Sanggah Kamulan dan Tata Cara Mendirikannya


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Penting :

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk Konfirmasi dan Login.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Aktivasi akun : Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran, karena sistem Gateway  akan melakukan verifikasi otomatis jika pembayaran sudah terverifikasi (sukses) oleh penyedia Payment Gateway di iPaymu. Max. 1×24 jam di Hari / Jam Kerja setelah pembayaran diterima.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini

 

Ngunggahang Dewapitara Di Sanggah Kamulan

 

Selain tempat memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa, Sanggah kamulan adalah tempat memuja dan menstanakan roh suci leluhur. Agar leluhur dapat berstana di Sanggah Kamulan tentunya melalui proses upacara yang disebut dengan Ngunggahang Dewapitara.

Tata cara mengenai ngunggahang Dewapitara diuraikan dalam Rontal Purwabhumi Kamulan, dan juga pada Rontal Lebur Gangsa. Berikut adalah kutipan Rontal Purwabhumi Kamulan:

Iti kramaning angunggahaken pitra ring kamulan,ring wusing anyekah kurung mwang mukur,

ring tutug rwawlas dinanya,sawulan pitung dinya,kunang wenang magawe bebanteng mangunggahaken pitra agung alit,

lwir pabanten kadi piodalan dewa,maduluran,saji dewa putih kuning mwang jarimpen agung.pesayutan,pengambeyan,

pangulapan,lawerti warna pada matukel,jinah 225,iniketan ring tulup,matatakan beruk misi beras,saha satsat gegantungan,riwus pinuja,

terpana,kinabhaktine dening swagotranira,ring wus mangkana,ikang daksina pangadegan Sang Dewapitara,tinuntunakena maring tengen,

yan wadon unggahaken ring kiwa,irika mapisan lawan dwa hyangnia nguni,winastu jaya-jaya depandhita kinabhaktenana

mwah dening sawargania mwang santananira. Telas mangkana tutug saparikramania,puja simpen pralina kadi lagi.

Ikang adegan wenang lukar saprakarania,wenang gesengakena juga,pushadika winadahan nyuh gading saha wangi,

pendem ring ulwaning Sanggah kamulan,saha raramyania,dening kidung kakawin sakawruhan nira.

 (Rontal Purwabhumi Kamulan,lembar 53)

Tata cara dalam ngunggahang Dewapitara

  • Dewapitara mula-mula dipuja tarpana melalui daksina pangadegan, sebagai simbolik daripada Dewapitara.
  • Setelah puja tarpana, lalu warganya menyembah kepada Dewapitaranya
  • Berikutnya daksina pangadegan Dewapitara itu dituntun ke Sanggah Kamulan.
  • Kemudian dinaikan dan disthanakan. Kalau laki-laki ditempatkan disebelah kanan, sedangkan kalau perempuan ditempatkan disebelah kiri dari ruang kamulan tersebut.
  • Setelah itu kembali dijaya-jaya oleh pendeta, sekali lagi pula persembahan dilakukan oleh keluarga dan keturunannya.
  • Terakhir dilaksanakan puja Pralina yang artinya menyimpan dan mengembalikan kepada asal Dewapitara tersebut. Daksina pangadegan dilukar lalu dibakar. Abunya dikumpulkan dan ditaruh di dalam nyuh gading, disertai wangi-wangian, kemudian ditanam pada hulu sanggah kamulan tersebut.

Mengenai upakara atau bebantenan yang digunakan dalam ngunggahang Dewapitara menurut Rontal Purwabhumi Kamulan adalah bebantenan yang sama seperti bebantenan hari pawedalan dewa dengan disertai:

  • Saji dewa agung
  • Jarimpen agung
  • Sesayut
  • Pengambeyan
  • Pangulapan
  • Panuntunan, yang peralatannya terdiri dari:
    • Tulup yang dialasi dengan beruk berisi beras
    • Uang kepeng 225
    • Benang Tridatu 3 tukel (warna merah,putih,hitam).Uang kepeng dan benang dikaitkan pada tulup.
  • Daksina pangadegan Dewapitara.

Dari uraian di atas ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi yaitu:

Kalimat “irika mapisanan lawan Dewahyangnia nguni”  dapat diartikan menunggalnya Atman individu yang telah disucikan dengan Sumbernya (Hyang Kamulan). Upacara ngunggahang Dewapitara adalah tergolong Dewa Yadnya. Sehingga bebantenannya yang diperlukan sama seperti hari pawedalan dewa, banten apasarean (apemereman). Tentang upacara ngunggahang Dewapitara juga diuraikan dalam Rontal Tutur Plebur Gangsa berikut beberapa baris petikannya:

Iki pebantennia pesakapan Nilapati pangunakarahaken pitra,angunggahaken pitra ring ibu dengen ring kamulan..Yadnya nawur denda kalepasan pitrane sane sampun liwar yadnya lara tan karuwat dening tamba,mwang panglukatan ika wenang tawurin ring pasakapan Nilapati.Yan sira angunggahaken pitra gawenen daksina makadi linggan Sanghyang Atma,sang pandita wenang ngwastonin ring sampune puput raris muspa sami-sami matur ring Dewapitara mangda jenek malinggih ring kamulan.

Dari kutipan di atas perlu digaris bawahi bahwa:

  • Ngunggahang Dewapitara di Sanggah Kamulan disebut sebagai  Pesakapan Nilapati
  • Tempat ngunggahang Dewapitara adalah Ibu dengen kamulan
  • Pada upacara ini diperlukan nawur denda kelepasan pitra. Yang maksudnya adalah penebusan dosa-dosa pitra tersebut yang pernah diperbuat semasa hidupnya
  • Adanya perwujudan Dewapitara berupa daksina palinggan sanghyang Atma
  • Adanya suatu harapan agar Dewapitara abadi bersthana pada Sanggah Kamulan Demikianlah tata cara ngunggahang Dewapitara menurut Rontal Purwabhumi Kamulan dan Rontal Lebur Tutur Lebur gangsa.



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

BUKU TERKAIT
Baca Juga