- 1MANGSA / SASIH KASO (23 Juni - 02 Agustus)
- 2MANGSA / SASIH KARO (3 Agustus - 25 Agustus)
- 3MANGSA / SASIH KATIGA (26 Agustus - 18 September)
- 4MANGSA / SASIH KAPAT (19 September - 13 Oktober)
- 5MANGSA / SASIH KALIMA (14 Oktober - 9 Nopember)
- 6MANGSA / SASIH KANEM (10 Nopember - 22 Desember)
- 7MANGSA / SASIH KAPITU (23 Desember - 3 Februari)
- 8MANGSA / SASIH KAWULU (4/5 Februari - 01 Maret)
- 9MANGSA / SASIH KASANGA (02 Maret - 26 Maret)
- 10MANGSA KASADASA (27 Maret - 19 April)
- 11MANGSA / SASIH DESTA (20 April - 12 Mei)
- 12MANGSA / SASIH SADDHA (13 Mei - 22 Juni)
- 13Weton Menurut Hari Dan Pasaran
Pranata mangsa berbasis peredaran matahari dan siklusnya (setahun) berumur 365 hari (atau 366 hari) serta memuat berbagai aspek fenologi dan gejala alam lainnya yang dimanfaatkan sebagai pedoman dalam kegiatan usaha tani maupun persiapan diri menghadapi bencana (kekeringan, wabah penyakit, serangan pengganggu tanaman, atau banjir) yang mungkin timbul pada waktu-waktu tertentu.
Pranata Mangsa sendiri berasal dari kata pranata yang berarti aturan, dan mangsa yang berarti masa atau musim. Jadi, Pranata Mangsa sejatinya memberi informasi tentang perubahan musim yang terjadi tiap tahunnya. Informasi ini kemudian digunakan digunakan oleh para petani dan pelaut sebagai pedoman dalam kerja mereka. Kalender Pranata Mangsa menggambarkan kedekatan masyarakat tradisional Nusantara dengan alam. Kearifan untuk menjaga keselarasan dengan alam merupakan ciri khas masyarakat tradisional Nusantara.
Tenung Wariga Gemet adalah ramalan tentang pekerjaan/Karier yang cocok berdasarkan mangsa atau Sasih & hari kelahiran. Horoskop, bidang profesi pekerjaan dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok Hari dan Mangsa mempunyai pedoman pokok yang menentukan keberhasilan. Tetapi tidak pula menutup suatu kemungkinan yang luar biasa, artinya ada pula pengecualian bagi mereka yang mempunyai kelebihan, jenius, abnormal, supranormal dan paranormal. Namun biasanya tidak akan jauh meleset, dari garis-garis utama yang telah diuraikan.
Beberapa daerah di Nusantara memiliki sistem penanggalan lokal, salah satunya adalah kalender Pranata Mangsa. Kalender ini digunakan oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali tradisional.
Konon, sistem kalender ini sudah ada sejak zaman Raja Aji Saka yang bertahta di Medang Kamulan. Itu berarti usianya sudah mencapai ribuan tahun. Dan, meskipun sudah berkembang sejak zaman kuno dulu, kalender ini bersifat lengkap dan komprehensif.
Beberapa tradisi Eropa mengenal pula penanggalan pertanian yang serupa, seperti misalnya pada etnik Jerman yang mengenal Bauernkalendar atau “penanggalan untuk petani”. sebagai keperluan penelitian dan menandai pada tahun sebuah mangsa menggunakan angka tahun yang dimulai sejak 560 SM diambil dari Kelahiran Sang Budha sebagai penghormatan bagi agama yang pernah berkembang luas di nusantara, sehingga pada tanggal 30 Januari 2015 M adalah 39 Kapitu 2575 Mangsa.

