Upakara dan Cara Ngaturang Guru Piduka


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Penting :

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk Konfirmasi dan Login.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Aktivasi akun : Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran, karena sistem Gateway  akan melakukan verifikasi otomatis jika pembayaran sudah terverifikasi (sukses) oleh penyedia Payment Gateway di iPaymu. Max. 1×24 jam di Hari / Jam Kerja setelah pembayaran diterima.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini

 Pamuspan


Duduk yang baik

Om prasadha stitha sarira suci nirmala ya namah

Menghasapi tangan dengan dupa

Om ang dupa dipastu ya namah

Muspa memakai bunga, kepada Shy siwa Raditya

Om aditya sia paranjotih

Rakta teja nama stute

Sweta pangkaja mayasta

Bhaskara ya namostute

Om pranamia bhaskarem dewa

Sarwa kleta winasanam

Pranama ditya siwa siwantan

Bhukti mukti wara pradam

Om hrang hring syah parama

Siwa aditya ya namah swaha

Muspa pada Ida Ista Dewata / hyang Guru memakai kwangen

Om dewa dewi tridewanam

Tri murti tri dewanam

Tri purusa sudha nityam

Om guru rupam guru dewam

Guru pantaram guru madyam

Jiwatnam tri lokanam

Sudha klesa winasanam

Sarwa jagat partistanam

Om guru paduka di pata ya namah

Musapa pada ardha nareswari

Memakai kwangen langsung mohon panugrahan

Om nama dewaya adhi stana ya

Sarwa wyapi wai siwa ya

Padma sana eka pratistaya

Ardha nareswari namonamah

Om anugraha manoharam

Dewa data nugrahakam

Arcanam sarwa pujanam

Namah sarwa nugraham

Dewa dewi maha sidhi

Yajnyangga nirmalatmaka

Laksmi sidhisca dirgahayuh

Nirwigena sikla wredhisca

Muspa puyung

Om deewa suksma parama cintya

Ya namah swaha

Om santih santih, santih om

Masirat tirta padanda ngagem genta

Om om ksama sampurna ya namh swaha

Om om siwa sampurna ya namah swaha

Pemrelina

Ukuppi genta dengan asep lalu klening 3x

Ung ang mang ong ah ang

Matirta

Ong ang brahma mreta ya namah

Ong ang wisnu mreta ya namah

Ong masng Iswara mreta ya namah

Mabija

Om kung kumara wija wijaya yanamah

Ngelebar

Mengambil puspusan / kaki, ekor, sayap, kepala dari daging banten di letakkan di atas canang, diisi segehan alit dan dupa.

Dipersembahkan, kepada bhuta bhuti prakanggi ditempat itu sisertai tetabuhan tuak arak berem

Om bhutiantu dunga katara

Om bhutiantu kala mewaca

Om bhutiantu bhuta bhutanem

Tetabuhan :

om ebek danu, ebek segara, ebek pa amananing ulun poma 3 x

Nyurud dan pebersihan sisa sisa upacara

Ngaturang daksina dengan runtutannya beserta uang ssari kepada sang muput / nganteb upakara tersebut dan kepada serati / tukang banten

Makan bersama


Catatan :

  1. Alangkah baiknya dalam pelaksanaan upacara maguru piduka disertai kidung, suara gender / angklung, duara kulkul nungting lebih lebih pelaksanaannya di pura untuk keselamatan desa pakraman / daerah
  2. Apabila upacara guru piduka ini terlaksana du pura akibat pura kerubuhan seperti disambar petir, kebakaran, ditimpa reruntuhan dll, pemaksan ngaturang guru piduka pada tragtag, dimana setiap anggota pemaksa, watu mebakti dengan kwangen sesari 5 kepeng kemudian dikumpulkan (menuru widhi sastra).
  3. Tempat melaksanakan upacara guru piduka
  4. Bagi keluarga – di meraja kemulan rong 3
  5. Bagi desa pakraman – di pura desa
  6. Bagi kabupaten – di pura terbesar berupa sad khayangan / dang khayanagan / kayangan jagat
  7. Bagi propinsi bali – di pura besakih atau menyesuaikan darimana sumber malapetaka karena kena marah dewa / kesisip.
  8. Karena guru piduka ini hanya berupa janji bertangguh sebaiknya disusul upcara yang sesuai kepentingan kedurmanggalan seperti apabila kerubuhan, ditempat pura tersebut bila wabah penyakit merajalela, ditempat pura dalem, bila merana / peyakit tumbuhan ditempat yang sesuai seperti pura puseh. Bila kekacauan daerah, ditempat pura desa.
  9. Bila kehancuran kabupaten / provinsi dilaksanakana di pura khayangan jagat seperti pura besakih pura pusering jagat, pura kental gumi, pura luhur uluwatu, pura luhur batukau, pura rambut siwi, pura pulaki dllnya.
  10. Bagi desa pekraman, apabila ada marabahaya / “kebrebahan” di desa setelah genteng linggih di pura dalem patutlah ngaturang guru pidukan, bendu piduka disertai anawur sot asani aluh.


Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga