lontar sasih

Lontar Aji Sasih – Hukum Alam, Astronomi dan Spiritualitas

Naskah Lontar Aji Sasih dibuka dengan penegasan bahwa hukum perputaran bulan (Aji Sasih) bersumber dari Sang Hyang Kala Tattwa dan pertemuan antara Sang Hyang Surya (Matahari) serta Sang Hyang Candra (Bulan). Sasih dipandang sebagai “Atma” (Jiwa) bagi alam semesta, sedangkan Wuku adalah “Raga” (Tubuh). Jika keduanya tidak sinkron, maka harmoni dunia akan rusak. Menjadi pedoman… Detail

Lontar Surya Candra

Lontar Surya Candra Tattwa – Sinkronisasi Surya, Candra dan Pengalantaka

Naskah ini berisi hukum Pengalantaka (sinkronisasi hari) dan perhitungan Tithi (hari bulan). Teks di atas adalah transkripsi bagian paling inti yang mencakup seluruh dasar matematis dan hukum ritual yang ada dalam kedua lontar tersebut. Lontar aslinya bisa memiliki bagian pengulangan atau mantra pemujaan yang sangat panjang, namun bagian Tattwa (hukum/inti) yang saya sajikan di atas… Detail

Lontar Wariga Gemana

Lontar Wariga Gemana – Metafisika Waktu dan Kosmologi Bali

Dalam lanskap kebudayaan Bali yang kaya akan simbolisme dan ritual, waktu tidak dipahami sebagai entitas yang linier, hampa, dan netral. Sebaliknya, waktu dipandang sebagai Kala, sebuah kekuatan dinamis yang memiliki kualitas, energi, dan kehendak. Konsep ini melahirkan disiplin ilmu yang dikenal sebagai Wariga, sebuah sistem pengetahuan astronomi dan astrologi yang kompleks yang mengatur ritme kehidupan… Detail

Pecaruan Eka Sata

Caru Penebus Alahing Dewasa Ala

Untuk mengatasi atau menetralisir (nyomia) Alahing Dewasa (hari buruk) ketika sebuah upacara terpaksa harus dilaksanakan pada hari tersebut (karena keadaan mendesak atau Cuntaka ), biasanya digunakan sarana Caru Penebus atau Banten Pemunah. Pelaksanaan Caru Penebus Alahing Dewasa (seperti Caru Eka Sata Ayam Brumbun yang dijelaskan sebelumnya) dilakukan dengan aturan waktu dan kondisi khusus. Caru ini… Detail

Panca Durga

Pañca Durgā – Lima Kekuatan (Śakti) Dewi Durgā

Pañca Durgā adalah konsep penting dalam kepercayaan Hindu Bali, khususnya dalam tradisi Śaiva-Tantra, yang merujuk pada lima manifestasi atau kekuatan (Śakti) dari Dewi Durgā. Kelima kekuatan ini diyakini menguasai lima penjuru mata angin di dunia niskala (tidak tampak) dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam semesta dengan mengendalikan berbagai jenis energi negatif atau makhluk halus…. Detail

Taksu Agama Hindu Bali

Taksu – Sebagai Kekuatan Jati Diri Budaya dan Agama Hindu di Bali

Taksu adalah konsep sentral dalam Agama Hindu Dharma Bali, melampaui definisi sederhana charisma atau daya tarik. Taksu adalah anugerah Ida Sanghyang Widhi Wasa, sering dikaitkan dengan Sang Hyang Semara, yang hanya dapat diwujudkan melalui upaya manusia yang dijiwai oleh Bhakti (pengabdian spiritual), Profesionalisme (Gina), dan disiplin etika (Satyam). Ia berfungsi sebagai indikator spiritual yang dinamis,… Detail

Ajaran Kanda Pat (Catur Sanak)

Kanda Pat Bali Sebagai Kesatuan Filosofi Spiritual Nusantara

Konsep Kanda Pat (Bali) memiliki paralel yang sangat kuat dengan ajaran Jawa Kuno yang disebut Sedulur Papat Lima Pancer (Empat Saudara dan Satu Pusat). Konsep ini diyakini telah eksis dan berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Bali menerima gelombang besar pengaruh keagamaan, sastra, dan filosofi dari Jawa, terutama setelah keruntuhan Majapahit (sekitar abad ke-15… Detail

Dasabayu Dasa aksara

Energi Hidup (Prana) di Dasa Bayu dan Dasa Aksara

Dasa Bayu (Dasa Wayu) adalah konsep penting dalam ajaran agama Hindu, khususnya di Bali, yang erat kaitannya dengan Dasa Aksara (sepuluh akṣara suci) dan prinsip energi kehidupan. Secara harafiah Daśābayu berarti : Daśā berarti “sepuluh”, Wāyu berarti “angin,” “udara,” atau “kekuatan hidup” (Prāṇa). Daśābayu merupakan salah satu dari tiga hal utama yang memberikan kehidupan pada… Detail

Aji Maya Sandhi

Kaputusan (Ajaran) Aji Maya Sandhi

Om Awighnam Astu Namo Sidham. Inilah Beliau Hyang Maya Sandhi yang mewejangkan beberapa ajaran kepada para murid beliau, menguraikan tentang permulaan teijadinya dunia ini. Adapun isi pembicaraan beliau adalah sebagai berikut: Duhai ananda para muridku dengarkanlah kata-kataku yang isinya menguraikan tentang kelengkapan suatu ajaran dan janganlah kalian tiada menaruh kepercayaan, karena ini adalah anugrah dari… Detail

Berbagai Jenis Ulap Ulap Pelinggih dan Bangunan Bali

Ulap-ulap merupakan media dan simbol sakral yang ada dalam kebudayaan Hindu di Bali. Ulap-ulap terbuat dari secarik kain putih dengan berisikan tulisan Aksara Suci (Aksara Modre), gambar dewa-dewi dan juga gambar sejata yang diyakini memiliki kekuatan magis. Ini memberikan pemahaman bahwa dewa/dewi yang bersangkutan memiliki otoritas terhadap bangunan yang sedang dibangun. Dari sudut pandang religi,… Detail