Bahan Obat-Obatan Untuk Penyembuhan Dalam Usada Bali


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

34. Bayi yang menderita penyakit Bengkak-bengkak (pagentil dan pagentol)

Kalau seorang bayi menderita penyakit di seluruh badannya bengkak-bengkak seperti disengat binatang berbisa, (Bali: pagentil), penyakit ini disebut lnja Katub. Adapun serana untuk menyembuhkannya, rumah binatang Kalisasuan, kapang­gian-tis, bawang, jerangau, kesuna-babeleng, dan ujung pohon mengkudu. Setelah dihancurkan dengan jalan mau/ig lalu dadah, kemudian oleskanlah di mana penyakit si bayi.

Jika si bayi sakit koreng yang pagentol dan sangat gatal, penyakit ini disebut lnja Kratak. Serana untuk mengobatinya, yaitu: kawahwah secukupnya, lengkuwas, daun sirih yang telah tua, buhung ketumbar, babolong, disertai pula tampar hantu, dan kelapa yang telah kering. Setelah macakcak, nyahnyahin hingga tiada kelihatan mengandung air (Bali : iyas), lalu per­gunakanlah menyembur penyakit si bayi .

Apabila seorang bayi bengkak pada tubuhnya seperti bekas disengat binatang (Bali: pagontol), serta sangat sukar atau sangat lama untuk memecah (Bali: encah) penyakit ini disebut Jnja Kakul. Untuk membuat seheb-Nya, daun ujung jarak biasa, disertai dengan minyak kelapa (Bali: lengis tandusan), kemudian dipanggang bagian yang berisi minyak hingga daun jarak itu menjadi layu, lalu perguna­kanlah menekan-kenak bengkek-bengkak pada tubuh si bayi dengan berkali-kali, hingga bengkak-bengkak itu menjadi layu. Selanjutnya, apabila bengkak pada tubuh si bayi telah menjadi layu, buatkanlah obat dengan berserana wong kakul (cendana yang tumbuh di pangkal pohon asam/celagi), bawang, jerangau, bawang putih dan diisi dengan ludah yang ke luar dari orang yang mengunyah/makan sirih (Bali: poos gedubang).

Untuk mengobati lnja Kaku/ yang bengkak dengan ben­tuk bundar-bundar, serananya, yaitu wong Brahma (cendana yang tumbuh di pohon asam yang kemudian menjadi pembunuh pohon itu), babolong, bawang yang telah bercampur adas-pedas, kemudian setelah bercampur, oleskanlah pada tempat penyakit tersebut.

Obat untuk penyakit Inja bengkak serta pagontol, atau penyakit yang disebut lnja Parangan, adapun serananya, kulit labu putih, ubi pohon tabia-bun, bawang, jerangau, kesuna. Semua bahan-bahan itu dibakar dan arangnya uyeg, diisi dengan ludah orang yang sedang makan sirih dicampur kunir, kemu­dian oleskan pada bagian yang bengkak.

Jika bengkak-nya kelihatan sebuh, penyakit ini disebut Inja Manggis. Akan tetapi apabila bengkak itu kadang-kadang kelihatan putih dan sebuh, penyakit ini disebut lnja Wani. Kedua penyakit tersebut sama cara pengobatannya, yaitu dengan berserana, orang dari ujung sebuah kloping, orang bambu (Bali: buluh. Kedua orang itu ujar lalu campur dengan ludah orang makan sirih, dan kunir lalu urapkan di bagi­an bengkak itu.

Jika seorang bayi menderita penyakit bengkak yang pagintil serta kemerah-merahan seperti warna bawang kelihatan­nya, penyakit ini disebut Inja Bawang. Serana untuk mengobati penyakit tersebut di atas, bunga kecubung yang masih dalam keadaan bertangkai, bawang yang bagian tengahnya, adas-pedas dan empelas hari. Setelah dicampurkan lalu oleskan pada bengkak si bayi.

Apabila bengkak yang tumbuh di badan si bayi tiada hilang dan menjadi Iuka, maka buatkanlah obat sembur berserana dengan satu potong kelapa yang kering. Sedangkan perut si penderita dengan tipis. Selanjutnya gula dan kelapanya sisir dan pergunakan menyembur si sakit.
Diisi sebuah tangkai agar jangan gulanya berjatuhan, lalu urapi perut si penderita dengan tipis. Selanjutnya gula dan kelapanya sisir dan pergunakan menyembur si sakit.

Jika penyakit itu tiada sembuh semburlah dengan kulit pohon nangka yang belum pernah berbuah (Bali: doha) campur dengan ketumbar, babolong, empelas hari, sepet-sepet. adas pedas, kelapa yang telah kering, kemudian cak-cak diisi dengan lengkowas yang mekihkih, ulet, lalu nyahnyah. Dan itulah obat yang mempunyai kegunaan/sifat tiada terlalu panas atau dingin (Bali: dumalada).

35. Bayi yang menderita napas sesak

Serana : dusakeling dan empelas hari. Setelah diiris, lalu ditelankan kepada si bayi.
Adapun obat untuk diminum, serananya santan yang telah mendidih dan kutun gumi. Sedangkan bedaknya, buah sirih dan lempoyang.

36. Obat Penenang untuk Bayi

Serananya, air yang masih bersih lalu dimasukkan ke sebuah sibuh hitam, dan sebatang bunga ganja hutan disertai dengan pengucapan mantram yang bunyinya sebagai berikut: “Sang Toya kalaput ban Sang Bumi, Sang Bumi kalaput ban Sang Toya teka patuh ingkup, 3“.

37. Penyakit Tenggorokan

Apabila menderita penyakit di kerongkongan dan me­rasa panas, penyakit ini ditimbulkan oleh Tiwang Upas-geni. Adapun serana untuk mengobatinya, ialah: daun pohon saga, daun sunti bawang, gula, santan yang telah me􀀲didih. Setelah kesemuanya itu sesuai ukurannya, lalu diperas kemudian per­gunakan mengobati tiga colekan, setiap hari, dan buatlah obat sebanyak tiga kali.

Begitu pula kalau di bagian leher hingga tiada dapat menelan makanan, adapun serananya, yaitu: daun pohon dusakeling, sejumput bijan. Setelah sesuai ukurannya, pergunakanlah mengobati penyakit tersebut di atas.

Obat sakit leher hingga tiada dapat menelan sesuatu, dan kerongkongan kering. Adapun serana pengobatan untuk penyakit tersebut di atas, yaitu: tebu cemong, usahakan mencari bagian tengahnya, lalu campur dengan gula pasir, kemudian berikanlah minum kepada si sakit dengan disertai ucapan ·mantram yang isinya sebagai berikut: “OM Sang Kuli-kuli, aja sira manglaranin teka seger, 3 “.

38. Bedak untuk penyakit inja, gatal dan berbintik-bintik warna merah

lnilah bedak untuk penyakit inja, gatal-gatal dan ber­bintik-bintik wama merah yang ditimbulkan atau disebabkan oleh pengaruh nyem, adapun serananya, kusambi, wangkal, kepayang, ketumbar, musi, babolong, tampar hantu, pala, sintok, masui, banglai, lempoyang, cekur, kunir, bukau tinggi, serta campur dengan batu merah Ialu u/ig diisi air tawar, air kapur dan air limau kasturi.

Untuk bedak penyakit inja yang ditimbulkan oleh pengaruh panes, gatal serta yang merasa panas, serananya, kulit .pohon jiwat, kulit pohon jambu bol, kulit pohon nangka yang masih kecil, kulit pohon kundal, ampelas hari, daun limau kas­turi, daun pohon sirih yang telah tua, banglai dan lengkuwas. Setelah maulig, kemudian bungkus d􀀘ngan daun pisang lalu masukkan di dalam hara selama daun bungkusnya menjadi layu.

39. Penyembuhan sakit inja

lnilah serana untuk menyembuhkan sakit inja, air yang masih bersih yang ditempatkan/ditaruh pada sebuah sebuh dan sebatang bunga, kemudian setelah diisi atau disertai dengan pengucapan mantram, percikkan tiga kali, berikan minum tiga kali dan untuk membersihkan muka tiga kali. Sedang.kan sisanya pergunakanlah menyembuhkan segala penyakit inja.

Adapun isi mantramnya, sebagai berikut: OM Paduka Batara Guru, tumurun saking Swargan Suralaya, anunggang Lembu­putih, angadeg ring Pretiwi, tan sah sira anggen puja-japa man­tra-sakti, anambanana sakwehning irtja kabeh, anyuhuk amunah anglebur sawamane injane Si Jabang, Si Bayi, ane mangringin rarene si anu…, I Kaki Pekas, ingsun amunah anyuhuk kita inja kabeh pada suhuk pada campah punah lebur, 3. OM Inja Papecak, lnja Grogot, Inja Jangat, Inja Rambut, Inja Balulang, Inja Tujus, lnja Lilit, Inja Kangkung, Inja Ban­tang, lnja Danu, lnja Bungker, lnja Gantung, Inja Ngreges, Inja Bancaren, Inja Amplus, lnja Mangsulen, lnja Riyak, Inja Angin, Inja Aking, Inja Amplus, Inja Amprus, Inja Mahonon, lnja Pispis, Inja Curek, Inja Gauhukan, lnja Gadak, lnja Tangis, wastu kita sakwehing injane Si Jabang Si Bayi, pada campah punah lebur, 3, apan pasasuhukane sidi mandi waras, 3. OM angadag Batara Guru, mara mapasang sarwa wastu ring sakwehing inja kabeh, manawa kita inja buatan, Inja Naga, Inja Pamali, Inja Kahapes-kalingkuh, Inja Kamang.kang-kuming­king, Inja Janma-Manusa sakit. Injan Pitran, Injan Leyak, Injan Desti, Injan Teluh-teranjana, Injan Sasawangan, aji-ajian, injan acep-acepan, injan papandeman, injan papasangan, injan rara­jahan, injan umik-umikan, injan pamokpokan, satus akutus kadangan kita kabeh, sawarnan kita inja kabeh, wastu kita pada 7 la sapuh, pasuhuk pada campah, punah, le bur 3, tan ka􀀂 wasa kita amangan ring kulit, ring daging, tan kawasa kita amangan ring otot ring balung ring sumsum ring jajeren kabeh, pada mijila kita · saking jero weteng, pada manuhut kita dalam agung, pamijil kita kabeh, yen kita mijiling cangkem, punah kita manadi widuh, yen kita mijil ring irung, kita manadi dalan, yan kita mijil ring netra, punah kita manadi tamba ringet, yen 71 b kita mijil ring karna, punah kita manadi suda ringet, yen kita mijil ring baga purus, punah kita manadi uyuh, yen kita mijil ring silit, punah kita mana.di purisia, apan aku Batara Guru, anyuhuk amunah anglebur kita, sakwehing injane Si Jabang Bayi, wastu kita pada campah pada punah, pada lebur, 3, wastu, 3, sidi mandi mantranku.

40. Mempercepat Ibu Melahirkan / lahirnya si bayi

Serana untuk memperingan/mempercepat bagi ibu yang mau melahirkan, Sarana : ambilkan air dan janganlah bernapas pada waktu mengambilnya, lalu berikan minum si ibu, kemudian percikkan, disertai dengan mengucapkan mantram yang isinya sebagai berikut “Siar-siar bancar sirna, tutup susu coning alah, puter nungsang, den agelis sira medal‘.

Inilah suatu cara untuk mempercepat lahimya si bayi, yaitu: berseranakan tempurung kelapa yang dibagia·n atas, diisi dengan pepohonan yang merambat, disertai dengan membacakan mantram yang isinya sebagai berikut: “Siar-siar bancar sirna, tutup susu cening, alah putra nungsang; ‘den agelis sira medal, alama kadat medal benyam “.

41. Salah urat

Obat salah urat: sirih tiga lembar, ditulisi nama si sakit. Dengan mantra: OM Ida ta Kit Otot, sasah ilu. Kemudian disembar

42. Setiap bangun berdiri terasa pusing

Namanya Tiwang Contang, bahan obatnya: daun kesimbukan, air kelapa muda yang belum ada dagingnya, hidungnya ditutuh.

42. Keseleo

obatnya : kuli kayu ancak, menyan digiling halus. mantra: OM Kaki Kiseng, Kaki Kalolo, Nini Kasilako, daging terjepit, diperbaiki letaknya oleh otot, jadi sembuh .. 3.
Diurap dengan bulu ayam.



Buku Amrita Kundalini
Meditasi-Yoga menuju Realisasi Diri

Amrita Kundalini

Detail Buku

Sumber:
Terjemahan dan Kajian Usada
I. Gst. Bgs. Sudiasta & I Ketut Suwidja

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 1991/ 1992


Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga