Lontar Sundarigama

Tatacara Pelaksanaan Upacara dalam Lontar Sundarigama

Isi dari lontar ini adalah tatacara pelaksanaan upacara agama, yang merupakan sabda bhatara guru (Siwa) kepada para pendeta yang menjadi penasehat raja. Karenanya Sundarigama dipandang sebagai tradisi suci yang patut diwariskan secara turun-temurun dan patut disampaikan kepada setiap umat dan krama bali, agar wilayah tempat dilaksanakan upacara menjadi tentram dan kehidupan warga/rakyat pun menjadi sejahtera…. Detail



Tutūr Aji Śaraśwatī

Sabda (Suara), Aksara dan Pemujaan dalam Tutūr Aji Śaraśwatī

Tutur adalah teks yang berisi ajaran dan nasihat. Tutūr Aji Śaraśwatī berisi tentang ajaran kesehatan jasmani, rohani, dan kehidupan setelah mati (kamokṣan). Pembahasan dimulai dengan penjabaran makna simbolik dalam jenis (swalalita, wrĕśastra, modre) berserta fungsi aksara Bali. Hal ini dijelaskan pada awal kalimat pembuka naskah “wnang hingangge de sang wruhring sahalwaning akṣara wāya, prajñan ring… Detail



Lontar Pangujanan, untuk menurunkan Hujan

Lontar Pangujanan, untuk menurunkan Hujan

Pangujanan adalah panduan untuk memanggil atau mendatangkan hujan. Lontar ini dimulai dengan gambar seekor buaya, dan kaitan antar lontar pemanggil hujan dengan buaya mungkin berasal dari pengamatan bahwa buaya lebih umum berkeliaran pada masa hujan lebat.   ᬧᬗᬸᬚᬦᬦ᭄ ᭛᭐᭛᭟ ᬦ᭄ᬬᬦ᭄ᬧᬗᬸᬚᬦᬦ᭄᭞ ᬫ᭄ᬯᬂᬧᬗᬸᬦ᭄ᬤᬂᬢᭀᬬ᭞‌ ᬰ᭞ ᬯᬶᬗ᭄ᬓᬄᬳᬜᬃᬭᬶᬂᬫᬃᬕ᭄ᬕᬳᬕᬸᬂ᭞ ᬭᬚᬄᬩ᭄ᬯᬬ᭞ ᬲ᭞ ᬧᬶᬲᬂᬩᭂᬫ᭄ᬩᬂ᭞ ᬲ᭄ᬥᬄᬳᭀ ᬧᬦᬾᬳᬜᬃᬫᬶᬲᬶᬯᬾ᭞ ᬕᭀᬦᬶᬂᬓᬬᬸᬢᬶᬦᬸᬫ᭄ᬧᬂ᭞ ᬧᬦᬸᬢᬶᬕ᭞ ᬯᬶᬗ᭄ᬓᬄᬍᬩᭀᬓ᭄ᬭᬶᬂᬧᬦᬾ᭞ ᬳᬶᬦᬶᬦ᭄ᬤᬶᬄᬧ᭄ᬗᬲᭂᬧᬦ᭄᭞ ᬫ᭞ ᬑᬁ᭞ ᬲᬂᬗᬲᬶᬳᬶᬂᬧ᭄ᬭᬦ᭞… Detail



Lontar Tattwa Gama Tiga

Lontar Tattwa Gama Tiga

1b. Om Awighnamastu nama siddam. Pwa ki magama tiga, Gria Badulu. “Om Déwa-déwi Tri déwananem, Tri Murti, Tri Linggatmakem, Tri Purusha, suddhanityem sarwa jagat jiwatmanem. Om guru déwa guru rupem, guru madya guru purwa, guru pantarem, Aem (A-ricem) Brahma Iswara déwam Wisnu jiwatma tri lokem, sarwa jagat prathistanem sarwa wighna winasanem, Shiwa Sadashiwa, tirthan mrethaning… Detail



Gagelaran Japa Mantra Balian Bali

Gagelaran Japa Mantra Balian Bali

Balian usada Bali adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mengobati atau menyembuhkan orang yang sakit dengan ilmu pengobatan atau sastra usada yang dipelajarinya yang dipadukan dengan kekuatan gaib atau magis dari japa mantra. Balian usada biasanya menggunakan sarana dari tumbuh-tumbuhan usada (tanaman obat) bahkan hewan tertentu,untuk mengobati pasiennya dengan diiringi atau diantar oleh doa-doa atau… Detail



Sangkul Putih dan Kusumdewa untuk Pemangku

Sangkul Putih dan Kusumdewa untuk Pemangku

Seorang Pemangku atau Pinandhita dalam melaksanakan tugas dan swadharmanya sebagai orang suci dalam hal melayani umat dan memiliki kawenangan untuk nganteb upacara yadnya harus mengetahui gagelarannya sebagai Pemangku seperti yang tersurat dalam Lontar Sangkul putih maupun Lingganing Kusumdewa. Dalam lontar ini sangat jelas sekali mengenai gagelaran Pemangku itu. Urutan atau eedan yang lumbrah disebut dudonan… Detail



Ageman Pemangku Ngawekasan Yadnya Piodalan

Lontar Ageman Pemangku (Tata Cara Kepemangkuan)

Dalam melaksanakan sebuah yadnya maka akan ada yang disebut tri manggalaning yadnya yaitu, yajamana karya atau orang yang melakukan yadnya/ upacara, sang pancagra/tukang banten, dan sang sadhaka (sulinggih dan pemangku) yang akan muput upakara atau nganteb banten upacara. Keberadaan Pemangku sangatlah penting dalam upacara yadnya. Pemangku dalam melaksanakan swadharmanya harus berlandaskan akan sastra yang menjadi acuan dalam menjalankan sasananya sebagai Pemangku. Dalam menjalankan swadharmaning Jro Mangku, seorang Pemangku harus mengetahui tatacara… Detail



Pañcha Brahmā & Lima Aspek Śiva

Upanishad Pañcha Brahmā & Lima Aspek Śiva

Upanishad Pañcha brahmā (पञ्छब्रह्मा) membahas lima aspek aspek Pañchabrahmā dari Śiva, yaitu Sathyojatha, Aghora, Vāmadeva, Thathpurusha dan Īśāna, atribut, fungsi dan warna masing-masing. Aspek lima kali lipat dari Brahman atau Śiva diwakili oleh lima suku kata yang tersembunyi dalam mantra Panchaksari, “Na-Ma-Si-Va-Ya.” Upanishad juga mengungkapkan fakta bahwa setiap bentuk di alam semesta mengandung lima aspek… Detail



menjaga Kesucian Pura sesuai Lontar Krama Pura

Prilaku menjaga Kesucian Pura sesuai Lontar Krama Pura

Pura adalah tempat suci umat Hindu. Dalam lontar Krama Pura tersurat mengenai tata cara dalam hal berperilaku agar tidak sembarangan di Pura. Hal itu bertujuan untuk menjaga kesucian Pura itu sendiri. Tata cara dalam berperilaku yang tersurat dalam lontar Krama Pura ini merupakan norma kesusilaan yang berlaku bagi setiap umat Hindu khususnya ketika berada di… Detail



Chanakya Niti Sastra

Chanakya Niti Sastra – Ilmu Politik, Kepemimpinan dan Moralitas

Chanakya Niti Sastra secara umum dikenal sebagai ilmu politik dan kepemimpinan. Akan tetapi sesungguhnya ajaran Niti Sastra tidak hanya mengajarkan ilmu politik dan kepemimpinan, melainkan juga mengajarkan bagaimana cara membangun masyarakat yang sejahtera. Kata Niti Sastra memang sudah tidak asing lagi di kalangan tokoh terpelajar, akan tetapi bagi masyarakat yang awam masih terasa asing dengan… Detail