Kebijaksanaan dalam Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

Sanghyang Siksakandang Karesian merupakan naskah didaktik, yang memberikan aturan, tuntunan serta ajaran agama dan moralitas. Naskah Sanghyang Siksakandang Karesia berisi aturan untuk menjadi Resi / Rishi (orang bijaksana atau suci). Naskah ini disimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta dan ditandai dengan nama kropak 630. Naskah ini terdiri dari 30 lembar daun nipah. Naskah ini bertanggal nora catur sagara wulan (0-4-4-1), yaitu tahun 1440 Saka atau 1518 Masehi. Naskah Sanghyang Siksakanda ng Karesian berasal dari Galuh (salah satu ibukota Kerajaan Sunda).

Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian nipah hampir seluruhnya berbentuk prosa didaktis, berisi risalah keagamaan yang diajarkan sang pandita kepada sang séwaka darma. Hal ini diperkuat dengan pengaruh penggunaan bahasa Jawa Kuna, sebagai bahasa pengantar keagamaan, yang cukup dominan dalam naskah nipah.

Teks dan Terjemahan Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian

BAB I

Ndah nihan warahakna sang sadu, de sang mamet hayu. Hana sanghyang siksakandang karesian ngaranya, kayatnakna wong sakabeh. Nihan ujar sang sadu ngagelarkeun sanghyang siksakandang karesian.

Ya inilah (ajaran) yang akan disampaikan oleh sang budiman kepada mereka yang (berupaya) mencari kebahagiaan. Ada (pun ajaran ini) bernama sanghyang siksakandang karesian (dan dipersembahkan) untuk semua orang (agar selalu memegang) kewaspadaan. Inilah ujar sang budiman memaparkan sanghyang siksakandang karesian.

Iki sanghyang dasa kreta kundangeun urang reya. Asing nu dek na(n)jeurkeun sasana kreta pakeuneun heubeul hirup, heubeul nyewa na, jadiyan kuras. jadiyan tahun, deugdeug ta(n)jeur jaya prang, Nyewana na urang reya.

Inilah (ajaran yang disebut) sanghyang dasa kreta (sepuluh unsur kesejahteraan) untuk pegangan orang banyak. Siapapun yang hendak menegakkan sarana kesejahteraan agar dapat lama hidup, lama tinggal (di dunia). Berhasil dalam peternakan, berhasil dalam pertanian, (serta) selalu unggul dalam perang, sumbernya terletak pada (pikiran dan perilaku) orang banyak.

Iki byakta sanghyang dasa kreta ngaranya, kalangkang dasa sila, maya-maya sanghyang dasa marga, kapretyaksaan dasa indriya na keun ngretakeun bumi lamba di bumi tan parek.

Inilah kenyataan yang disebut sanghyang dasa kreta. (yang tercermin dalam) Bayang-bayang dasa sila, (adapun bayang-bayang dasa sila merupakan) bayang-bayang yang samar dari sanghyang dasa marga (sebagai) perwujudan sepuluh indera untuk menyejahterakan dunia kehidupan di dunia yang luas.

Iki pakeun urang ngretakeun bumi lamba, caang jalan, panjang tajur, paka pridana, linyih pipir, caang buruan. Anggeus ma imah kaeusi, leuit kaeusi, paranje kaeusi, huma kaomean, sadapan karaksa, palana ta hurip, sowe waras, nyewana sama wong (sa)rat. Sangkilang di lamba, trena taru lata galuma, hejo lembok tumuwuh sarba pala wo(h)wohan, dadi na hujan, landung tahun, tumuwuh daek, maka hurip na urang reya. Inya eta sanghyang sasana kreta di lamba ngarana.

Ini (jalan) untuk kita menyejahterakan dunia kehidupan, terang jalan, subur tanaman, cukup sandang, bersih halaman belakang, bersih halaman rumah. Bila berhasil (melaksanakan ajaran ini, maka) rumah (akan) terisi, lumbung (akan) terisi. kandang ayam (akan) terisi, ladang (akan) terurus, sadapan (akan) terpelihara, (sehingga kita akan) lama hidup (dan) selalu sehat. sumbernya terletak pada manusia sedunia. Seluruh penopang kehidupan (seperti halnya); Rumput, pohon-pohonan, (tumbuhan) rambat, (dan) semak, (akan menjadi) hijau. Segala macam buah-buahan (akan) tumbuh subur (karena) banyak turun hujan, pepohonan tinggi karena subur tumbuhnya (dan akan) memberikan kehidupan kepada orang banyak. Ya itulah sarana kesejahteraan dalam kehidupan namanya.

Iki sanghyang dasa kreta nu dipajarkeun kalangkang sanghyang dasa sila, ya maya-maya sanghyang dasa marga ta, kapretyaksaan na dasa indriya. Ini byakta: ceuli ulah barang denge mo ma nu sieup didenge kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na iunas papa naraka; hengan lamun kapahayu ma sinengguh utama ti pang-reungeu. Mata ulah barang deuleu mo ma nu sieup dideuleu kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamun kapahayu ma sinengguh utama ning deuleu. Kuril ulah dipake gulang-gasehan, ku panas ku tiis, kenana dora bancana, sangkan nemu mala na Iunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti kulit. Letah ulah salah nu dirasakeun kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh tuama bijilna ti letah. Irung ulah salah ambeu kenana dora bancana. sangkan urang nemu mala na lunas papa.

Ini sanghyang dasa kreta yang disebutkan (yang tercermin dalam) bayang-bayang dasa sila, (adapun bayang-bayang dasa sila merupakan) bayang-bayang yang samar dari sanghyang dasa marga (sebagai) perwujudan sepuluh indera. Inilah kenyataannya. Telinga jangan (digunakan untuk) mendengarkan yang tidak layak didengar karena (jika hal itu dilakukan maka akan) menjadi pintu bencana, (inilah) penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun kalau telinga terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam pendengaran. Mata jangan (digunakan untuk) sembarang melihat yang tidak layak dipandang karena (jika hal itu dilakukan maka akan) menjadi pintu bencana, (inilah) penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila mata terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam penglihatan. Kulit jangan digelisahkan karena panas ataupun dingin sebab menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; tetapi kalau kulit terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kulit. Lidah jangan salah kecap karena menjadi pintu bencana, (jika hal itu dilakukan maka akan menjadi) penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila lidah terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari lidah. Hidung jangan (digunakan untuk) salah cium karena (jika hal itu dilakukan maka akan) menjadi pintu bencana penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan.



Blog Terkait



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan