Makna dan Fungsi Pohon Beringin untuk Yadnya dan Pengobatan


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

A. Sulur (Bangsing)

Beringin adalah tanaman jenis pohon, berakar tunggang, dan bisa tumbuh tinggi menjulang hingga ketinggian kira-kira 20-25 m. Batang beringin berbentuk bulat dan tegak, permukaannya kasar, percabangannya simpodial dan berwarna cokelat kehitaman. Keunikan dari pohon beringin adalah, pada bagian batang akan tumbuh akar gantung yang berwarna kecokelatan yang berfungsi untuk respirasi. Akar ini tumbuh menggantung dari batang ke arah tanah, dan ketika akar sudah masuk ke dalam tanah, akar ini akan berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi. Akar ini disebut dengan sulur atau bangsing dalam bahasa Bali.

1. Mengobatiseseorang yang kandungan spremanya sedikit dan encer.

(Ta, kamà asat, kama buru, kàma éñcéh, smarà màti) – Usada Cukil Daki, halaman 36 a

Sarananya pucuk daun beringin, akar kendal betuka, kelapa muda (kelong-kang) yang baru ada sedikit daging-nya, tumbung kelapa panggang, ketan gajih buah demila yang telah tua, sari kuning telur, dipipis dengan batu Jawa, digambari penis, vagina,

Mantranya,

“ Ong Batara Semara, pukulun aminta pamredi semara, paminta pasta akas mageng, Ang Ung Mang “ (Ya Dewa Semara, hamba mohon penyubur asmara,
memohon bentuk yang besar dan lincah).
(śa, suluring waringin, wding kendal beþukà, kuwud sumambuh, tombong panggàng, ktan gajih, woh dlimà wayah, sàrikuning, pinipis déning watu jawà, rajah
paûþà, bhagà, ma, Ong Bhatàra smarà, pukulun amintà pamåedhi smarà, pamintà paûþà akas magêng, Ang Ung Mang)

Sarananya bangsing beringin, akar kenanga, air basuhan ketan gajih, asam, diminum setelah ditumbuk dan disaring.

(úa, bangsing bingin, akah kananggà, yeh ktan gajih, lunak, tahapàkna)

pijer, bawang dipendam, diminum setelah ditumbuk dan disaring. Bila ia masih sakit, sarana, batok hitam, diisi air, pucuk beringin 7 pucuk, diikat dengan benang hitam, lalu dicelupkan di air.

(śa, bangsing bingin, sane nguda, ktan gajih, pijêr, bawang matambus, tahapàkna, yanya kari agring, úa, sibuh cmêng misi toyà, muñcuk bingin pitung muñcuk, talenin lawe irêng, lêbokakna ring toya)

2. Mengobati mual-mual dan tidak nafsu makan

(Ta, yania dlu-dlu, mwang tan kawaûa amangan) 

Sarananya bangsing beringin yang muda, ketan gajih,

Mantranya; Ong Ang Ung Mang, Ong ring iðêp, siratin wwang agring, úeûanya dyusaknà, haywa nginum, padha maping 7, siratang lawan dyusakna

(Ya Tuhan, ya di dalam pikiran) dipercikan pada orang yang sakit, sisanya dipakai mandi, jangan diminum, hanya dipercikan dan dipakai mandi masing-masing tujuh kali).

3. Mengobati Cacar Kambing

(sakit takut dimandikan takut melihat air, memejamkan mata karena tidak berani membuka matanya)

Usada Ka-cacar, halaman 27 a

(Ta, yan dinyusan wwang agring jêjêh, tan wani mulating toya, tùr ngidêm, socanya tan wani mulat, puwuh kambing, nga, muwah yanya ciplak-ciplak, puwuh kambing, nga)

(śa padhang blulang, kbênbên, sami akahnya, bangsing bingin, ktan gajih, pijêr, bawang tambus, tahapàkna)

Sarananya rumput blulang, kbenben, semua ambil akarnya, bangsing beringin, ketan gajih, pijer, bawang dipendem, diminum setelah ditumbuk dan disaring.

4. Mengobati Pas-pasan
(Malih, úa, kapas-pasan) – Usada Ka-cacar, halaman 29 a

Sarananya akar glagah, akar kemiri, bangsing beringin, akar tampak liman, kundhang kasih, sembung bangke, kulit pohon pule, slasih merik, miana cemeng, asam, ketan gajih, cendana, jeruk ling-lang, kelapa muda, lalu dikukus setelah masak diminum setelah disaring, sebagai obat semburnya, sarana, buah baligo harum, diparut, kuskus, lalu diperas sampai keluar airnya, dipakai
pengompres seluruh tubuhnya.

(úa, akah glagah, akah tingkih, bangsing bingin, akah tampak liman, kuódhang kaúih, sêmbung bangke, babakan pule, slasih mrik, myana cmêng, lunak, ktan gajih, caódhana, juwuk linglang, kuwud sumambuh, tum, wus ratêng, tahapàkna, maka sêmbarnya, úa, woh bligo arum, pinarud, kuskus, prês apang pêsu toya, anggen nyêmbar awaknya kabeh)

5. Mengobati cacar Bangke (sakit tak sadarkan diri)
(Ta, yan hana mwang agring, tan eling ring awaknya, puwuh bangke, nga) – Usada Ka-cacar, halaman 32 a

Sarananya silodhaka, maduklupa, bangsing beringin, air siput, diteteskan pada matanya.
(úa, silodhakà, madhuklupà, bangsing bingin, yeh kakul, puhaknà socanya)

6. Mengobati mata kutikan

(Ta, mata kutikan) – Usada Ka-cacar, halaman 16 a

Sarananya adalah sulur beringin, akar silagui, bawang, adas, dilumatkan untuk menggosok pasien.
(úa, sulur waringin, wwading silagwi, bawang ngadas, pinipis, arapaknà)

7. Mengobati Desentri
(Ta, rare pjên) – Usada Kuranta Bolong 67A

Sarananya adalah sulur beringin, buah sirih, minyak dagdagan, sarinya diminum
(śa, sulur waringin, bwah base, akah pucuk putih, we lêngis dàgdagàn, patinya inum)

8. Mengobati sakit lelengedan
(Tamba lêlêngêdan) – Usada Rare 12 A

Sarananya sulur beringin, tebu hitam, gula, santan kane, diramu untuk diminum

(śarana, suluring waringin, tbu cmêng, gulà, santên kane, inum)




Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga