Terjemahan Cerita Rsi Srengga
Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh “Rsi Srengga”. Dikatakan bahwa di sebelah utara Sungai Gangga terdapat sebuah negeri besar dan terkenal, seperti Taman Indra Buana di bumi, yang disebut Jagat Kosala. Kuil tersebut dibangun oleh Raja Manu Tuturan Surya Wangsa yang dipuji dan dimuliakan di dunia.
Istana tersebut disebut “Ayodia Pura” dan penguasanya adalah Raja Dasaratha. Ia sangat mahir dalam semua tatwa dan vedamantra. Mengetahui dunia akhirat, pahlawan dalam pertempuran, semua musuhnya telah pergi ke neraka, dekat dengan raja. Ia mencintai teman-temannya, berbakti kepada para dewa dan leluhur, berbakti kepada para biksu, seperti Dang Hyang Purohita, tidak menyukai lima pengorbanan. Itulah sebabnya negeri Kosala makmur. Raja sangat terkenal di dunia karena kekuatan dan keberaniannya seperti Hyang Indra, ia tidak pernah mendapat masalah karena ia pascita dalam hal semua aturan raja.
Meskipun begitu, karena kemampuannya untuk memerintah dunia, kini ada yang mengkhawatirkan hatinya, karena ia belum memiliki anak laki-laki, meskipun telah menikah sejak lama. Karena itu, ia memutuskan untuk mengadakan upacara pengorbanan agar istri-istrinya segera melahirkan seorang putra yang hebat. Kini para pendeta dan orang bijak Ayodia diundang ke istana.
Dikatakan bahwa pada hari pertemuan, para tamu sudah berada di dekat pemakaman. Raja Dasaratha telah meninggalkan istana, kemudian memasuki istana dan duduk di singgasana.
Raja berjalan dengan tenang tanpa mengucapkan sepatah kata pun, semua orang menatap wibawa raja, seolah-olah Dewa Indra sedang bersujud. Kemudian raja berbicara kepada semua pelayannya. Isinya adalah mengadakan upacara pengorbanan, yang akan bergantung pada kekuatan pikirannya untuk dapat menghasilkan seorang putra yang hebat. Pertemuan itu berlangsung sesuai perintah raja, dan dihadiri oleh semua biksu dan pelayan.
Karena disebut nyarik bebaosan, pakinkin yadnya segera dilaksanakan, para pelayan pria dan wanita dengan senang hati mempersembahkan jasa mereka, para pria menyiapkan tempat, para wanita membuat saopakaning yadnya. Para pelayannya dikirim untuk mengundang para tetua dan biksu dari negeri Kosala untuk berkunjung.
Konon biksu yang melakukan pengorbanan itu bernama Ida Rsi Srengga, seorang biksu agung, yang memperhatikan semua pengorbanan. Sesuai dengan kehendak raja, Rsi Srengga diangkat sebagai Dang Hyang Purohita di istana Ayodhya.
Singkatnya, para pelayan telah mempersiapkan tempat dan upacara tersebut sejak lama, dan sekarang semuanya sudah siap. Terutama, tanaman seperti pohon, padi, daarasep, bunga-bunga harum, dan semua buah-buahan sudah siap, begitu pula santan, empehan, madu, minyak koja, cuba, dan bagian atas tempat tidur, semuanya murni, sudah lengkap dengan katragiang emas.
Konon, Rsi Srengga duduk dan beribadah sambil melantunkan japa mantra kepada Dewa Brahma. Berkat jasa dan kebaikan Rsi Srengga, Dewa Brahma memberikan hadiah kepada Rsi berupa mutiara yang sangat berharga. Mutiara itu kemudian dipersembahkan kepada raja.
Dikatakan bahwa air suci keluar dari mutiara tersebut dan diminta oleh istri raja. Seperti mutiara, semua istri raja hamil. Setelah sekitar sembilan bulan, semua putra lahir dan diberi nama, seperti: Rama, Bharata, Lakshmana, dan Satrugna.
