Adi Yogi )

Dalam perhitungan hari-hari menurut kalender Jawa Bali yang berumur 210 hari ada disebutkan Asta wara. Salah satunya adalah guru. Asta wara: Sri, Indra, Guru, Yama, Rudra, Brahma, Kala, Uma. Maka apabila ada wuku (pekan) yang tanpa guru, hari tersebut tidak baik untuk memluai suatu pelajaran, untuk mendalami ajaran-ajaran kerokhanian atau hal-hal yang bersifat sekuler. Guru… Detail

Brahma Vidya & Pokok Ajaran Siwa Siddhanta Dalam Bhuwana Kosa

Dalam Weda, kitab suci Hindu ilmu yang mempelajari tentang Tuhan dinamakan brahma vidya atau brahma tattva jnana. Brahma diartikan Tuhan, yaitu gelar yang diberikan kepada Tuhan sebagai unsur yang memberikan kehidupan pada semua ciptaanNya, Yang Maha Kuasa. Vidya atau Jnana kedua-duanya artinya sama yaitu ilmu. Tattva berarti hakikat tentang Tat atau “Itu”, yaitu Tuhan dalam… Detail

Siklus Hidup Manusia Hindu, Berdasarkan Lontar Tutur Rare Angon

Lontar Tutur Rare Angon merupakan Lontar yang berisikan bagaimana perjalanan Manusia dari semenjak dibuat (Sperma & Sel Telur) sampai manusia tersebut meninggal dunia, beserta upacara-upacara yang biasa dilaksanakan baik dari semenjak masih dalam kandungan sampai upacara disaat Manusia sudah meninggal dunia. Manusia Hindu-Bali meyakini bahwa dirinya diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai makhluk… Detail

Filsafat Yadnya yang terkandung di dalam Lontar Kala Tattwa

Isi dari lontar Kala Tattwa sangat sarat akan ajaran yang mengacu pada Tiga Kerangka Dasar agama Hindu khususnya Tattwa dan Upacara. Karena itulah menjadi suatu ketertarikan bagi saya untuk mencoba menganalisa Lontar Kala Tattwa ini berkaitan dengan Filsafat dan Yadnya yang terkandung di dalamnya. Pada dasarnya, setiap yadnya sangat terkait dengan Kala Tattwa, yang dalam… Detail

Siwaratri Kalpa : Lubdhaka oleh Mpu Tanakung

Mpu Tanakung adalah seorang Kawi Wiku yang mumpuni dalam bidang sastra, beliau berkata : “wruh ngwang nisphala ning mango jenek alanglang I kalangen ikang pasir wukir (KS,I:21) artinya,” aku tahu, percuma saja menikmati keindahan, jika hanya melanglang buana lalu terpesona menikmati keindahan pemandangan pasir-gunung “ analog dengan wacana itu Mpu tanakung menyapa kita bahwa, “… Detail

Lontar Bali – Warisan dan Tradisi Manuskrip Masyarakat Bali

Lontar sebagai manuskrip masyarakat Bali telah mengangkat citra tradisi peradaban Bali di tengah-tengah intelektualitas peradaban dunia.  Manuskrip lontar adalah suatu produk budaya Bali yang kaya makna dan meberikan citra keluhuran dan keunggulan jagat pemikiran masyarakat Bali yang melahirkannya.Warisan dan tradisi lontar telah berusia cukup tua. Di Bali banyak dijumpai lontar yang berumur tua yang memiliki… Detail

Lontar Tutur Kumara Tattwa

Lontar Tutur Kumara Tattwa merupakan salah satu dari ribuan naskah yang diwarisi masyarakat Bali saat ini. Tutur Kumaratattwa berisi ajaran filosofis tentang mengapa manusia menderita dan bagaimana manusia melepaskan diri dari penderitaan itu. Dalam Tutur Kumaratattwa (2003 : 65) dijelaskan bahwa Bhatara Kumara berperan sebagai seorang pengembala. Ia tinggal sendiri di sebuah lading pengembalaan bernama Argakuruksana…. Detail

Benang Merah Antara Yoga Vrhasapati Tattwa dengan Yoga Sutra Rsi Patanjali

Kata Yoga berasal dari bahasa sansekerta dari urat kata yuj yang artinya menghubungkan atau hubungan yang harmoni dengan objek yoga. Sedangkan menurut Rsi patanjali dalam kitab yoga sutra mendefinisikan yoga:  Yogas citta vrtti nirodahah Yogasutra I sloka 2 Terjemahannya: Mengendalikan gerak-gerik pikiran, atau cara untuk mengendalikan tingkah polah pikiran yang cenderung liar, bias, terikat oleh aneka ragam objek yang… Detail

Kalepasan (Moksha) dalam Lontar Ganapati Tattwa

Ada tiga prilaku orang yang ingin mencapai kebebasan yaitu sakala (berbadan Triguna; satwa, rajas dan tamas) kewala suddha (melepaskan diri dari kebahagiaan duniawi), dan malinatwa (tak ternoda oleh keterikatan duniawi di anggap Siwa Suci). Selanjutnya ada tiga sarana agar orang mencapai kebahagiaan bathin yaitu Wairagyaditraya (memiliki pengetahuan tinggi), Pararogya(meninggalkan keterikatan duniawi), Dhyanaditraya (pemusatan pikiran/samadi dengan… Detail