Lontar Dewa Tattwa


Download Konten PDF – 12 Bulan

Rp 110.000,00


Penting – Mohon untuk dibaca :

  • Donasi ini bukan sebagai “penjualan konten atau konten berbayar“, karena “tanpa donasipun” user tetap dapat membaca seluruh konten yang ada di website Blog Bali ini. Isi serta format sama dengan apa yang akan di download ke PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan. Konten akan terus ada penambahan, dan bebas untuk download konten baru selama akun aktif.
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk pendaftaran dan Login.  Seringkali user ada kesalahan ketik saat memasukan alamat email ( baik saat mendaftar maupun saat login), mohon pastikan dan teliti kembali email yang digunakan sebagai username.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran ke admin, karena sistem pembayaran melaui Gateway iPaymu dan akan diteruskan secara otomatis oleh pihak iPaymu ke admin web untuk aktivasi akun.
  • Aktivasi Akun oleh Admin : 1×24 jam (paling cepat 2 jam dan paling lama 24 jam hari kerja,  diluar hari libur umum) setelah pembayaran diterima dari iPaymu oleh pihak Blog Bali. Mohon untuk bersabar.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login sesuai dengan Link Login yang ada di email.
  • Sebelum anda merima email aktivasi dari Blog Bali, mohon untuk Tidak mengulangi pendaftaran.
  • Lakukan Login sebelum Download.
  • Jika anda lupa password, lakukan Reset Password.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini
  • Jika kurang jelas dapat melihat petunjuk pendaftaran dan login di link ini.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.

Mengapa status transaksi masih PENDING sedangkan dana saya di Bank sudah berkurang?

​Transaksi VA ini (Virtual Account) melalui ATM/Internet banking/Mobile Banking dilakukan melalui kliring (SKN/LLG) agar dana bisa sampai ke rekening VA tujuan. Dana pelanggan tertahan di sisi bank pengirim dana sampai dilakukan kliring harian. Setelah proses kliring selesai dilakukan maka dana akan masuk ke rekening VA tujuan. Bank akan mengirimkan notifikasi bahwa nomor VA sudah terbayar ke sistem kami untuk melakukan update status.


19a. kiwa, 2, soroh, ring tengen, 2, soroh, ring madhya, 3, soroh, den asangkep genep, ngambil karyyane aywa sira nganugraha wwang ngwangun karyya, yan tan si sang amuja, apana kweh wadakaning lepas, apan sang anugraha lawan sang kalugrahan, lawan sang anukanin, kadi angganing antiga, sapatalangan, luwih puja kurang banten muwang apa, tan suke sangarepin karyya, bwat desanya, sang katrini, kadi krama sang mangwayang, sama ngundang mamredyaken adnya rahasya, sawayang paramata, sang tuminggal arep, nganggon rahayu amredyaken rahayu, dadya singsal wiji-wiji, dadya rusak tatontonane, makana kramanya, sang anugraha

kiri 2 buah, di kanan 2 buah, di tengah 3 buah dengan lengkap. Jika melaksanakan upacara, jangan menganugerahi orang untuk melaksanakan upacara, jika bukan ia yang memuja, karena banyak hal yang dapat lepas, sebab orang yang menganugrahi dan menerima anugerah, serta orang yang membuat kondisinya seperti telor, kebanyakan doa namun kurang persembahan dapat menyebabkan tidak senangnya yang menghadapi sesajen, begitu juga untuk desa, ketiganya seperti orang yang memainkan wayang, juga sama-sama mengundang dengan memunculkan kekuatan pikiran yang rahasia menjadi satu bayangan yang utama, jika salah satunya ada yang meninggalkan, menggunakan kebaikan dengan memunculkan kebaikan, sehingga masing-masing menyimpang, sehingga rusaklah tontonan itu, sehingga orang yang menganugrahi

19b. wawanehan, sakadi wwang angembat watang len, tan kari suka, tan suka alane kapanggih, tan urung kawatang denikang satru, tur amanggih sangsara bwat, tumampuh Yamandiloka, matya sangsara, yatika ariptoti, ala rahat puaranya sang anugraha, mwang sang amuja, apan dudu watange inabetira, mwah kadi angganing bhuktyan wus adukut, sang andaka amuktya sarwwa baksa, apa lwirnya, amuktya sarwwa pragga mwang sarwwa minna, anta bhur wignanya mangkana kramani anugraha, babanehan, mapuara tan sida karya ayu atemuan ala, aywa mangkana, sakadi kocaping arep, telas lina sang putusing anugraha. Nyan cihnaning

seperti orang yang mengambil jenazah orang lain, tidak lagi sukla, sehingga yang tidak sukla menjadi keburukan yang diterima, itu juga menyebabkan mudah dibunuh oleh musuh, selalu bertemu kesengsaraan berat, itulah yang perlu diperhatikan, sangat buruk jadinya orang yang memberi anugerah dan ia yang memuja, sebab bukan mayat yang inabet olehnya, dan seperti tubuh yang dimakan setelah adukut, Sang Andaka memakan segalanya, adapun diantaranya: memakan berbagai tubuh dan berbagai macam ikan, anta bhur wigna-nya, demikian orang yang menganugrahkan, babanehan, menyebabkan upacara tidak berhasil dan menemukan keburukan. Jangan seperti itu, seperti apa yang dijelaskan di depan, sehingga menjadi mati orang yang memberi keputusan tentang anugerah itu. Adapun tanda-tanda

20a. paryangan, katibanan Durmanggala, kadi apa lwirnya yan hana pawaka mthi mwang mrecuandaru, tumiba ring paryangan, mwang alisyus, mwang uyaning kaparaning wong aletuh mwah cuntaka, wenang makarya prayascita, panglukatan papa kludan, mwang kaliput dening megha mwang wang kawasa rupan ipun yadyan ring sor ring luhur, kapasuki wong campur, mwang kalangkahan, pangasalan ika, wenang makaklud ring paryangan ika dening panca sata mwang pamarisudha. Malih yan katuronan hyang ala mwang krami masih sarupan ipun, mwah yan kapancin buron ne tan sumabeng padewasana, cihnaning anemu ala sang madrewe kahyangan, ya/-

tempat suci yang terkena Durmanggala, seperti apa cirinya: jika ada ada orang mati dan mrecuandaru hingga ada di tempat suci, alisyus, dan dimasuki oleh orang yang terkontaminasi dan cuntaka, wajib membuat prayascita, untuk menyucikan kekotoran yang merasuk, begitu juka jika diselimuti kegelapan dan orang yang menguasai wujudnya kadang di bawah maupun di atas, dimasuki orang selingkuh, dan dilangkahi oleh mereka, wajib melakukan kaklud pada tempat suci dengan mempergunakan sesajen dari lima jenis ayam dan penyucian. Begitu juga tempat suci Dewata menjadi buruk dan juga kena dampak dari sejenisnya seperti dimasuki binatang sampai merusak tempat dewata, itu tanda-tanda akan menemukan hal yang buruk bagi orang yang memiliki tempat suci itu,

20b. -/n samangkana, wenang pinahayu dening Panca Tawur, kang nistha madhya uttama, den age aywa ngliwaring tiga byantara, tan siddhakaryya puaranya. Mwah yan hana kukus tanpantara, melebet mwah swara karungu mangayit, tan karasa swaraning sarwwa sarwwa, yan paksi, yan pasu, mwah yan swaraning janma, tiba ring kayangan, dudu sang madrewe kayangan mwang mangkunya lepir, wenang ngaturang guru piduka sakramanya, muwah yan katibanan apuy tanpatara, nadyan linus tanpatara, mwang telas basmi kayangan ika, cihnaning anemu ala, sama adrewe kayangan ika, asotan si naur, wenang nganggih ragem sotri guru piduka. Mwang yan katibanan awus tanpantara, muwa/-

jika seperti itu, wajib dikembalikan menjadi baik dengan Panca Tawur menurut tingkatan kecil, menengah dan utama, yang besar jangan sampai melewati tiga byantara, itu dapat menyebabkan tidak berhasil. Dan jika ada asap muncul tanpa sebab membumbung dan terdengat suara yang menyengat telinga, tidak terasa entah suara apa itu, apakah burung, binatang dan suara manusia yang ada pada tempat suci. Itu sudah pasti pemiliki tempat suci dan pemangku-nya ada kesalahan. Oleh sebab itu wajib mempersembahkan Guru Piduka. Jika terkena api tanpa sebab, dan membara menghancurkan tanpa sebab, sehingga menjadi hancur tempat suci itu, itu tanda-tanda akan mendapat keburukan, sama juga dengan pemilik tempat suci, mungkin karena ada kaul yang belum dibayar. Oleh sebab itu wajin permakluman dengan sesajen Guru Piduka. Dan jika ada terkena angin kencang tanpa sebab dan

21a. -/h salah wetu ring paunyaning kayangan, yadyan sarwwa tumuwuh, mwang sarwwa paksi, sarwwa pasu, yadyan pipatik wenang, mwang wetu ring prethiwi, saking akasa, tiba ring kayangan ika, entyan ta mahala ika yan pangabhaktyaning bhuwana. Mwang pabhaktyaning sang ratu, alanya durbhiksa ikang rat, gering makweh mati, dadi tumpur ikang bhuwana rwa, punggawa, sang ratu kageringan mapwara pejah, satrunya magalak, tur mangrungsit tekaning pasawahanya, asing tinandur tan dadi, pinangan tikus, walang wangit mwang uler, maharig ikang wwang, anweh angemasin pejah mwang patik wenang makweh mati, salwiring paryangan, yan katiban kadi kocaping arep, laranya

ada salah muncul di bangunan suci seperti tumbuh-tumbuhan, berbagai macam burung, berbagai macam binatang, dan berbagai makhluk hidup, begitu juga muncul di tanah da langit yang mengenai tempat suci itu, itu juga sangat buruk jika sebagai tempat persembahyangan dunia. Adapun tempat persembahyangan bagi penguasa, sangat buruk pada dunia, dapat menyebabkan wabah penyakit mematikan, menjadi goyang kedua dunia, punggawa dan penguasa kena penyakit yang menyebabkan kematian, musuk menyerang, dan ada yang merusak persawahan, apapun yang ditanam tidak berhasil, semua dimakan tikus, walang sangit, ulat. Itu sebabnya manusia menjadi kacau, banyak yang mati dan banyak makhluk hidup juga mati. Berbagai tempat suci yang tertimpa masalah seperti itu, keburukannya

21b. kadi kang kocaping arep, ika andawut pada anggawenya kawarnya, salengka-lengka katibanan mrana agung, yan hana kayangan samangkana, wenang pangayu ngwangunang karyya mamungkah mwang pamalik, sumpah panca tawur, janma wenang sakadi kocaping arep, pada masuci laksana, ngiring sang mawarat, ngilangang letuhe ring pinggiring samudra, di rawuhe ri sgara, raris maprayascitta, sane malih tigang dina karyyane, pada ngaturang pangenteg ring Widhi sami, mwang ring Sanggar Paumahane swang, bantene ring Widhi, ajuman putih kuning, mwang daksina, nghing genep tingkahing sasantun, ngiring sang mawabhumi, pada ngwasuha si leteh. Telas. Mwah sa/-

seperti yang dijelaskan di depan, yang selalu terkana hama besar. Jika ada tempat suci seperti itu, wajib mengembalikan agar menjadi baik dengan membuat upacara Mamungkah dan Pamalik Sumpah Panca Tawur. Manusia wajib melaksanakan seperti apa yang diamanatkan di depan dengan melakukan penyucian diri dalam mengabdi dengan pemimpin, menghilangkan kekotoran di pantai. Datang dari laut lalu melakukan prayascita, setelah tiga hari upacara itu dengan mempersembahkan Pangenteg pada semua Widhi dan pada masing-masing Sanggar Paumahan, sesajen pada Widhi dengan ajuman putih dan kuning dan daksina lengkap seperti apa yang disebut sebagai sasantun dengan mengikuti pemimpin untuk melebur kekotoran. Selesai.



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga