Usadha – Dharmaning Balian Rp. 180.000

Penyusun : Komang Putra
ISBN : -
Tahun : 2026
Konten : A5 • 375 pages Hitam Putih
Bahasa : Bali • Indonesia
Cover : Hardcover
Kertas : Book Paper Cream

TOKOPEDIA ORDER WA

Buku Usadha – Dharmaning Balian –

Masyarakat Bali hidup dan berinteraksi secara konstan dalam dualitas eksistensial yang saling melengkapi dan tidak terpisahkan : dunia sekala (dunia fisik, sadar, rasional, dan nyata yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia) dan dunia Niskala (dunia metafisik, tak kasatmata, dan psikis yang diyakini secara dogmatis dihuni oleh roh, leluhur, serta entitas Dewa).

Dalam paradigma etnomedis dan teologi Bali, suatu penyakit —baik itu yang bermanifestasi sebagai keluhan fisik secara klinis maupun gangguan kejiwaan yang abstrak — selalu diinterpretasikan sebagai akibat langsung dari terganggunya harmoni yang esensial antara kedua dunia tersebut.

Landasan filosofis dari seluruh praktik penyembuhan tradisional ini bertumpu secara kokoh pada ajaran Tri Hita Karana, sebuah doktrin universal Hindu Bali yang menekankan pentingnya menjaga tiga relasi fundamental agar kehidupan manusia senantiasa berada dalam kondisi yang harmonis, damai, dan sejahtera. Ketiga relasi fundamental tersebut mencakup keseimbangan spiritual dan ekologis yang ketat.

Dalam konteks kosmologi yang saling terhubung secara absolut inilah eksistensi seorang Balian (penyembuh tradisional, yang sering diterjemahkan secara kurang tepat sebagai dukun atau shaman dalam terminologi Barat) menjadi sangat krusial dan tidak tergantikan. Seorang pengusadha (Balian) di Bali bukan sekadar praktisi pengobatan alternatif marginal, melainkan berperan secara simultan sebagai mediator dimensi, teolog, psikolog kultural, dan agen penjaga keseimbangan kosmos.

Praktik pengusadha yang mereka jalankan tidak boleh direduksi, diremehkan, atau dipandang sekadar sebagai metode primitif atau praktik magis kuno yang usang. Sebaliknya, hal tersebut harus dipahami sebagai warisan kearifan lokal yang sangat sistematis dan berharga dalam menjaga keharmonisan tatanan kosmos serta kejiwaan manusia.

Balian bekerja di wilayah persimpangan yang rumit antara realitas medis empiris dan dimensi spiritual yang tak terbatas, memanfaatkan pengetahuan yang disandikan dari teks-teks kuno (lontar), intuisi transenden, anugerah yang spontan, serta manipulasi energi alam raya untuk mengembalikan ekuilibrium pada tubuh jasmani dan rohani pasien. Begitu pentingnya peran mereka, sehingga di Bali para Balian dipandang memiliki status sosial dan tingkat penghormatan yang sepenuhnya setara dengan dokter medis modern, dengan masyarakat sering kali berkonsultasi kepada keduanya secara bergantian atau bersamaan untuk memastikan kesembuhan yang paripurna.