Surya Sewana & Japa Sulinggih

Surya Sewana & Japa Sulinggih


Kehidupan ritual dan spiritual di Bali amat sarat dengan makna dan simbol. Bagi seorang Sulinggih (pendeta Hindu Bali) berkewajiban untuk melaksanakan Surya Sewana (mehening-hening), yakni pemujaan kepada Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, dalam perwujudan sebagai Sanghyang Surya (penguasa matahari) dan juga sebagai saksi abadi. Adapun tujuan dari Surya Sewana ini, tidak lain adalah untuk menyucikan diri lahir bathin, dalam rangka meningkatkan kemampuan spiritual mengemban tugas suci yang menjadi tanggung jawab seorang Pendeta / Brahmana.

Pratarjitam bhagamugram huvema vayam putramaditeryo vidharta Addhrascidyamannyamanasturascidraja cidyam bhagam bhaksityaha.

Yayurveda: 34-35

Di Waktu pagi (pratah) yang penuh dengan kejayaan (jitam), penuh dengan kekayaan (bhagam), yang bercahaya terang (ugram) putranya antariksa yaitu Surya (aditehputram). Dan kepada Tuhan yang mengendalikan loka-loka (ya vidharta) kepada-Nya kami memuja dalam hati kami (vayam havema). Engkau yang mengendalikan seluruh lapisan (adhrah), Engkau mengetahui semuanya (yascit manyamana) yang memberikan hukuman kepada yang jahat (tirascit). Engkau rajanya semua mahluk (raja). Tuhan yang kita sembah (yam bhagam) saya menerima-Mu (ecitbhaksi) yang memberikan pesan kepada semua umat manusia bahwa semua menyembah Dia dan mengikuti peraturan-peraturan-Nya

Di dalam Yayurveda terdapat mantra khusus untuk memuja Tuhan pada waktu pagi dalam manifestasinya sebagai Dewa Surya, yaitu yang dinamakan Surya Sevana dan Surya Namaskar, yang berarti memuja Dewa Surya.

Dalam mantra di atas dimohon kepada Dewa Surya, yaitu putranya Antariksa, yang mempunyai cahaya yang agung untuk memberikan kekuatannya kepada manusia supaya bisa melihat alam ini. Jadi dari kekuatan Surya itulah manusia bisa melihat dan beraktivitas, dan bila tidak ada kekuatan Surya, sulit bagi manusia untuk melakukan tugasnya sehari-hari.

Dalam mantra tersebut juga dijelaskan, bahwa Tuhan memberikan perintah kepada umat manusia agar selalu memuja-Nya dan mengikuti ajaran-Nya. Kita percaya bahwa Dia akan menghukum para penjahat yang tidak mengikuti perintah atau mengikuti jalan Dharma (Kebenaran). Dengan mantra tersebut seseorang memuja dewa Surya supaya bisa melakukan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, dan berada pada jalan yang benar. Jadi, pada waktu yang begitu mulia, yaitu pagi hari, saatnya manusia bangun dan pertama-tama memohon kepada Tuhan supaya kita selalu ingat pada-Nya, sebelum melanjutkan kesibukan sehari-hari.



Buku Terkait
Baca Juga