ngaben

Kematian dan Ritual Ngaben (Pitra Yadnya) dalam Lontar Yama Tattwa

Rumpun sastra Yama Tattwa, Yama Purana Tattwa, dan Yama Purwana Tattwa mengungkap sebuah sistem teo-kosmologi kematian yang sangat terstruktur dan komprehensif. Ketiga teks ini saling melengkapi dalam membentuk panduan transisi spiritual manusia dari dimensi fisik menuju dimensi ketuhanan. Yama Purana Tattwa menetapkan landasan hukum eskatologis, mengadili kondisi spiritual Atma, serta memilah tatalaksana kematian berdasarkan takdir… Detail



Teks Tantra Gandharva

Terjemahan Teks Tantra Gandharva

Gandharva Tantra adalah karya penting Shri Vidya dan mengikuti Vamakeshvari Tantra. Berbeda dengan Agama, Tantra Gandharva dimulai dengan dua bait, pertama hormat kepada dewa Ganesha dan yang lainnya doa memohon perlindungan Dewi Kundalini. Tradisi mengenai kemunculan Tantra adalah dari orang bijak Vishvamitra, yang iri dengan kekuatan kenabian Vasishtha, melakukan penebusan dosa yang sulit, bahkan dengan… Detail



Lontar Angastya Prana

Lontar Angastya Prana – Wejangan Hakikat Penciptaan Ragawi dan Rohani

Lontar Angastya Prana menyajikan sebuah sistem kosmologi dan teologi esoteris yang mendalam mengenai asal-mula penciptaan manusia (Bhuwana Alit), penyatuan unsur-unsur metafisik, serta tata cara pemurnian jiwa. Teks ini ditulis dalam bentuk dialektika spiritual antara Resi Bagawan Angastiaprana (Agastyaprana) — seorang pendeta suci penganut ajaran Buddha-Siwa (Resi Boda) yang telah mencapai kesempurnaan batin dan menyatu dengan… Detail



Jnana Tattwa, Dasar Semua Tattwa Siwa

Jnana Tattwa, Dasar Semua Tattwa Siwa

Jnana Tatwa patut diketahui oleh seorang abdi dharma, yang ingin bebas dari kesengsaraan penjelmaan. Tattwa jnāna merupakan dasar semua Tattva. Cetana ialah jnana yaitu : mengetahui, ingat, ingat akan kesadaran dan menjadi lupa. Acetana ialah lupa bingung tak memiliki kesadaran. Cetana dan Acetana itulah disebut dengan Śiwa-tattwa dan Māyā-tattwa. Māyā-tattwa lebih rendah dari Śiwa-tattwa. Māyā-tattwa… Detail



Dasaksara dalam Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit

Tuhan Sadaśiva dalam menggerakkan hukum kemahakuasaanNya beliau diwujudkan dalam bentuk ‘Mantratma’ yaitu jiwa dari doa mantra, yang dalam bentuk aksara diwujudkan dengan OM. Sawyaparah, bhatara Sadaśiva sira, hana padmasana pinaka palungguhanira, aparan ikang padmasana ngaranya, saktinira, sakti ngaran: Vibhu Sakti, Prabhu Sakti, Kriya Sakti, Jñana Sakti, nahan yang Cadhu Sakti ………………………………… nahan yang Cadhu Sakti… Detail



Non-Dualisme pada Filsafat Advaita & Trika

Non-Dualisme pada Filsafat Advaita & Trika

Brahman melakukan lima tindakan; srsti, sthiti, samhara, tirodhana dan anugraha. Tindakan-tindakan ini umumnya dikenal sebagai ciptaan, rezeki, penyerapan, penyembunyian dan rahmat. Dua yang terakhir, penyembunyian dan rahmat mengacu pada sifat dasar. Tiga yang pertama merujuk pada bidang fisik dalam bentuk kelahiran, pertumbuhan dan kematian. Ini adalah siklus alami yang dialami oleh semua Jiwa. Yang keempat… Detail



Kepemimpinan (Astabrata) dari 8 Sifat Dewa

Landasan Pokok Kepemimpinan (Astabrata) dari 8 Sifat Dewa

Ajaran astabrata dalam versi kraton ada dua yaitu versi dengan redaksi yang panjang dan redaksi yang pendek. Redaksi yang pendek, hanya memuat ajaran astabrata, sedangkan yang panjang tidak semata-rnata hanya dituju­kan kepada seorang pemimpin atau raja, tetapi juga untuk seluruh rakyat Watak dewa yang ter­cantum di dalamnya bukanlah teladan untuk raja yang ideal, tetapi watak… Detail



Lontar Candra Bhairawa

Jalan Yoga & Penyatuan Siwa-Buddha dalam Lontar Candra Bhairawa

Dari berbagai pelaksanaan yang ada dalam agama Hindu pelaksanaanya terjadi perbedaan-perbedaan akan tetapi tidak berdistorsi dengan sumber ajaran aslinya, yaitu Weda. Hindu dikenal dengan sebutan agama universal dan fleksibel. Perbedaan tata cara pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam Hindu di masing – masing daerah menjadikan Hindu agama yang unik. Dalam agama Hindu dianut oleh berbagai lapisan masyarakat… Detail



Purwa Karma oleh Mpu Kanwa

Purwa Karma oleh Mpu Kanwa, Jalan Yoga Untuk Mencapai Guna Widya

Istilah purwa karma yang ditulis oleh Mpu Kanwa merupakan istilah lain dari karma yoga. Bahwa ajaran karma ini telah diajarkan oleh orang-orang arif Hindu dari sejak purwa kala jaman purwa. Premis utama ajaran ini adalah “ulah apageh magêgwana rasàgama buddhi têpêt” perilaku yang berpegang teguh tepat pada rasa, agama, dan buddhi. Ulah apagêh dimaksud adalah… Detail



Lontar Aji Swamandala

Ala Ayuning Dewasa (Wariga) Dalam Lontar Aji Swamandala

Di Bali hampir setiap kegiatan bisa dicarikan padewasan. Padewasan berasal dari kata dewasa yang artinya hari pilihan, hari baik. Jadi, padewasan berati ilmu tentang hari yang baik. Sedangkan Dewasa Ayu artinya adalah hari yang baik untuk melaksanakan suatu aktivitas. Pada umumnya penentuan dewasa dipergunakan untuk kegiatan panca yadnya. Padahal, hampir di setiap sendi kehidupan bisa… Detail