Sarana dan Perangkat Upakara (Uparengga) Yadnya


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Penting :

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk Konfirmasi dan Login.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Aktivasi akun : Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran, karena sistem Gateway  akan melakukan verifikasi otomatis jika pembayaran sudah terverifikasi (sukses) oleh penyedia Payment Gateway di iPaymu. Max. 1×24 jam di Hari / Jam Kerja setelah pembayaran diterima.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini

Sanggah Tutuan

 

Sanggah Tutuan terbuat dari bambu yang berbentuk segi empat sama sisi dan biasanya memakai atap kelabang atau ijuk, dan pada sumbu atas dibentuk simpul yang menyerupai kerucut seperti rambut pendeta. Sanggah ini bertangkai dua sebagai kakinya yang tertancap ke tanah, sedangkan bagian atasnya masing-masing beercabang dua menyangga keempat sudut sanggah.

Sanggah Tutuan sebagai simbul atau personifikasi seorang Wiku yang mempunyai makna :
Sanggah merupakan sumber, sedangkan tutuan berasal dari suku kata “tu-tu-an” , dengan asal katanya “tua” dapat akhiran “an” maka menjadi “tuan” yang dapat dimaknai yang dituakan atau pengelingsir. Pengelingsir disini diinterpretasikan sebagai seorang Maha Rsi atau Sang Meraga Putus. Dengan demikian Sanggah Tutuan merupakan simbul stana dalam pemujaan Sang Maha Rsi.

Contoh Sanggah Tutuan dipergunakan dalam upacara mecaru Panca kelud, untuk Sanggah upakara caru itik belalang kalung yang bertempat ditengah-tengah. Untuk Sanggah pengalang dewasa dalam pemujaan Begawan Wrespati, ada juga sanggah yang dipergunakan di sawah untuk pemujaan Dewa Rare Angon.
Sanggah semacam ini juga dipakai pada saat menanam ari-ari bagi anak yang baru lahir dalam pemujaan kepada Sang Hyang Mahayoni sebagai dewa pelindung Sang Bayi.


Sanggah Arda Candra

Sanggah Arda Candra juga terbuat dari bambu berbentuk segi empat panjang, memiliki atap, tetapi atapnya berupa anyaman bambu, bentuknya melengkung ke arah memanjang dan berkaki satu. Maknanya sebagai berikut :
Sanggah artinya sumber, sedangkan Arda Candra berarti bulan sabit, sebagai simbul Sang Hyang Ratih atau Sang Hyang Ayu. Dari kata Sang hyang Ayu diilustrasikan menjadi rahayu. Dengan demikian sanggah Arda Candra mengandung arti sebagai simbul stana dalam pemujaan terhadap Sang Hyang Ratih sebagai Dewi keindahan dan penyelamat.

  • Sanggah semacam ini dipergunakan pada upacara pengekeban seperti pada upacara perkawinan, potong gigi, ngeraja swala (menek kelih). Sanggah ini biasanya dipasang di kanan kiri pintu tempat pengekeban.
  • Sanggah ini juga dipergunakan sebagai sanggah damar kurung, baik pada upacara pengabenan maupun pada upacara Atma Wedana (pengerorasan/pemukuran/nyekah).
  • Sanggah ini juga dipergunakan sebagai sanggah penjor.



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga