Seluk-beluk Alam Astral (Niskala)


Orang Bunuh Diri dan Mati Kecelakaan

Orang demikian seolah-olah nyawanya seperti dicabut dengan paksa dari badan wadagnya, seperti tergesa-gesa, sedangkan badannya sehat dan kekuatannya masih penuh.

Lain dengan orang yang meninggal dunia karena usianya sudah lanjut atau karena sakit atau secara wajar. Dalam keadaan seperti ini, maka ikatan jiwa dengan keadaan duniawi seluruhnya sudah menjadi lemah. Mungkin juga bagian-bagian kasar badan astral itu sudah ditanggalkan, sehingga jiwanya mungkin sudah berada di bagian keenam alam astral, atau mungkin lebih tinggi. Bagian-bagian rendah itu telah disiapkan untuk dipisahkan dan oleh karena itu terlepasnya jiwa dari badan wadag berjalan dengan baik dan tidak secara mendadak.

Jika mati orang disebabkan kecelakaan atau karena bunuh diri, maka persiapan di atas tidak ada untuk perpisahan. jiwa berlangsung seperti pengambilan biji dari dalam buah yang belum masak, artinya harus ditarik keras-keras dari dalam buah. Akibatnya bagian kasar badan astralnya, yaitu sebagai zat-zat astral dari bagian kasar masih kuat lengket pada personalitas. Akibatnya jiwa itu terpaksa berada di bagian alam astral terendah.

Hal ini sudah dibicarakan, sama sekali tidak seperti di tempat peristirahatan yang menyenangkan. Namun keadaan tersebut bagi tiap orang tidak sama, sekalipun semuanya terpaksa berada di tempat yang sama, Orang yang mengalami kematian mendadak, tetapi selama hidupnya ia senantiasa hidup baik, tidak mempunyai pengaruh menyakitkan dengan bagian alam tersebut.

Sebaliknya orang yang pada waktu hidupnya jiwanya sangat rendah dan jahat perbuatannya, hanya memikirkan kepentingan diri sendiri penuh dengan nafsu’bermacam-macam,” ia akan’ mempunyai kesadaran sepenuhnya di tempat yang menyedihkan ini, karena kesadarannya masih sangat kuat akan hal duniawi.

Mungkin juga ia mengembangkan diri menjadi mahluk jahat yang sangat menakutkan. Apa yang menjadi kesenagannya dan keinginan selama di dunia ia hidup secara fisik, semua itu tidak dapat dipenuhi secara langsung di dunia astral. Oleh sebab sekarang tidak mempunyai badan wadag lagi untuk memenuhi nafsu hewaniah yang sangat rendah. Nafsu-nafsu demikian hanya dapat dipenuhi melalui orang yang peka. Untuk keperluan itu jiwa tersebut harus memasuki badan mereka.

Ia dapat merasakan kesenangan rendah dengan menggambarkan segala macam kesenangan rendahnya, di dalam orang-orang yang ditempeli. Ia dapat menggunakan alam astral untuk berbuat demikian dengan kekuasaannya. Maksudnya agar ia dapat membuat orang lain berbuat memenuhi keinginannya sendiri. Perbuatan demikian tentu akan sangat merusak bagi mereka itu. Mahluk demikian banyak didengar dalam cerita-cerita kuno.

Dia itulah yang disebut “setan” yang mendorong manusia untuk melampiaskan hawa nafsu dengan melampaui batas, sangat jahat, sangat kejam dan dapat membuat mangsanya menjalankan kejahatan di luar batas kekejaman. Namun mereka itu tidak akan dapat menggoda orang-orang yang berpikiran suci dan bertujuan luhur. 

Jika orang memiliki penglihatan batin yang sudah terbuka, sering akan meliihat golongan mahluk ini berada disekitar tempat tempat-tempat yang sesuai dengan keinginannya. 

Mengenai keadaan orang yang telah bunuh diri, sifatnya sangat ganda, karena perbuatan demikian dilakukan dengan cepat, sehingga kekuatan Ego menjadi berkurang untuk dapat menarik bagian rendah dirinya ke dalam diri sendiri dan oleh karena itu membuat dirinya mudah menemui bahaya-bahaya tambahan. Namun orang juga harus ingat bahwa orang yang bunuh diri, keadaannya berbeda-beda dari yang melakukannya karena tekanan moral.
Kematian bunuh diri karena tekanan moral, karenai ngin melepaskan diri dari keterlibatannya dari perkara, maka keadaan jiwa-jiwa mereka di alam astral juga sangat berbeda-beda.

Perlu dicatat di sini, bahwa golongan mahluk-mahluk astral ini, seperti juga jenis “bayangan” dan mayat astral, yang telah diberi kekuatan hidup, seluruhnya dapat digolongkan sebagai sejenis hantu, yang jika ada kesempatan dapat menyedot daya kekuatan dari orang masih hidup, jika orang itu memang dapat dipengaruhi. Seorang pelajar okultisme diberi pelajaran bagaimana melindungi diri agar tidak diambil daya kekuatannya. Tanpa pengetahuan sukar memang bagi seseorang yang ada di dekat perewangan untuk menolak pengambilan kekuatannya oleh mahluk astral.


Sumber

THE ASTRAL PLANE

its scenery, inhabitants and phenomena
By cw. leadbeater



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

HALAMAN TERKAIT
Baca Juga