Sanggah Kamulan dan Tata Cara Mendirikannya


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Penting :

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk Konfirmasi dan Login.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Aktivasi akun : Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran, karena sistem Gateway  akan melakukan verifikasi otomatis jika pembayaran sudah terverifikasi (sukses) oleh penyedia Payment Gateway di iPaymu. Max. 1×24 jam di Hari / Jam Kerja setelah pembayaran diterima.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini

Jenis-jenis Sanggah Kamulan

Fungsi dan pengertiannya Sanggah Kamulan berdasarkan kondisinya dapat dibedakan menjadi:

  • Turus Lumbung : adalah Sanggah Kamulan sementara, karena satu dan lain hal belum mampu membuat yang permanen. Bahannya dari turus (batang) kayu dapdap (kayu sakti). Fungsinya untuk ngalumbung atau ngayeng Hyang kamulan/Hyang Kamimitan. Satu tahun setelah membuka karang baru diharafkan sudah membangun Kamulan yang permanen.
  • Sanggah Panegtegan : adalah kamulan yang berfungsi sebagai tempat negtegang (membuat ketentraman) dengan memuja Hyang Kawitan bagi mereka yang baru berumah tangga. Kamulan sejenis ini banyak dijumpai di daerah Kabupaten Bangli bagian atas. Setiap mereka yang baru kawin diwajibkan membangun sebuah Sanggah Rong Tiga, sehingga dalam satu pekarangan akan  berdiri beberapa Sanggah Rong Tiga.
  • Kamulan Jajar : sesuai dengan namanya Sanggah kamulan ini memiliki dua saka (tiang) yang berjajar di muka menancap langsung pada bebaturan (paling batur). Selain itu mempunyai ruang tiga berjajar, juga terdiri dari tiga bagian yaitu: bebaturan, ruang lepitan dan ruang gedong sampai atapnya. Ruang lepitan letaknya di bawah rong tiga yang berjajar. Bila dicermati Sanggah ini terdiri dari jajar horisontal dan jajar vertikal, sebagai simbolisasi Hyang Tri Murti dan Hyang Tri Purusa.

Mengenai apa fungsi dari ruang lepitan itu, belum diketahui secara pasti, karena belum ada sumber yang dijadikan acuan. namun ada pendapat yang mengatakan, bila dilihat fungsi Kamulan sebagai palinggih Atma, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Batur Kamulan sthana Atma yang masih kotor, yang baru mendapat tirta pangentas pendem (Rontal Tattwa Kapatian) Rong Tiga terutama kanan dan kiri adalah tempat Atma Suci yang telah dilinggihkan. Kemungkinan menurut perkiraan beberapa orang bahwa ruang lepitan adalah tempat yang dapat dicapai oleh Atma yang sudah diabenkan.

Dengan demikian dapat dikatakan, Sanggah Kamulan terdiri dari tiga bagian kosmos yakni bebaturan, sebagai Bhur-lokha atau Pitra-loka alamnya para pitara, ruang lepitan sebagai Bwah-loka, alamnya para pitara yang sudah diabenkan, dan rong tiga sebagai Swah-loka, alamnya Para Dewa yang dapat dicapai oleh Atma suci (Dewa Pitara) yang telah melalui proses upacara mamukur.

 

Fungsi Sanggah Kamulan

Berdasarkan dari kutipan beberapa sumber maka dapat disimpulkan bahwa fungsi dari Sanggah Kamulan adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan letaknya sebagai Penghulun karang, posisi huluan berdasarkan konsep Rwabhineda dan Uttama mandala dari konsepsi Trihitakarana
  2. Sebagai sthana dan tempat memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam wujud-Nya sebagai Sanghyang Tri Atma (Atma,Sivatma,Paratma) sebagai asal-muasal kehidupan, khususnya di Bumi.
  3. Sebagai sthana Ida Sanghyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Tri Murti (Brahma, Wisnu, Iswara) sebagai Jiwatman (roh) Bhuana Agung (Alam Semesta) dan Sanghyang Tri Purusa, yakni Siwa, Sadasiwa, Paramasiwa yang juga sebagai Bhatara Guru.
  4. Berfungsi sebagai tempat menstanakan roh suci leluhur (Dewa Pitara) yang dianggap manunggal dengan sumbernya, untuk selalu dipuja oleh keturunannya, guna memohon perlindungan, bimbingan dan waranugrahanya
  5. Sebagai tempat pemujaan leluhur dalam rumah tangga di Bali. Diperkirakan ada hubungannya dengan Vastosvati yakni tempat pemujaan leluhur pada setiap rumah tangga Hindu di India.



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

BUKU TERKAIT
Baca Juga