Sampik Ingtai


Terjemahan Cerita Sampik Ingtai

Konon, ada seorang Mayor yang tinggal di Waciu Negari, yang memiliki seorang putri bernama Nyonyah Ingtai yang telah dewasa. Nyonyah Ingtai memutuskan untuk bersekolah di Angciu Negari, lalu menari bersama orang tuanya. Namun, orang tuanya tidak mengizinkannya. Nyonyah marah, tetapi orang tuanya tidak bisa menghentikannya.

Nyonya Ingtai keluar dan menyamar, rambutnya dicukur, dan ia mengenakan pakaian pria. Konon, di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pria bernama Babah Sampik, dari Bociu Negari, yang memiliki tujuan yang sama untuk bersekolah di Angciu Negari. Di sana mereka berjabat tangan, memperkenalkan diri, dan menjalin persahabatan serta bersumpah untuk mati bersama.

Konon, setelah sampai di Angciu Negari, keduanya bersekolah dan diterima sebagai murid. Babah Sampik dan Nyonyah Ingtai pindah ke sebuah kamar, hanya menyewa satu kamar saja. Ni Nyonyah sangat khawatir karena ia seorang wanita, tidur dengan seorang pria, I Babah Sampik. I Nyonyah Ingtai membuat uwar-uwar, tempat tidur ditutupi dengan sabuk agar tidak saling bergesekan. Babah Sampik mematuhi isi perjanjian tersebut. Siapa pun yang melanggar akan didenda berupa kertas, tinta, dan tinta yang digunakan untuk menulis pada waktu itu.

Tiba-tiba, I Nyonyah membuka mulutnya kepada I Babah Sampik karena ia dihukum oleh I Babah Sampik. Nyonyah Ingtai dengan setia membayar denda kepada Babah Sampik. Belum lagi berapa lama mereka telah berteman, tidur bersama, bersenang-senang bersama, seperti saudara kandung.

Setelah beberapa saat, I Nyonyah berhenti menyamar, ia segera menunjukkan dirinya, ia berpakaian seperti wanita. Di sana, Babah Sampik sedih, menyesal telah tidur dengan wanita seperti Nyonyah Ingtai untuk waktu yang lama.

Sejak saat itu, Babah Sampik semakin dekat dengan Nyonyah Ingtai. Saat sedang menikmati keharuman bunga karasmen, Babah Sampik belum menikmati cintanya, lalu datanglah utusan Nyonyah Ingtai bernama I Congliwat, menyuruhnya kembali ke Waciu Negari. Saat itu, Nyonyah belum menerima cinta Babah Sampik.

Di sana, I Babah Sampik sangat marah kepada utusan Nyonyah hingga terjadi pertengkaran hebat. Nyonyah berhasil menenangkan amarah Babah Sampik. Nyonyah hendak pulang hari itu, tetapi Babah Sampik memintanya untuk datang ke Waciu Negari dalam sepuluh hari, dan Nyonyah mengulanginya tiga kali. Babah Sampik mengira akan sampai tiga puluh hari.

Tak lama kemudian, tiga puluh hari kemudian, Babah Sampik datang bersama keluarganya mengunjungi Ni Nyonyah di Waciu Negari. Jadi, ia tidak diterima oleh Nyonyah Ingtai dan I Babah Sampik diusir karena tidak menepati janji.

Babah Sampik kini kembali ke Bociukuta. Sejak saat itu, Babah Sampik menderita sakit hati dan kemudian bunuh diri. Tetapi dapatkah I Babah Sampik dan I Nyonyah Ingtai bertemu dan saling mencintai di keabadian? Ketika I Nyonyah menikah dengan I Bandar Macun, di tengah jalan di sini untuk sementara waktu di makam I Babah Sampiké, kemudian melakukan ibadah di makam I Babah Sampiké.

Konon, ketika makam dibuka, I Nyonyah segera masuk dan memanjat atap makam. Ketika makam digali oleh I Macun, I Nyonyah dan I Babah Sampik tidak ditemukan, tetapi ada tanda dua kupu-kupu, jantan dan betina, terbang menuju surga. Jiwa keduanya datang ke surga untuk duduk di dua puluh lima gunung, ditemani oleh sosok dewi, bahagia di surga.