Terjemahan cerita I Belog Bébék Puyung
Ada sebuah cerita “I Belog Bébék Puyung” I Belog hanyalah seorang pria yang sangat bodoh. Karena kebodohannya, ia dipanggil I Belog. Suatu hari ia pergi ke pasar untuk membeli bebek untuk ibunya. Kemudian ia diberi uang oleh ibunya dan berkata demikian, “Ih Belog, pergilah ke pasar, belilah dua bebek, uangnya banyak. Pilihlah bebek yang gemuk!”
Tak lama kemudian I Belog tiba di pasar. Ia segera pergi ke penjual bebek. Ia berkata, “Tuan, saya membeli dua bebek. Pilihkan saya bebek yang gemuk dan berat!” Konon ia diberi dua bebek yang gemuk. “Tidak, Gus, ini bebek yang gemuk.” Begitu kata pedagang itu, sambil menyerahkan bebek-bebek itu dalam wadah gaangan, I Belog langsung membayar.
Konon setelah kembali, I Belog melewati sebuah lembah yang luas. Ketika Sawiréh melihat air, ia melemparkan bebek-bebek itu ke dalam lubang, dan kedua bebek itu jatuh ke sungai. Aku, Belog, terkejut melihat bebek itu mengapung di air. Aku, Belog, menatap bebek yang mengapung itu dan mendengus. “Wah, bebek kosong yang kubeli. Aku ingin bebek yang gemuk dan berat, tapi pedagang itu memberiku bebek kosong. Pertama-tama, aku marah.” Karena kesal dan marah, ia pun marah, membuang pakaiannya, dan pulang.
Ketika aku, Belog, sampai di rumah, ibunya sudah menunggunya, tetapi sayangnya ia tidak membawa bebek. Ibunya berkata, “Oh, Belog, kenapa kamu pulang? Kamu kan bebek?” Aku, Belog, menjawab, “Aku beli bebek, tapi pedagang itu memberiku bebek kosong. Tiba-tiba bebek itu jatuh ke sungai, dan mengapung. Aku marah ketika meninggalkannya di sana.”
Ketika aku, Belog, menjawab, ibunya berteriak, “Kamu seperti namamu, bodoh, bodoh. Kalau bebek itu benar-benar suka air, pandai berenang, pasti akan mengapung. Kalau kamu tidak menyelam ke air, dasar bodoh. Pergi ke sungai!” “Jika kau tidak datang bersama Cai, kal kenta Cang nas Ciné!” Kau adalah manusia terkutuk, yang tidak tahu timur dan barat. Saat kau lahir sebagai manusia, kau tidak layak menjadi hewan.”
Konon, I Belog teringat suara ibunya, dan ia pergi ke sungai tempat bebek itu tenggelam. Nah, begitulah cara orang menjadi bodoh karena tidak mau belajar. Oleh karena itu, marilah kita semua berjalan, belajar giat, belajar giat semua hobi yang harus dipelajari agar mereka bisa menjadi bijak, memperoleh nilai pengetahuan dan keterampilan untuk digunakan sebagai senjata, dalam melanjutkan hidup mereka.
