- 1Tiga Jenis atau Gegelaran Sulinggih (Tri Sadhaka)
- 1.11. Pandita Siwa
- 1.22. Pandita Budha
- 1.33. Pandita Bhujangga Waisnawa
- 2Perangkat Pemujaan Pandita Bali
- 2.1A. Fungsi dan Makna Perangkat Siwa Paksa (Siwopakarana)
- 2.1B. Fungsi dan Makna Perangkat Budha Paksa (Budha Pakarana)
- 2.1C. Fungsi dan Makna Perangkat Waisnawa Paksa
C.5. Fungsi dan Makna Ketipluk/Damaru
Ketipluk adalah alat berupa kendang kecil. Masyarakat di India menyebutnya dengan istilah damaru. Alat kendang ini menjadi pelengkap perangkat pemujaan sadhaka atau Pandita Bhujangga Waisnawa.
Bila dibunyikan, berfungsi untuk memanggil para preta atau roh-roh (atma) kesasar, roh binatang yang menggangu umat manusia. Mereka dipanggil dengan alat kendang ketipluk atau damaru ini untuk kemudian diberikan yadnya (korban suci) agar tidak mengganggu.
Makna yang terkandung dari alat berupa ketipluk atau damaru atau suara yang ditimbulkannya adalah untuk menciptakan keseimbangan sekala dan niskala. Artinya, dalam dunia yang berbeda, semua adalah ciptaan-Nya sehingga diharapkan dengan sebuah upacara yang dilakukan oleh umat manusia, di dalamnya juga diberikan yadnya tersebut kepada bhuta-bhuti dan atma kesasar, dipanggil melalui ketipluk atau damaru agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.
C.6. Fungsi dan Makna Siwambha dan Tripada
Seperti yang telah dijelaskan pada Perangkat Siwa Paksa (Siwopakarana).
C7. Fungsi dan Makna Pengili Atma
Berdasarkan keterangan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Satya Jyoti, diketahui bahwa pengili atma atau disebut juga dengan penuntun surya hanya dipakai oleh para Pandita Bhujangga Waisnawa pada saat mepuja muput sebuah upacara dengan tingkat yang cukup besar. Pengili atma atau penuntun surya berfungsi untuk men-stana-kan Ida Bhatara Siwa, disimbolkan dengan memakai dan meletakkan kalpika yang sudah diberikan puja mantra (ili atma) dari Pandita Bhujangga Waisnawa.
Dari fungsi pengili atma atau penuntun surya tersebut dapat dijelaskan bahwa makna pengili atma adalah menghadirkan Ida Bhatara Siwa dengan di-stana-kan di pengili atma tersebut selama proses pemujaan (mepuja/muput) berlangsung. Dengan menghadirkan Ida Bhatara Siwa selama Sang Pandita mepuja, tentunya menjadi bermakna bahwa upacara sudah diberkati atas kehadiran Ida Bhatara Siwa.
C8. Fungsi dan Makna Genah Gandhaksata
Gandhaksata berfungsi untuk memberikan wewangian (miik), bersumber dari wangi atau harumnya kayu cendana. Air andhaksata yang ditempatkan di genah andhaksata, memiliki keharuman yang sangat khas. Sarana perangkat pemujaan gandhaksata memberikan makna bahwa semua proses pemujaan berlangsung dalam kondisi yang bersih dan suci.
C9. Fungsi dan Makna Karawista/Sirowista, Kalpika, Dhupa, Dhipa, Sirat Lingga, Canting, Dulang, Saab dan Lungka-lungka/Patarana
Seperti yang telah dijelaskan pada Perangkat Siwa Paksa (Siwopakarana).










