Upakara dan Cara Ngaturang Guru Piduka


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Penting :

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk Konfirmasi dan Login.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Aktivasi akun : Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran, karena sistem Gateway  akan melakukan verifikasi otomatis jika pembayaran sudah terverifikasi (sukses) oleh penyedia Payment Gateway di iPaymu. Max. 1×24 jam di Hari / Jam Kerja setelah pembayaran diterima.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini

Bentuk Upakara


Upakara maguru Piduka terdiri dari pada ; (sesuai Brahma Kertih)

Suci soroh, sesayut pangambeyan salaran bebek dan ayam masih hidup, tetegenan, 1 tanding sampian agung maulam itik / tutuh, peras penyeneng, sesantun, soda putih kuning, makembaran, sesayut dirgayusa gumi, dilengkapi tebasan guru piduka.

Banten tetebasan Bendu Piduka antara lain ; (sesuai Brahma Kertih)
  1. Tumpeng1, matatakan kulit sesayut iwaknia rerasmen, sudang, tulung 1, canang pawitra maraka jaja bendu, mwang who wohan sampian nagasari.
  2. Mempersembahkan bendu Piduka tetujunya untuk memohon maaf kehadapan Hyang Kawitan yang telah melimpahkan munculnya kedukaan, pada permohonan pada perumahan tempat tinggal terhadap penghuninya. Upacara Bendu Piduka sering di sebut Banten Peneduh, pada waktu “Meneduh” di dasa Pekaraman.
Tebasan Guru Piduka ;

antara lain tumpeng 1 mepucuk manik / berisi telur itik rebus, beralaskan kulit sesayut, ikanya itik diguling, tulung agung 1, kwangen 3, sampiyan nagasari, canang pahyasan, katipat sidha purna, raka who-wohan / buah-buaha.

Ketiga banten tersebut digabung menjadi satu apabila melakukan upacara Guru Piduka.

Adapaun tetebasan Guru Piduka yang lebih besar yaitu :
  1. Beras sakulak (aprepatan) di pakai tumpeng, berisi pucak hati, taluh, berisi plekir busung, ikannya ayam putih dipanggang, dialasi kulit sesayut, dasarnya bras akulak (aprepatan), lawe satukel (benang tukel), uang 225, sesayut dirgayusa gumi.
  2. Apabila negara kerahaan, sang ratu kena dumanggala (Cemer), upakaranya ; Tumpeng 9 warne sesuai / ungidenan, penek, ketipat sidha purna, ketipat pandawa, ketipat sari, tulung urip, tulung sangkur, raka woh-wohan serba 5, ikannya itik, putih diguling, lis busung , kelapa gading, sampyan busung gading, sampyan penyeneng, sesantun uang 400, tumpeng di tengah berisi orti bunganya sesuai warna tumpeng, kwangi 9, tunjung tri warna, penek tersebut ditancapi bunga sulasih miyik, ujung/muncuk dapdap 9, tetebasan warna, canang arum, pabersihan, klungah kelapa gading kinasturi diisi beras kuning, bunga kuning, bisa juga memakai klungah gadang berisi air kelapa (telebusan/ mata air), dipuja oleh Pandita.
Dan banten Guru Piduka yang lain ;
  • Suci sorohan pada asoroh, peras penyeneng , soda putih kuning, sesantun 4 soroh, salaran bebek dan ayam masih hidup, tegen-tegenan lengkap,prayascita durmanggala (memakai lis busung dan slepan).
Tetebasan Guru Piduka yang lain ;
  • Tumpeng mepucuk manik (tumpeng diujungnya berisi telur itik di rebus), dikelilingi tumpeng kecil 11 buah, beralaskan kulit sesayut, ikannya itik putih di guling, kwangen 11, sampian kembang 11, pisang jimpel (kulit pisang busung), sampian nagasari metangga 1, raka raka sedah who, rerasmen, jajan serba genep.
Catatan beberapa sarana upakara.

Untuk alas berupa ;

  • Tangkih, celemik, ituk-ituk, celekontong, dibuat dari janur, slepan, daun ental berbentuk segitiga (bucu telu).
  • Taledan + ceper, bahannya sama bentuk segi empat / merepat.
  • Tamas, wakul, kulit sesayut, kulit tebasan, urasari, dibaut dari janur, slepan, daun ental bentuknya bundar (bunter) pada bagian bawahnya.
Isi perlengkapan upakara
  1. Plawa berupa daun kayu endong, pandan harum puring dan lain-lainnya.
  2. Porosan dibuat dari selembar daun sirih, pinang dan kapur dilipat / digulung kemudian dijahit dengan semat / diikat dengan tali porosan. Porosan silih asih, sirihnya 2 lembar, satu lembar tengadah dan satu lembar telungkup, didalamnya berisi pinang / gambir, kapur, lalu dilipat / digulung kemudian dijahit / digulung dengan ikatan tali porosan.
  3. Tampelan / base tampelan dibuat dari dua lembar daun sirih, satu lembar sebagai alas, satu lembar lagi di isi pinang, kapur lalu dilipat turun dan naik lalu dijahit dengan semat.
  4. Lekesan, dibuat dari selembar daun sirih diisi pinang, kapur kemudian digulung lalu diikat dengan benang atau ditusuk dengan semat.
  5. Bunga segar dan harum yang diambil dari pohonnya seperti bunga sandat, jepun, cempaka, patur, tunjung, mwang dan lain-lainnya.
  6. Rampe, dibuat dari daun pandan harum yang diiris-iris, diletakkan di atas bunga.
  7. Boreh minyak, terbuat dari serbuk cendana di campur minyak wangi diletakkan diatas rampe.
  8. Beras / wija kuning yang dibuat dari beras dicampur air kunyit yangdi parut.
  9. Kekeping jajan ibuat dari bubur tepung beras tipis-tipis di keringkan lalu di goreng
  10. Pisang emas, adalah pisang buahnya kecil-kecil berwarna kuning.
  11. Burat wangi di buat dari akar-akar yang harum di campurkan dengan beras dan kunir ditumbuk halus di campur air cendana.
  12. Lengga wangi, dibuat dari kacang putih, kacang komak, ubi, keladi, digoreng sampai gosong / hitam, lalu ditumbuk dicampuri dengan malem (lemak lebah) dan minyak kelapa.
  13. Sisig, dibuat dari jajan begina dibakar sampai hitam lalu dihaluskan sebagai sarana pembersih gigi,
  14. Kekosok, dibuat dari tepung beras ada putih tanpa campur dan ada kuning di campur kunir sebagai sarana pembersih kulit / lulur
  15. Ambuh, dibuat dari daun pucuk di iris atau kelapa yang diparut, sebagai sarana pencucian rambut.
  16. Tepung tawar dibuat dari tepung beras dicampur dari dapdap dan kunir ditumbuk sebagai sarana pembersih pada canang perbersihan.
  17. Asem, dibuat dari asem, buah yang terasa asem diris-iris sebagais arana pembersih perut.
  18. Minyak wangi / minyak kelapa, sebagai sarana menghaluskan rambut sehabis keramas.
  19. Wija, dibuat dari beras di cuci bersih lalu diisi air cendana
  20. Sesarik tetebus, dibuat dari beras berisi benang dan daun dapdap yang dihaluskan masing-masing di alasi dengan celemik / kojong, sebagai sarana pelengkap penyeneng dan pembersih kotoran.
  21. Nasi, ada disebut tumpeng yang ujungnya lancip, krucut, penek adalah nasi bentuk bulat ceper, pangkonannya itu nasi besar bundar, setengah bundaran bola.
  22. Rerasmen, berupa lauk pauk terdiri dari campuran kacang-kacangan merah putih, komak, bosor digoreng, dilengkapi sambal, saur / serondeng, mentimun, ikannya teri/gerang, sudang, telur ayam, itik, babi guling.
  23. Raka-raka, terdiri dari berbagai macam jajan seperti jajan begina, sirat, sabun, jaja dengdeng, dan buah buahan seperti ; panca pala yang berwarna 5 macam, berupa pisang, nanas, manggis, salak, jeruk, kepundung, ceruring dan lain-lainnya.
  24. Sampian, sebagai tempat meletakkan porosan, bunga, rampe, boreh miyik sesuai kegunaannya seperti ;
    1. Sampain plaus/ kepet-kepetan, untu soda
    2. Sampian tumpeng, dibuat dari janur bentuk atasnya bundar dan bawahnya lancip, seperti sampian nagasari, kebah, kembang, jeet guak.
    3. Sampia peras atau metangga, dasarnya sampian tumpeng, diberi tangga sehingga kelihatannya bertingkat.
    4. Sampian pengambeyan, masriyok / magonjer, sama seperti sampian peras hanya bagian bawahnya diisi hiasan janur sehingga seperti rambut terurai.
    5. Sampian penyeneng, dasarnya sampian tumpeng, diatasnya ditempeli jajahitan berkepala tiga, dan pada bagian tengahnya terdapat tiga petak.

 

Upakara Guru Piduka


A. Suci 1 soroh ( suci sari / suci alit )

Memakai 3 buah tamas yang ditumpuk jadi satu diletakkan pada keranjang suci lengkap dengan reruntutannya.

  • Tamas paling bawah, tamas tatampil berisi pisang kayu masak 5 buah, bantal 5 buah, tape 5 buah, jajan bagina 5 buah, tebu 5 buah, jajan sesamuhan putih kuning, buah 5 macam / panca pala dan canang porosan 5 buah.
  • Tamas kedua ditengah, tamas guru berisi tumpeng 4 buah, tumpeng guru 1 buah (tumpeng dipuncaknya diisi telur itik direbus), nasi dialasi limas berisi saur, telur dadar dan kacang putih digoreng.
  • Tamas ketiga yang paling atas, tamas lampadan isinya kacang komak, papaya, terung kanji, dipakai sayur dengan bumbu bawang putih, kencur tanpa terasi (kesuna cekuh) dialasi takir. Diatasnya dilengkapi ompar ;
    • Sekul pinda, alasnya dari pada ceper, berisi 3 pulung nasi beralas celemik, pisang kayu masak 3 buah, madu 1 takir.
    • Sega taksisir, beralas ceper berisi nasi aron-aron, kelapa diris-iris, saur, dan kacang komak digoreng.
    • Nasi bira, alasnya ceper berisi nasi urab, kacang goreng, terung sutia direbus.
    • Skul wedya alasnya ceper berisi 3 pulung nasi putih, yang diaru dengan empehan / susu, dialasi daun beringin 3 lembar, diatasnya berisi bawang 3 iris, dilengkapi ujung daun ambengan 2 lb, dan daun aha baas 3 lembar.

B. Nasi payasan

Alasnya ceper berisi nasi daun delima warna putih, saur, telur dadar, dan kacang matang.

Kelengkapannya berupa :

Satu guling itik dibelah, lada, penek gurih (penek berisi kacang dan kepala diiris), pisang mentah, pisang lebeng, masing-masing satu tanding, dan bungkak nyuh gading 1 buah.

Pisang matah, alasnya memakai wakul kecil berisi kacang-kacangan serba matah, pisang kayu matah, tebu, porosan, masing-masing 5 buah dab sebuah sampyan peras matangga yag keci.

Pisang Lebeng alasnya memakai wakul kecil berisi buah-buahan panca pala masak masing-masing 5 iris. Jajan sesamuhan, tape, bantal, tebu, diatasnya berisi sampian nagasari.

Ketiga tamas tersebut diikat menjadi satu, diletakkan pada sebuah keranjang, dilengkapi dengan peruntutanya teriri dari canang burat wangi lengawangi, canang sari, canang gantal, daksina, peras, soda tipat kelanan.

C. Sesayut

Alasnya memakai kulit sesayut diatasnya berisi nasi penek bundar, rarasmen, raka – rake sampian nagasari, berisi porosan, bunga rampe dilengkapi sebuah pebersihan dan sebuah canangsari.

D. Pengambeyan

Alasnya berupa taledan, diatasnya berisi 2 buah tumpeng, ditengahnya diletakkan tipat pengambeyan, dan pada bagian samping kiri dan kanan diletakkan tulung pengambeyan, dilengkapi rerasmen berisi ulam ayam dipanggang.

Pada bagian belakang diletakkan sebuah sampyan pengambeyan yaitu sampyan matangga masariyok atau megonjer berisi prorosan bunga rampe.

E. Tumpeng Guru

Alasnya memakai taledan, diatasnya berisi sebuah tumpeng yang pada bagian puncaknya berisi sebuah telur itik direbus, dilengkapi dengan rerasmen berisi ulam itik putih, raka-raka dan sebuah sampyan nagasari berisi porosan bunga dan rampe.

F. Peras

Alasnya memakai taledan diatasnya ditempeli kulit peras berupa jejahitan terdiri dari 5 potong janur diringgit kemudian terdiri diatasnya diletakkan tatukon terdiri dari base tampelan, beras, benang dan uang kepeng, biasanya diletakkan 2 buah tumpeng, rerasmen raka-raka dan sebuah peras metangga berisi porosan, bunga dan rampe.

G. Ngantebang Guru Piduka

Sebagai biasa urutan ngantebang upakara yadnya bagi manggala yadnya juga berlaku bagi ngantebang upakara Guru Piduka.

Upakara dan Perlengkapan

  • Dhadapan Manggala Upakara yaitu ;
    • Jembung penastan berisi air bersih dan bunga harum
    • Pasepan / dupa
    • Cicipan / penastan
    • Rantasan putih kuning
    • Pesucian berupa minyak sisir, dan lain-lain
    • Penyeneng berisi sesarik tetebus, beralaskan uang kepeng 200-an diatas wakul / jembung
    • Daksina sagi-sagi / daksina tanpa serembeng / untuk untuk Bagawan Penyarikan
    • Pras daksina pekeling dan lain-lain
    • Pras lis ngayabang, tirta pebersihan
  • Upakara pebersihan
    • Prayascita, byakawonan, tatimpug tirta dari sulinggih, (tirta pabersihan, prayascita, byakawonan, guru piduka)
  • Upakara ring pelinggih utama
    • Pras daksina dan di pelinggih lain canang gede maraca pakeling
  • Upakara di hadapan pelinggih utama
    • Upakara guru piduka, Bendu piduka dan kelengkapannya.
  • Segehan cacahan, manca awarna dan tetabuhan tuak-arak berem, air tawar


Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga