Pranila Pemugaran Pelinggih

Tata Laksana dan Upakara Pemugaran (Pralina) Pelinggih

Dalam struktur teologi Hindu yang diterapkan dalam kebudayaan Bali, setiap entitas material yang telah disucikan — mulai dari Sanggah, Merajan, hingga Pura Kahyangan Jagat — tidak dipandang sekadar sebagai tumpukan batu bata, kayu, dan paras. Bangunan-bangunan ini diyakini memiliki “jiwa” atau entitas spiritual yang dihidupkan melalui serangkaian ritual penyucian yang kompleks. Eksistensi bangunan suci ini… Detail

Melukat

Ritual Melukat untuk Penyembuhan Gangguan Psikosomatik

Dalam lanskap kesehatan masyarakat Bali yang unik, konsep penyakit dan penyembuhan tidak pernah beroperasi dalam ruang vakum biologis semata. Kesehatan dipandang sebagai sebuah kondisi homeostasis dinamis atau keseimbangan (equilibrium) yang rapuh antara unsur mikrokosmos (bhuana alit — tubuh manusia) dan makrokosmos (bhuana agung — alam semesta). Ketika harmoni ini terganggu, penyakit bermanifestasi. Sistem medis tradisional… Detail

Pelaksanaan Natab Banten Otonan

Pedoman Pelaksanaan Natab dan Tetandingan Upakara Otonan

Dalam arsitektur spiritualitas Hindu Bali, kehidupan manusia dipandang sebagai sebuah perjalanan siklis yang tidak berhenti pada satu titik kelahiran biologis semata. Kelahiran manusia ke dunia (Mayapada) merupakan momen krusial pertemuan antara Atma (percikan keilahian) dengan Panca Maha Bhuta (lima elemen alam) yang membentuk Stula Sarira (badan kasar). Oleh karena itu, pemeliharaan kesucian dan penyelarasan energi… Detail

Balian Usada Bali

Analisis Penyakit Niskala dalam Sistem Tenung Bali

Landasan Epistemologis Usada Bali Dalam arsitektur peradaban Bali yang kompleks, kesehatan bukanlah sekadar fenomena biologis yang terisolasi, melainkan sebuah manifestasi keseimbangan kosmis yang dinamis. Masyarakat Bali, yang hidup dalam naungan filosofi Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan), memandang tubuh manusia (Bhuana Alit) sebagai mikrokosmos yang terikat secara intrinsik dengan alam semesta (Bhuana Agung). Struktur kesehatan… Detail

lontar wariga belog

Lontar Wariga Belog – Sains Intuitif Kearifan Ekologis Bali

Lontar Wariga Belog, sebuah naskah tradisional Bali yang menawarkan perspektif unik dan inklusif dalam sistem penanggalan dan tata hidup masyarakat Bali. Jika naskah seperti Surya Candra Tattwa dianggap sebagai “Sains Astronomi” sebagai salah satu perhitungan Kalender Bali yang rumit, maka Wariga Belog adalah “Kebijaksanaan Intuitif” yang berbasis pada observasi alam secara langsung. Lontar Wariga Belog adalah… Detail

lontar sasih

Lontar Aji Sasih – Hukum Alam, Astronomi dan Spiritualitas

Naskah Lontar Aji Sasih dibuka dengan penegasan bahwa hukum perputaran bulan (Aji Sasih) bersumber dari Sang Hyang Kala Tattwa dan pertemuan antara Sang Hyang Surya (Matahari) serta Sang Hyang Candra (Bulan). Sasih dipandang sebagai “Atma” (Jiwa) bagi alam semesta, sedangkan Wuku adalah “Raga” (Tubuh). Jika keduanya tidak sinkron, maka harmoni dunia akan rusak. Menjadi pedoman… Detail

Lontar Surya Candra

Lontar Surya Candra Tattwa – Sinkronisasi Surya, Candra dan Pengalantaka

Naskah ini berisi hukum Pengalantaka (sinkronisasi hari) dan perhitungan Tithi (hari bulan). Teks di atas adalah transkripsi bagian paling inti yang mencakup seluruh dasar matematis dan hukum ritual yang ada dalam kedua lontar tersebut. Lontar aslinya bisa memiliki bagian pengulangan atau mantra pemujaan yang sangat panjang, namun bagian Tattwa (hukum/inti) yang saya sajikan di atas… Detail

Lontar Wariga Gemana

Lontar Wariga Gemana – Metafisika Waktu dan Kosmologi Bali

Dalam lanskap kebudayaan Bali yang kaya akan simbolisme dan ritual, waktu tidak dipahami sebagai entitas yang linier, hampa, dan netral. Sebaliknya, waktu dipandang sebagai Kala, sebuah kekuatan dinamis yang memiliki kualitas, energi, dan kehendak. Konsep ini melahirkan disiplin ilmu yang dikenal sebagai Wariga, sebuah sistem pengetahuan astronomi dan astrologi yang kompleks yang mengatur ritme kehidupan… Detail

Pecaruan Eka Sata

Caru Penebus Alahing Dewasa Ala

Untuk mengatasi atau menetralisir (nyomia) Alahing Dewasa (hari buruk) ketika sebuah upacara terpaksa harus dilaksanakan pada hari tersebut (karena keadaan mendesak atau Cuntaka ), biasanya digunakan sarana Caru Penebus atau Banten Pemunah. Pelaksanaan Caru Penebus Alahing Dewasa (seperti Caru Eka Sata Ayam Brumbun yang dijelaskan sebelumnya) dilakukan dengan aturan waktu dan kondisi khusus. Caru ini… Detail

Panca Durga

Pañca Durgā – Lima Kekuatan (Śakti) Dewi Durgā

Pañca Durgā adalah konsep penting dalam kepercayaan Hindu Bali, khususnya dalam tradisi Śaiva-Tantra, yang merujuk pada lima manifestasi atau kekuatan (Śakti) dari Dewi Durgā. Kelima kekuatan ini diyakini menguasai lima penjuru mata angin di dunia niskala (tidak tampak) dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam semesta dengan mengendalikan berbagai jenis energi negatif atau makhluk halus…. Detail