Upaya Menuju Harmonisasi

Ketegangan sosial yang ditimbulkan  oleh agama masih sering terjadi. Agama sebagai  jalan hidup  seolah maknanya  telah bergeser  dan menjadi salah satu  biang dari setiap  pertumpahan  darah serta  kekerasan yang  terjadi  sehingga dapat mengancam  disintegrasi  dan disharmoni dalam masyarakat. Sebagai sebuah potensi  konflik  yang sangat  potensial  maka untuk  dapat  meredam  konflik yang  kemungkinan  yang ditimbulkan,    berbagai … Detail



Perkawinan Nyerod dalam hukum adat (dresta) Bali

Bagi masyarakat Hindu Bali, soal perkawinan mempunyai arti dan kedudukan yang khusus dalam dunia kehidupan mereka. Perkawinan dalam agama Hindu diharapkan menjadi sebuah hubungan yang kekal antara suami dan istri. Istilah perkawinan sebagaimana terdapat di dalam berbagai sastra dan Kitab Hukum Hindu (Smriti), dikenal dengan nama Wiwaha. Peraturan-peraturan yang mengatur tata laksana perkawinan itu merupakan… Detail



Astungkara, Doa Pengharapan Vibrasi Spiritual Hindu

Astungkara yang sudah semakin akrab di telinga umat Hindu, adalah doa pengharapan sekaligus pemanis pembicaraan agar ada vibrasi spiritual Ketuhanan dalam ajaran Hindu.  Ucapan itu adalah suatu cara untuk membuat diri manusia berada dalam vibrasi ketuhanan. Tak bisa dipungkiri bahwa ucapan suci muncul dalam bentuk doa, yang mengkaitkan antara vibrasi diri dengan vibrasi ilahi, diantaranya dapat dalam bentuk… Detail



Akulturasi Budaya Hindu & Islam di Bali

Interaksi antara penduduk Pulau Bali yang beragama Hindu dengan orang yang memeluk agama Islam yang datang ke Bali beberapa abad yang lalu sangat memungkinkan mereka saling mempengaruhi, baik dari segi sosial mahupun budaya. Hal itu dapat dibuktikan dengan ditemui manuskrip lama Bali yang bernuansa Islam. Antaranya ialah Geguritan Nabi Muhammad tentang pemujaan kepada Allah dan… Detail



Stuktur & Makna Pura di Bali berdasarkan Asta Kosala-Kosali

Konsep bangunan Pura di Bali mengacu pada pemahaman umat Hindu Bali terhadap Alam dan ajaran agama Hindu. Konsep pembuatan arsitektur Pura mengacu pada Sastra /Lontar Asta Kosala-Kosali yang di dalamnya terdapat falsafah perwujudan arsitektur Pura yaitu Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, Nawa Sanga. Ketiga falsafah tersebut menjadi dasar pembuatan arsitektur Pura yang di dalamnya… Detail



Pro dan Kontra antara Catur Wangsa, Kasta & Catur Warna

Adanya Kasta dimulai sejak jamannya Max Muller,  menterjemahkan Catur Warna sama dengan empat colour/ras. Bukti kesalahan Muller: Bagawan Wiyasa ( jawa disebut Abiyoso) berkulit hitam,hidung lebar,bibir tebal, mata mellotot,  jelas bukan ras Arya yang berkulit terang, hidung mancung, mata biru. Kasta tidak pernah ada di India contohnya:  Bambang  ekalaya seorang rakyat biasa bisa menjadi ksatrya, Radeya… Detail



Makna & Filosofi Kain Poleng Bali

Kain Poleng bermotif kotak dengan warna hitam-putih sudah menjadi bagian dari kehidupan religius umat Hindu di Bali sehingga kain poleng (kotak-kotak hitam-putih) ini menjadi salah satu icon ciri khas Bali. Tidak saja digunakan untuk keperluan religius yang sifatnya sakral, kain poleng juga banyak digunakan untuk hal-hal yang sifatnya profan atau sekuler. Penggunaan kain poleng biasa… Detail



Mengenal Kain Tenun Endek & Songket Bali

Kain Tenun bukan hanya buah keterampilan turun-temurun bagi masyarakat Bali, melainkan juga bentuk identitas kultural dan artefak ritual. Di luar lingkup tradisi masyarakat daerah tujuan wisata, kain tenun Bali pun tidak sebatas cendera mata atau sekedar oleh-oleh khas Bali semata, tetapi terus berkembang sebagai komoditas ke dunia fashion yang berbasiskan budaya. Seperti halnya masyarakat pengrajin… Detail