Terjemahan Cerita I Tuma Tekén I Titih
Ada sebuah kisah yang diceritakan “I Tuma dan I Titih”. Konon, ada seekor hewan kecil bernama I Tuma yang tinggal di tempat tidur Raja Agung. Ia sangat kenyang karena selalu mendapat hisapan darah Raja, hingga menjadi gemuk. Konon, temannya, I Titih, tinggal di antara paraban Ida Anaké Agung.
Karena melihat I Tuma gemuk dan kurus, ia menghampiri I Tuma dan berkata, “Ya, ketika aku masih Jero Gede Tuma, aku terkejut melihatmu sangat sibuk. Aku akan menuruti semua perintahmu.”
I Tuma menjawab, “Wahai Titih, jika benar seperti yang kau katakan, aku akan membawamu ke sini. Tetapi bersiaplah untuk melaksanakan nasihat ayahku. Jangan mengikuti keserakahan, kejahatan, dan kebenaran.” Begitulah kata Tuma kepada Titih.
Sekarang ia sudah menikah. Titih sangat senang menjadi murid Tuma. Suatu hari, raja sedang tidur. Tiba-tiba, Titih hendak menggigit. Tuma berkata, “Oh Tittih, jangan gigit Raja, karena dia belum tidur.” Tetapi Tittih keras kepala, tidak mau disuruh, jadi dia langsung menggigit tubuh Raja. Karena keras kepala, Raja terbangun.
Raja segera memerintahkan para pelayannya untuk mencari Tittih. Ketika Tittih berbalik, ia melihat di bawah tempat tidur, menemukan seorang pria dan seorang wanita, dan membunuh mereka. Ketika Tittih berbalik lagi, ia melihat Tuma di tepi tempat tidur. Di sana ia terbunuh. Setelah kematian Tuma dan Tittih, itulah kisah orang serakah yang tidak dapat mengendalikan nafsunya, pasti akan menemui bencana.
