Yantra, Prinsip, Manfaat dan Penggunaan Kekuatannya


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

Kontur Yantra

Setiap Yantra dibatasi dari luar oleh sebuah garis atau sekelompok garis yang membentuk garis kelilingnya. Garis-garis pinggir ini memiliki fungsi untuk memelihara, menahan, dan mencegah hilangnya kekuatan magis yang diwakili oleh struktur inti Yantra, biasanya titik pusat. Mereka juga memiliki fungsi untuk meningkatkan kekuatan magis dan halusnya.

Inti dari Yantra terdiri dari satu atau beberapa bentuk geometris sederhana: titik, garis, segitiga, persegi, lingkaran, dan teratai yang mewakili energi halus dengan cara berbeda.

Titik (Bindu)

Misalnya titik (Bindu) menandakan energi terfokus dan konsentrasi intensnya. Ia dapat dibuktikan sebagai semacam simpanan energi yang pada gilirannya dapat memancarkan energi dalam bentuk lain. Titik biasanya dikelilingi oleh permukaan yang berbeda, baik segitiga, segi enam, lingkaran dll. Bentuk-bentuk ini tergantung pada karakteristik dewa atau aspek yang diwakili oleh Yantra. Dalam ikonografi tantra, titik tersebut diberi nama Bindu; dalam Tantra, Bindu secara simbolis dianggap sebagai Shiva itu sendiri, sumber dari seluruh ciptaan.

Segitiga (Trikona)

Segitiga (Trikona) adalah lambang Shakti , energi feminin atau aspek Penciptaan. Segitiga yang mengarah ke bawah melambangkan Yoni , organ feminin dan simbol dari sumber Ibu Semesta, dan ketika segitiga mengarah ke atas, itu menandakan aspirasi spiritual yang intens, sublimasi kodrat seseorang ke alam paling halus dan elemen alam semesta, api (Agni Tattva ). Api selalu berorientasi ke atas, demikian korelasi dengan segitiga atas  – Shiva Kona. Sedangkan segitiga yang mengarah ke bawah menandakan unsur air yang cenderung selalu melayang dan menempati posisi serendah mungkin. Segitiga ini dikenal dengan Shakti Kona.

Perpotongan dua bentuk geometris (garis, segitiga, lingkaran, dll.) Menunjukkan gaya yang bahkan lebih kuat daripada gaya yang dihasilkan oleh bentuk sederhana. Interpenetrasi seperti itu menunjukkan tingkat tinggi dalam interaksi dinamis dari energi koresponden. Ruang kosong yang dihasilkan oleh kombinasi semacam itu digambarkan sebagai medan operasional yang sangat efisien dari gaya yang berasal dari titik pusat YANTRA. Itulah mengapa kita sangat sering menemukan representasi Mantra di ruang seperti itu. Yantra dan Mantra adalah aspek pelengkap Shiva dan penggunaannya bersama-sama jauh lebih efisien daripada penggunaan satu saja.

Bintang Enam Titik (Shatkona)

Kombinasi tipikal yang sering ditemukan dalam struktur grafis sebuah Yantra adalah superposisi dua segitiga, satu mengarah ke atas dan yang lainnya ke bawah, membentuk bintang dengan enam titik (Shatkona), juga dikenal sebagai Bintang David. Bentuk ini secara simbolis mewakili persatuan Purusha dan Prakriti atau Shiva-Shakti, yang tanpanya tidak akan ada ciptaan.

Lingkaran ( Chakra )

Bentuk geometris sederhana lainnya yang sering digunakan dalam Yantra adalah lingkaran, yang melambangkan rotasi, gerakan yang terkait erat dengan bentuk spiral yang merupakan dasar evolusi Makrokosmik. Pada saat yang sama, lingkaran melambangkan kesempurnaan dan kehampaan kreatif yang membahagiakan. Dalam rangkaian lima elemen fundamental itu mewakili udara (Vayu Tattva).

Persegi / Kotak (Bhupura)

Di antara elemen-elemen geometri sederhana yang menyusun Yantra ada juga persegi (Bhupura). Bujur sangkar biasanya merupakan batas eksterior dari Yantra dan secara simbolis melambangkan elemen bumi (Pritivi tattva).

Setiap Yantra dimulai dari tengah, sering kali ditandai dengan titik pusat (Bindu) dan diakhiri dengan persegi luar. Ini mewakili pengertian evolusi universal, mulai dari yang halus dan diakhiri dengan yang kasar, dimulai dari “eter” dan diakhiri dengan “bumi”.

Bahkan sebagian besar waktu Yantra terdiri dari bentuk geometris sederhana ini, terkadang kita menemukan elemen lain seperti titik panah, trisula, pedang, paku yang termasuk dalam desain Yantra dengan tujuan mewakili vektor dan arah tindakan untuk energi.

Teratai (Padma)

Simbol teratai (atau kelopaknya) adalah simbol kemurnian dan keanekaragaman, setiap kelopak teratai mewakili aspek yang berbeda. Dimasukkannya teratai ke dalam Yantra mewakili kebebasan dari berbagai gangguan dengan eksterior (kemurnian) dan mengekspresikan kekuatan absolut dari Diri Tertinggi.

Kesimpulannya, Yantra adalah instrumen spiritual yang sangat kompleks dalam latihan tantra ( Sadhana ). Ia dapat menenangkan dan memfokuskan aktivitas pikiran, dan dengan sugesti positifnya, ia memiliki dampak yang bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan psikis seseorang.

Sebuah Yantra sendiri tidak mewakili apa-apa. Hanya ketika ia dibangunkan oleh konsentrasi mental dan meditasi, proses resonansi atau getaran akan muncul dan energi makrokosmik yang bermanfaat akan memanifestasikan dirinya dalam Mikrokosmos praktisi.




Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga