I Kelesih


Terjemahan Cerita I Kelesih

Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh “I Kelesih”. Konon, di negeri Sunantara hiduplah seorang raja yang sangat terkenal di dunia. Ia memiliki seekor anjing bernama I Blanguyung. Anjing itu sangat cantik dan dapat diandalkan untuk menemani raja saat berburu. Alasan raja mempercayai anjing itu tidak lain karena anjing itu memiliki keunggulan, yaitu jika ia menggonggong ke utara, ia akan membunuh semua hewan di utara, jika ia menggonggong ke barat, ia akan membunuh semua hewan di selatan, dan seterusnya.

Itulah sebabnya ia mudah menangkap hewan yang sakit (grubug). Karena sering kali seperti itu, semua hewan berkumpul. Sebagai pemimpin pertemuan itu tidak lain adalah I Sangmong, raja hewan. Kini konon, setelah sekian lama para pemburu berkumpul, tetapi mereka tidak dapat menyelesaikan perburuan, karena tidak ada yang berani membunuh I Blanguyung. Karena itulah raja hewan I Sangmong mengadakan pernikahan. Inilah aturan paséwamara, “Siapa pun yang dapat membunuh I Blanguyung akan diangkat menjadi raja di hutan ini, dihormati oleh semua orang.”

Semua hewan, tidak ada yang berani menuruti suara sewamarané. Konon, Kelesih mengintip dan berkata kepada I Sangmong, “Raja, saya siap untuk ikut dalam pernikahan, tetapi saya tidak bisa menjadi milikmu.” I Sangmong menjawab, “Baiklah, jika itu yang kau katakan, Kelesih, jika kau tidak bisa melakukannya, aku tidak akan membiarkanmu pergi. Sekarang pergilah!” Tak lama kemudian, Kelesih tiba di istana raja yang memiliki anjing itu, dan ia pergi ke dapur. Di sana I Kelesih tinggal di sebuah rumah. Konon, waktu telah berlalu bagi raja untuk makan siang bersama anjingnya, I Blanguyung. Saat sedang makan, Kelesih melihat ke luar jendela, dan Blanguyung terkejut.

Melihat anjing itu menggonggong, raja berhenti makan, mencari tahu apa yang membuat I Blanguyung menggonggong. Dia tidak melihat apa pun. Suba keto, buin ida marayunan. Setelah beberapa saat, I Kelesih kembali mendongak, menyebabkan I Blanguyung menjadi sangat marah, dan dia melompat dan mengambil makanan raja sampai piring dan makanan berjatuhan. Raja marah dan mengambil pedang untuk menebas I Blanguyung, mematahkan lehernya dan mati.

Setelah I Blanguyung mati, raja ingat bahwa dia merindukan I Blanguyung. Kemudian dia menghela napas dan mendongak. Ada penampakan I Kelesih di tengah sungai. Kelesih segera berlari ke Sangmongé. Setelah I Kelesih pergi, konon raja sekarang sedih karena anjingnya telah mati. Tak lama kemudian cerita itu sampai ke I Kelesih dan I Sangmong, karena I Kelesih telah berhasil membunuh I Blanguyung, sekarang pantas untuk menempatkan raja di sini.