Pengobatan Sakit Jiwa dalam Lontar Usada Buduh


Download Konten PDF – 12 Bulan

Rp 110.000,00


Penting – Mohon untuk dibaca :

  • Donasi ini bukan sebagai “penjualan konten atau konten berbayar“, karena “tanpa donasipun” user tetap dapat membaca seluruh konten yang ada di website Blog Bali ini. Isi serta format sama dengan apa yang akan di download ke PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan. Konten akan terus ada penambahan, dan bebas untuk download konten baru selama akun aktif.
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk pendaftaran dan Login.  Seringkali user ada kesalahan ketik saat memasukan alamat email ( baik saat mendaftar maupun saat login), mohon pastikan dan teliti kembali email yang digunakan sebagai username.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran ke admin, karena sistem pembayaran melaui Gateway iPaymu dan akan diteruskan secara otomatis oleh pihak iPaymu ke admin web untuk aktivasi akun.
  • Aktivasi Akun oleh Admin : 1×24 jam (paling cepat 2 jam dan paling lama 24 jam hari kerja,  diluar hari libur umum) setelah pembayaran diterima dari iPaymu oleh pihak Blog Bali. Mohon untuk bersabar.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login sesuai dengan Link Login yang ada di email.
  • Sebelum anda merima email aktivasi dari Blog Bali, mohon untuk Tidak mengulangi pendaftaran.
  • Lakukan Login sebelum Download.
  • Jika anda lupa password, lakukan Reset Password.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini
  • Jika kurang jelas dapat melihat petunjuk pendaftaran dan login di link ini.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.

Mengapa status transaksi masih PENDING sedangkan dana saya di Bank sudah berkurang?

​Transaksi VA ini (Virtual Account) melalui ATM/Internet banking/Mobile Banking dilakukan melalui kliring (SKN/LLG) agar dana bisa sampai ke rekening VA tujuan. Dana pelanggan tertahan di sisi bank pengirim dana sampai dilakukan kliring harian. Setelah proses kliring selesai dilakukan maka dana akan masuk ke rekening VA tujuan. Bank akan mengirimkan notifikasi bahwa nomor VA sudah terbayar ke sistem kami untuk melakukan update status.


Salinan Lontar Usada Buduh

 

1b. Iki kaweruhaknà salwiring larà edan. Ta , salwiring larà edan, sa, toya añar, sêkar jêpun, bras galih 11 batu, peresama lebokaknà ring sibuh, wus pinuja maktis masugi mainem pada, ping 3, karinya raris turuang ring wang agering, tingkahe mangeregep mantra deleng ikang toyà, patitisaken sang Hyang Tigà, tunggalang ikang rwà bineda, ring tutunging geranantà, de nà pageh jugà, yan katon galang sekadi awun-awun, nga, rurusàkna den pasti, arisang bayune, nga saikà tingkahnyà, ma, Ih Bhabhu Kamulan, ingsun añaluk têtamban lara edan, bhabhune syànu salah eton, angelipùr ring ati muwaras, 3. Sidi mandi sapanku maring syanu muwaras.

Ini pengetahuan segala penyakit gila. Obat segala macam penyakit gila, sarana. Air putih yang baru, bunga kamboja, 11 biji beras galih (beras yang tidak patah), peras dan masukkan ke dalam sibuh ( bagian dari tempurung kelapa kecil), setelah dipuja, dipercikkan, diraupkan, dan diminum 3 kali, sisanya usapkan pada orang yang sakit. Pada saat membacakan mantranya, mata tertuju ke air itu, pujalah Sang Hyang Tiga, satukan rwa bhineda (dualistis) itu, di ujung grananta (hidung), dengan sungguh-sungguh, jika terlihat terang seperti awun-awun namanya, luruskan dengan pasti, pertaruhkan tenaga kita. Namanya. Demikianlah keadaannya, mantra: Ih Babu Kamulan ingsun anyaluk tetamban lara edan, babune si anu maor usuasa, karusakena panone si anu salah oton, pangelipur ring ati, muwaras, 3, sidi mandi sapanku maring si anu, muwaras.


 

2a. Ta, edan matembang mwang anambat dewà, sa, kunyit warangan, katumbah, uyah areng, mangge loloh, mwang tutwang ring netera mwah ring irung. Wus mangkanà, malih pakinemin, yeh kalungah nyuhnya mulung. Ta, edan manangis raina wngi, tur pati sàmbat-sambatin, sa, bungsil ñuhña mulung, mwang akahnya ne nguda, jit bawang dadwà, adas dadwà iñjin, taapàknà. Ta, edan krêng idêh-idêh, ikà, nga, edan kabintêhà, sa, kelor munggi sakàmulan ksawi sakàmulàn, jêbugàrum, tri katukà, weh cukà, iki mantran tamba mwang odak, ma, ong astu-astu ya nama swahà,

Obat penyakit orang gila dengan ciri bernyanyi-nyanyi dan menyebut-nyebut nama Dewa. Sarana: Kunir (Curcuma domistica VAL) yang warnanya kemerah-merahan, ketumbar, garam bercampur arang, dipakai jamu, masukkan setetes ke hidung dan mata. Setelah itu kembali diminumkan air kelapa muda dari jenis kelapa mulung (kulitnya hijau, sabut di bawahnya berwarna merah). Obat orang gila dengan ciri menangis siang malam sambil menyebut-nyebut nama seseorang. Sarana: putik kelapa nyuh mulung dan akarnya yang masih muda, pantat bawang dua biji, adas (Foeniculum Vulgare MILL) dua biji, dan ketan hitam, minumkannya. Obat orang gila dengan ciri suka pergi kesana-kemari. Sakit itu namanya edan kabinteha. Sarana: ketumbar 25 biji, asam tanek (asam dikukus), gula enau, santan kane (kental) minumkannya. Sebagai bedaknya, sarana: kelor munggi (Moringga Oleifera LAMK) setangkai, setangkai kesawi , pala, tri ketuka (bawang merah, bawang putih, dan jerangan), air cuka. Inilah mantra obat dan borehnya, Mantra: Ong asta astu ya nama swaha,


 

2b. ala-ala, ili-ili swahà, sàrwa bhuta wistayà, sarwa gudna wini swahà, ah astu, 3. Ta, edan kreng agaguyonan mwang kedek, sa, payà gamongan, katumbah, tri katukà, weh cukà, taapàknà. Malih wdaknya kabeh, sa, kelor munggi, intaran, prasamà carmanya, liliguddhi 9 muñcuk, ra, umbin gadung, tri katukà, weh cukà, ma, ong edhan-edhan anamà swahà, waras. Ta, edan kreng malali tai, sa, sulasih sakamulan, myana, cmêng, mwang buyung-buyung, prasàma donyà, wusnyà maulig bêjekin sidêm mwang sêmute nungging, tutuhaknà ring soca têkaning kardanya. Ta, edan yan ia yadyan makatà nadyan kreng tdun, sa, kelor munggi, ksawi, bawang adas, tri

ala-ala ilili swaha, sarwa bhuta wistaya,sarwa guna wini swaha, ah astu ya astu, 3. Obat orang gila dengan ciri suka tertawa dan melucu, sarana: Paria lempuyang (sb Zingiber), ketumbar, tri ketuka, air cuka, minumkannya. Lagi borehnya semua, sarana-sarana kelor munggi,intaran bersama kulitnya, liligundi ( vitele trivolia ) 9 pucuk daun, Ramuan-ramuan umbi gadung (dioseoria hirsuta ), air cuka teri ketuka, Mantra : Ong edan-edan a nama swaha waras. Obat orang gila yang suka bermain kotoran ( tinja ). Sarana-sarana setangkari sulasih, ginten hitam dan buyung-buyung ( sejenis perdu bunganya seperti lalat ), bersama daunnya. Setelah diulek remasi sidem (semut hitam ) dan semut tungging teteskan di mata sampai telinganya . Obat sakit gila dengan ciri suka berkata aneh dan suka turun . Sarana: kelor munggi , kesawi, bawang, adas , tri


 

3a. katukà, taapàkna, mwang tutuang ring irung têkaning netrà, ma ma, ong hyang astu ala-alà, ili-ili, sàrwwa brang grang wini swahà, waras. Ta, edan kreng ayan, sa, paci-paci rauhing sakarnya, ngalap aywa ngalawati, daging tingkih, jebugàrum, jangu, musi, krawês, taapàknà, ampasnya anggen wdak, ma, ong sang Dpada angumbang ring sàkti, lwaraknà banyu wus wasane syanu, munduranà kità denàglis, mundur kità wetan , kidul kulon loring tngah, mêtu ngambah ka bagà purus. Ta, edan pati kacuh mwang pati jelamut, ikà nga, edan kabintêhà, sa, mica putih maulig, miyeh jruk, ra, bêjêkin sidêm, hningnyane tutuang ring socà, ring kardna, ring irung, saikà wusnyà pinuja, malih

ketuka, minumkannya , dan teteskan pada hidung sampai mata . mantra-mantra : Ong hyang astu ala-ala ili-ili sarwa brang grang wini swaha, waras. Obat sakit gila yang sering disertai epilepsi , sarana : paci-paci (sejenis perdu berbatang kering berdaun lancip dan kasar ) beserta bunganya, memetik jangan menginjak bayangan kita, isi kemiri , pala , jarangan ( Acous Calamus LINN ) , mungsi ( Carum Copticum BENTH ), dicampur, minumkannya, ampasnya pakai boreh . Mantra : Ong sang Depadaa angumbang ring saksi, luarakena banyu wus wasane si anu, mundurana kita den agelis, mundur kita wetan, kidul kulon lor ring tengah, metu ngambah ke baga purus. Obat orang sakit gila dengan ciri ngomong tidak karuan dan sering mengambil barang yang tidak berguna ( pati jelamut ) , nama penyakit itu edan kabinteha, sarana : merica putih diulek , dengan air jeruk . Ramuan : uleni dengan semut hitam ( sidem ), beningannya teteskan pada mata , telinga , pada hidung. Setelah dipuja lagi


 

3b. tutuh irungnyà, sa, bawang putih, 2, micà putih , 2 wehnya asaban cêddadà, toya ning jrok, pada kwehnya, hningnya ika tutuhaknà ring irungnyà. Ta, edan yanya krêng pules, tur tan enak amangan anginum, sa, sdah tmu rose 7 bidang, rinajah klar, mica, 7, bsik, uyah, taapakdà, ampasnya anggen sêmbar angganyà makàwukud. Ta, edan yannyà pati dulame, nadyan ia krêng manangis tani karwan-karwan, raina wngi, sa, ñuhñya mulung, tingkih jêntung, tingkih bnêh pada mabsik, bawang, bawang musi, katumbah, tutuhaknà ring irung, ring netra, mwang ring kàrdna , ampasnya anggen wdak angganyà sami. Ta, edan yanya galak ring sesamania kinambehan, sa, kapkap tmu rose, marajah kaye iki:

tetesi hidungnya, sarana : bawang putih 2 biji, merica putih 2, air dari gosokan cendana , air jeruk yang bening , banyaknya berimbang . Beningnya itu teteskan pada hidungnya . Obat sakit gila dengan ciri suka tidur dan tidak enak makan serta minum , sarana : 7 helai daun sirih yang urat daun kiri dan kanan bertemu di tengah-tengah , dirajah seluruhnya , 7 butir merica , garam diminumkannya . Ampasnya dipakai menyemburi seluruh tubuhnya . Obat sakit gila dengan ciri suka meratap,menangis tidak karuan, siang malam, sarana : kelapa mulung , kemiri jetung ( biji buahnya satu ) , kemiri biasa , sama-sama satu biji , bawang , mungsi , ketumbar , teteskan di hidung , di mata , dan di telinga . Ampasnya dipakai membedaki seluruh badannya . Obat orang sakit gila dengan ciri galak terhadap semua orang, sarana : daun sirih tua temu rose, dirajah /gambar seperti ini


 

4a. katumbah, musi, pada, 3 besik, isen, 3, iris, tutuhaknà ring irung , mwang ring kàrdna, ampasnyà anggen wdak angganyà sami. Ta, edan yanyà krêng ngigêl sambil matêmbang, sa, sêmbung bangke sêmbung gantung, liligundi, intaran, presama sakàmulan, tri katukà, weh cukà, hningnyà tutuhakna ring kàrdna mwang irung, ampasnya anggen pupur mwang wdak, ma, ong arah-àrah grêhà, ah teka sidhi swahà. Ta, edan matêmbang-têmbang raina wngi, sa, kejanti, cekuh, gamongan, bangle, jae, mica, tri katukà, bawang, isin rong, weh cukà, sidem, tutuhaknà ring kardna, ring irung, ampasnya anggen wdak. Ta, edan, yan ya ngamil-mil, sa, lengàwangi, sulasih

Ketumbar, mungsi sama-sama 3 biji, lengkuas, 3 iris, teteskan pada hidung dan telinga, ampasnya dipakai membedaki seluruh badannya. Obat sakit gila dengan ciri suka menari dan bernyanyi, sarana: sembung bangke (jenis tanaman perdu yang tumbuhnya merambat, daunnya panjang dan runcing), sembung gantung, liligundi (vitek tripolia), intaran, bersama akarnya, tri ketuka, air cuka. Beningnya dipakai menetesi telinga dan hidung, ampasnya pakai bedak dan boreh.. Mantra: Ong arah-arah greha ah teka sidhi swaha. Obat sakit gila dengan ciri bernyanyi-nyanyi siang malam , sarana: kejanti, kencur, lempuyang, bangle (sejenis temu rasanya pedas, pahit, bau kurang enak), jahe, merica, teri ketuka, bawang, sinrong ((rempah yang biasa dipakai parem), air cuka, sidem (semut hitam pohon). Teteskan pada telinga, pada hidung. Ampasnya pakai bedak. Obat orang sakit gila dengan ciri suka mengulum sesuatu, sarana: minyak wangi, sulasih


 

4b. mrik, musi, krawis, puhaknà ring irung mwang ring kardna, ampasnya anggen wdak, ma, ong arah-àrah, wayamadisa, wagradna, wiswahà. Ta, edan, yanyà bsêh basangnya, sa, liligundi, antawali, musi, jêbugàrum, weh cukà, madadah, taapàkna, ma, ong arah-àrah, yà atutur-tutur, namah swahà. Ta, edan tur mangbus, sa, siligwi lanang wadon, tampak liman, gelagah, lalang, kesimbukan, ikà prasamà ngudan akahnya mangge, carmmàning akah kendal, pulasai, gintên cmêng, bawang adas, spêt-spêt, lulub lublub dap tis, lublub kendal, baligo arum, tombong atbih, bras bang, pinipis, tum apang lepah, wusnya ratêng dagingin we tbu cmêng, matambus hningñàne, tutuhakna

wangi, mungsi, dicampur. Teteskan pada hidung dan telinga. Ampasnya pakai bedak, mantra: Ong arah-arah, wayamanisa, wagrana, wisuaha. Obat orang gila dengan ciri perutnya bengkak, sarana: liligundi, kantawali (tumbuhan menjalar dengan rasa amat pahit), mungsi, pala, air cuka didadah (digoreng dengan air), minumkannya, mantra: Ong arah-arah, ya atutur-tutur namah swaha. Obat orang sakit gila dan juga badannya panas, sarana: selegui laki perempuan tampak liman disebut juga tutup bumi (Elephantopus LINN), gelagah, ilalang, kasembukan (urang-aring), bersama akarnya yang muda dipakai, kulit akar kendal (sejenis pohon waru, ujung daun runcing dan buahnya kecil-kecil bergetah), pulasari (Alixia stellata R & N), ginten hitam, bawang adas, sepet-sepet (tumbuhan berbatang keras daunnya kecil-kecil lancip memanjang, salah satu jenis rempah-rempah), lapisan lendir pohon kendal, daun dapdap tis (Erythrina Varegita), kendal, beligo arum (lagenaria leucantha Rusby), segumpal tombong (kentos kelapa), beras merah, digilas dan dibuat tum (dibungkus daun lalu dikukus), agar masak sekali. Setelah matang, tuangi air tebu hitam yang dibakar. Beningannya teteskan


 

5a. ring kàrdna, ring netra, ring irung, mwah pakinemin, ampasnyà anggen wdak ring anggà makasami, mwah sembar sisin gidatnyà, satkàning sisin rambutnya mkà ilêh, sa, rwaning sandat ne kuning-kuning, katumbah, sari lungid, menyan madu, krikàn caddanà, ra, sintok, gamongan, bangkête anggen tutuh. Malih makà uwapnya wnang sarwwà ne êtis, wdak sukune sarwwa angêt, wnang anggen mantrain kàdi ring arep. Ta, edan swe, pangelaranya kaget ya ngêntah kaget ya waras, sa, isen 2 iris pdasare, rwaning wuku-wuku cmêng, musi, ampasnya kum ring cukà, mangkin dadahin benjangnyà wau inumàkna mwah tutukàkna ring kàrdna ring socà, ring irung, ampase anggen wdak. Ta, edan yanya krêng mangigêl

di telinga, di hidung, di mata, dan minumkannya. Ampasnya dipakai memborehi seluruh badannya, dan semburkan pada sisi dahinya sampai sisi seluruh rambutnya. Sarana: daun kenanga yang kuning-kuning, sari lungid, kemenyan madu, kerokan cendana. Ramuan: sintok (salah satu rempah), lempuyang, perasannya dipakai menetesi . Ada lagi sebagai uap ( boreh pada bagian tertentu seperti dada , perut bagian bawah ) segala yang tis ( sejuk ) . Boreh kakinya segala yang hangat pakai dan mentrai seperti di depan. Obat orang yang lama mengidap sakit gila , kadang kumat dan kadang ia sehat . Sarana: sebagai dasar 2 iris lengkuas , daun uku-uku / lampes / ruku-ruku ( Ocimum Sanctum LINN ) hitam, mungsi , ampasnya rendam dengan cuka , sekarang rebus , besoknya baru diminumkannya , dan teteskan pada telinga , pada mata , pada hidung . Ampasnya pakai bedak . Obat orang sakit gila dengan ciri ia sering menari


 

5b. sa, dausà kling sakàmulan, gulà jakà, tutuhakna mwang inumàkna, ma, ong paraatmà atmà-pariatmàsàrwwa gåêhà wina sidi swahà, waras, 3. Ta, edan, yan ya patikacuh, sa, salwiring wong ne tumbuh di bêten batune, bangsing kroyà, tri katukà, bangle, 7 iris, musi, weh cukà, jatunyà, bangkêtnya raris dadahin, wus mangkanà hningñane tutuhang ring kàrdna, ring irung, ring netra, ampasnya anggen wdak ring anggà sami, ma, ong larà muksah tutur remut, 3, andhuhkità manongosin, jadmà manusà malwaran kità, tan pamêngan, mulih kita saking panangkan kita rawuh, ong bayu tka lara lungà, waras. Ta, edan yanya majarang takut, sa, wding kakarà bang, kakarà putih nghing ne suba tawunan

sarana: dause keling ( tanaman pagar berbatang keras , buahnya kemerah-merahan ) bersama akarnya, gula enau , teteskan dan minumkannya, mantra: Ong paraatma atma pariatma, sarwa graha wina sidhem swaha, waras, 3. Obat orang sakit gila dengan ciri sembrono tak menentu , sarana : Segala jamur yang tumbuh di atas batu , akar hawa keroya / beringin ( Eicus Benyamina LINN ) , teri ketuka , bangle 7 iris , mungsi , air cuka , intinya . Air perasannya kemudian rebus , setelah itu beningannya teteskan pada telinga , pada hidung , pada mata . Ampasnya dipakai memborehi seluruh badannya, mantra : Ong lara muksah tutur remut, 3, anduh kita manongosin, jadma manusa maluaran kita, tan pamangan. Malih kita maring panangkan kita rauh sang bayu teka lara lunga waras. Obat orang sakit gila dengan ciri menunjukkan rasa takut, sarana: akar kekara (Dilicos Labb LINN ) sejenis kacang-kacangan buahnya agak pipih ) merah, kekara putih, tetapi yang sudah berumur tahun.


 

6a. ngamet aywà nglawatin, bawang adas, prêsin juwuk hningñane raris tutuhaknà ring kardna, ring irung, mwah pakinmin, ampasnyà anggen wdaking angganyà sami. Ta, salwiring edan, sa, bangkêt gamongan, tain kbo cmêng, mawadah da dasar, dadasar ikà rajahaknà mapinda kbo, ma, ong ra nini padukà bhatàrì Durgga, ingsun añaluk tatamban larà edan swe nu, apan àku mawarah, siddi sapùjanku mandi waras. Malih makà tutuhnyà ring socà mwang ana ring irung, sa, gamongan rajah kayeki “Ong Mang Ddang”, bangkêtnyà dagingin bêbêk micà, masaring, malih, sa, cekuh marajah kayeki: “Mang Ong Wa” bangkêtnya tutuhaknà. Malih, sa, bangle, marajah kayeki: Mang Ung Eng” bangketnyà tutuhaknà. Ta, salwiring edan, sa, myanà cmêng sakà

memetik jangan melewati bayangan kita, bawang adas , diperasi jeruk . Beningannya teteskan pada telinga, pada hidung, dan minumkannya . Ampasnya dipakai memborehi seluruh badannya . Obat segala sakit gila , sarana: air perasan lempuyang , kotoran kerbau hitam , memakai alas, tempat itu dirajah ( gambar ) berupa gambar kerbau . Mantra: Ong ra nini paduka bhatari Durga, ingsun anyaluk tatamban lara edanne sue nu, apan aku mawarah, sidi sapujanku mandoi waras. Ada lagi sebagai tutuh ( tetes ) pada hidung dan mata, sarana : Lampuyang dirajah seperti ini perasan airnya isi serbuk merica yang disaring . Ada lagi sarana : kencur dirajah seperti ini: bangle dirajah seperti ini : air perasannya diteteskan. Obat segala penyakit gila, sarana: ginten hitam, sepohon


 

6b. ring mukanya. Ma, ong kaki cmêng, angundurang larà edane , syanu, angimùt-imùt ring jroning ngatine syanu, aku angruwek maring jro wtênge syanu, sing tka pupug punah, sing lunghà, sing tka, pada pupug punah, 3, kedep siddi mandi mantranku, tlas, malih yan tan lwar raranya, sa, bangkêt isen, adas, uyah arêng, taapàkna, ampasnya sembaraknà ring angganyà sami.
Ta, edan salwiring edan, sa, gamongan we jruk, tri katukà, uyah arêng, taapaknà, ma, ong sang bhagà purus wisesà, singà nglaranin bhagà puruse syanu, sirà apurusit, maring syanu, aku wruh ring kamulantà nguni matantà tngên sanghyang Raditya, matantà kiwà sanghyang Ràtih, kàdi pêpadangane sanghyang Raditia, sanghyang Ràtih, kadi pepadangane sanghyang Raditia, sanghyang Ràtih, samangkanà pe

garam arang , minumkan dan teteskan pada mata, pada hidung. Ampasnya pakai bedak pada mukanya. Mantra : Ong kaki cemeng, angundurang lara edane si anu, angimut-ngimut ring jeroning atine si anu, aku angeruek maring jero wetwnge si anu, sing teka pupug punah, sing lunga, sing teka, pada mapupug punah, 3, kedep sidi mantranku, telas. Ada lagi jika sakitnya tidak sembuh, sarana: air perasan lengkuas, adas, garam arang, minumkannya. Ampasnya disemburkan pada seluruh badannya. Obat sakit segala penyakit gila, sarana: lempuyang dan air jeruk, teri ketuka, garam arang, minumkannya, mantra: Ong sang baga purus wisesa , sira ngelaranin baga purusa si anu, sira apurusit, maring si anu, aku weruh ring kamulanmu nguni, matanta tangen sanghyang Raditia, matanta kiwa sanghyang Ratih, kadi pedangane sanghyang Raditia, sanghyang Ratih samangkana pe-


 

7a. padangane, matane syanu, byar, 3, biar cali ring hning. Ta, salwiring edan, sa, manuri, undur-undur, sami dinñane kuning-kuning, gamongan, lunak tanêk, isin rong, ìnggu weh jruk, 1, lan uyah, dadah, taapàkna, mwah tutuhakna ring irung, ring kàrdna, ma, pukulun aranirà bhatàra Guru maha saktì, aku angunduraken bhatàra gannà, bantà wngi, bantà wgah, bantà papêt, aja siràengko anggel ring jro ragane syanu, mundur lunghà ko mangke pugpu-gsêng mpug sagudna pangaruhmu kabeh, sing tka gudna pugpug punah, 3, siddi mandi mantranku.
Ta, salwiring edan, sa, isin bwah rêrêk, bawang tunggal, weh cukà tutuhaknà ring irung, ring socà, ampasnyà anggen pupur ring mukanya, ma, ung arah-arah, nglimur ring àtimu waras.

padangane, matane si anu, biar, 3, biar cali ring hening. Obat segala penyakit gila, sarana: manuri, undur-undur, semua daunnya yang kuning-kuning, lempuyang, asam yang telah direbus, sinrong, inggu, air jeruk 1 biji, dan garam. Rebus dan minumkannya serta teteskan pada hidung, telinga, mantra: pukululun aranira batara Guru maha sakti, aku angunduraken batara Gana, banta wengi, banta weghah, bante papet, aje sira anta anggel ring jero ragane si anu, mundur lunga ko mangke pugpug geseng mpug saguna pangaruhmu kabeh, sing teka guna pupug punah, 3, sidi mandi mantranku. Obat segala penyakit gila, sarana: daging buah rerek (buah yang dagingnya berbusa bisa dipakai mencuci perak dan batunya hitam), bawang tunggal, air cuka, teteskan pada hidung, pada mata. Ampasnya pakai membedaki mukanya, mantra: Ung arah-arah, ngelimus ring atimu waras.


 

7b. Ta, saluiring edan, sa, gamongan marajah sakadi iki , malih cekuh iris tur rajah Malih, sa, bangle iris, tur rajah Malih sa, kapkap tmu rose abidang rajah: wus rinajah sami campuhang kang sawiji, mawor mica, 5 batu, muñcuk bwah tabyà bun, 3, musi, 3 , bsik, weh cukà, bangketnya, mwah tutuhakna ring netra, ring kardna, ring irung, ampasnya aworin tri katukà, ikà anggen wdak ring angganya sami, ma, ong, hyang mahyang, 3, ong manglimur ring ati, muwaras, 3, bañu mapupul, bhudeng mapupul, klingsih mapupulbuyanàti mapupul dohah mapupul, bàyu mapupul, ong sanghyang ayu ulihaknà bayu sabddà idêppe syanu, maho uswasà, mulih

Obat segala penyakit gila, sarana: lempuyang dirajah seperti ini lagi kencur diiris dan dirajah: .Lagi sarana: bangle diiris juga dirajah: lagi sarana: selembar daun sirih tua temurose dirajah, ma: setelah semua dirajah, gabungkan jadi satu, ditambah lima butir merica, tiga ujung lada, tiga biji mungsi, air cuka. Air perasannya diminumkannya, dan teteskan pada mata, pada telinga., pada hidung. Ampasnya campur teri ketuka. Semua itu pakai membedaki tubuhnya, mantra: Ong hyang ma- hyang, 3, ong manglimur ring ati, muwaras, 3, ang banyu mapupul, budeng mapupul, kelingsih mapupul, buyanati mapupul, dahah, mapupul, bayu mapupul, ong sang hyang ayu ulihakena bayu sabda idep si anu maho usuase, mulih


 

8a. bayu pramanane syanu maring kadham swahà, waras, 3. Ta, salwiring edan, sa, rwaning katimahan, sakàmulan kacemcem putih, padhang kasisat, mica, 7, batu, ring sidem ajumput, weh cukà, inum mwah tutuhakna ring kardna, ring netra, ring irung, ampasnya anggen wdak angganyà sami, mantranyà, ong hyang pila-pilu, 3 ih tka bantà mulanta, sang kamà putih saking bapanmu, sang kamà bhang saking ibuntà, tutur si kità, aja lali ring syanu, mangke mamulyang maring ragà waluyantà manih, akweh kang amidenàna, wastu kità tan mandi, tan waras sakweh ki tà midenin, sabda idhepku ne siddhi mandi, waras, 3, ya, namah swahà. Ta, salwiring edan, sa rwaning myanà cmêng, 11 bidang, marajah rambut suddhamala, campuranyà,

bayu premanane si anu maring kadam suaha, waras, 3. Obat segala penyakit gila, sarana: daun katimahan (Kleinhopia Vosvita LINN) sampai ke akarnya, kecemcem (sejenis daun kedondong/ Spondias Dulcis FORST) putih, padang kesisat (rumput yang dapat dipakai sayur), tujuh butir merica, sejemput semut hitam, air cuka. Minum dan teteskan pada telinga, mata, dan pada hidung. Ampasnya dipakai membedaki seluruh badannya, mantra: Ong hyang pala pilu, 3, ih teka banta amulanta, sang kama putih saking bapanmu, sang kama bang saking ibunta, tutur si kita, aja lali ring si anu, mangke mamuliang maring raga waluyanta manih, akueh kang amidenane, wastu kita tan mandi, tan waras sakueh ki si ta midenin, sabda idepkune sidi mandi, waras, 3, ya namah suaha. Obat segala penyakit gila, sarana: 11 lembar daun ginten hitam dirajah rambut sudamala, campurannya.


 

8b. musi 11 bsik, inggu, unteng bawang, adas, weh cukà, bangketnya inumàkna, mwang tutuhaknà ring irung, ring netra, ampasnyà anggen wdak ring angganya sami, ma, ong sang rambut suddhàmala, dhakonkon ayo langganà, lah sirà anambanin wong katpuk têgêh, kaparag maring bhutà kabeh, wastu syanu pùrdna punah, lênglêng bungêng edane syànu salah ton, lah waras, 3. Iko marànane, lah waras, 3, kedep mandhi mantranku. Ta, salwiring edan, sa, wonge nene daddi pangan marajah tunggang mnêng, rwaning bangle, rajah kadi iki: “Ong Ang Ung Yang, Ongkaramadu Ah nggah heh..nggang (ardacandra2x)” malih rwaning gamongan, marajah kadi iki: “Mang Ang Ongkaramadu Ongkarangadeg Ongkara” sa ba ta a i , malih mawor bawang adas, weh jruk, puhakna ring irung, ring kàrdna, mwang inumaknà.

11 biji mungsi, ingggu (zat untuk obat), inti bawang, adas, air cuka. Air perasannya diminumkannya dan teteskan pada hidung serta mata. Ampasnya dipakai membedaki seluruh badannya, mantra: Ong sang rambut sudamala, dakonkon aya langgana, lah sira anambanin wong katepuk tegeh, kaparag maring buta kabeh, wastu si anu purna punah, lengleng bungeng edane si anu salah ton, lah waras, 3, iko maranane, lah waras, 3, kedep mandi mantranku. Obat segala penyakit gila, sarana: jamur yang bisa dimakan beri rajah tunggang meneng, daun bangle, rajah seperti ini daun lempuyang dirajah seperti ini: sa ba ta a i, lagi dicampur bawang adas , air jeruk, teteskan pada hidung, pada telinga, dan minumkannya.


 

9a. (Iki rajah rambut suddhàmala). . . ampasnya anggen wdak makà sami, ma, ong, ra ninì padhukà bhatàri Dùrgga, ingsun añaluk tatamban larà, adane syànu, sama ta kang larà iku mùrdnanu pukulun, a, sirà walang àti apan ingsun mawarah siddhi saujar ingsun wastu syanu tka waras, 3. Malih yan larà edan krêng mamisuh-misuh, balyan, ika, nga, babainan, ta, sa, don pungut ne ngapit marggà, padha 3, bidang, don tabya bun dakep, 3 bidang, micà gundil, 3 bsik, sêmbaraknà larànya, wusnya raris pcik, wau ngenah peñàkitñà, cokot ampigang, iki sesapanya, ma, ih madra macah, sirà anikêp laràne I yono

Ini rajah rambut sudamala: Ampasnya dipakai bedak semua. mantra: Ong ra nini paduka batari Durga, ingsun anyaluk tatamban lara, edane si anu, sama ta kang lara iku murnanu pukulun, a, sira walang ati apan ingsun mawarah sidi saujar ingsun wastu si anu teka waras, 3. Ada lagi jika orang sakit gila suka memaki-maki dukun, itu namanya bebainan. Obat, sarana: daun pungut(tanaman liar di daerah tropis, sekarang dicari untuk bonsai) yang tumbuhnya mengapit jalan, sama-sama tiga helai, daun lada dakep (yang menjalar di tanah) tiga helai, tiga biji merica gundul, disemburkan pada yang sakit, setelah itu dipijit. Setelah kelihatan penyakitnya ambil tarik dengan cepat, inilah mantranya: Ih madra macah, sira anikep larane I yono


 

9b. dhen cokot krêtkekeng, 3. Ta, salwiring larà mawignà yapwan edan, bantà, mwang tiwang, lalêngdan, btêg, mwang ngarêrês, bangsel abuh, busung, ikà sami wnang karwat, sa, salwire marajah ongkarà. Bangle marajah: “Ang Ah”, cekuh marajah “Ong Mang” Gamongan marajah “Ongkaramadu Mang Drang” , isen marajah: Ah Ngah Kunit marajah: “Ongkaramadu” Temu tis marajah “Ngah Uh”, Nganga Bawang marajah: “Ang” Kapkap marajah , ikà samì pada mairis, jruk linglang, 1, rajah kadi yeki: “Ung Uh”, malih payà puh sakàmulan , donya merajah “Kang Kah”, Malih campurin majà kane majà kling, kêtan gajih, sari kuning, daging baligo arum, pinipis, weh asabañ candanà, pet bangkêtnya hningnya, tutuhakna ring irung. Pitêgês tambà ikà

den cokot keret kekrug, 3. Obat segala penyakit akibat gangguan, apakah itu gila, banta (infeksi), epilepsi, disentri, kaki bengkak, gatal-ghatal, beri-beri basah, lever, dan busung lapar. Semua itu harus diruat. sarana: semua dirajah: ong ka ra. Bangle dirajah , kencur di rajah: , lempuyang dirajah: . Lengkuas dirajah . Kunir dirajah . Temu tis dirajah . , bawang dirajah. . Daun sirih tua dirajah , semua itu sama-sama diiris. Sebuah jeruk linglang dirajah seperti ini , ditambah paria (Memordica Charantia LINN) puyuh yaitu buahnya kecil-kecil bulat, sampai akarnya, daunnya dirajah dicampur lagi dengan majakane (Quercus Lusi Tanica LANK) dan maja keling (Terminalia Arboerea K.& V.), ketan gajih ( putih bersih/Oryza Sativa LINN), sari kuning, daging baligo harum, diulek, air gosokan cendana. Ambil perasan air kentalnya, beningnya teteskan pada hidung. Arti obat it.


 

10a. yen larà edan, wnang tutuhaknà dening tambà ikà, ana ring netra,ring kardna , ring irung, mwang pakinumin. Yen sajawining larà edan, kawênanganya, wdàkna mwang pakinemin, iki panrusanya, ma, ang, mang, ong ung ninì siwàgotra, kaki siwàgotra, ingsun màwak hyang Dharmma wisesa, unggwanta ring pucuking wurung-wurung gadhing, ingsun mangreh sasanaktà manùsà kabeh, I yantà, preta, kalà, dêngên, aku wruh ring kadadentà kabeh, pawtun kità saking gwà garbhan ibunta, aranya, antà ari-ari, nga, preta, nga, nanah, kàla, nga, gtih, dêngên, nga, yeh nyom, ikà sasanak manusà kabeh, akuwruhà, ikà marggane, agring kang manusyane syanu, ih angringin manusane syanu, marggane mangringin ikà, apan umijil saking pitra pùjà sasana, mangke ingsun angunduràngkên gring awak sarirantà

jika sakit gila, dapat diteteskan obat itu pada telinga, mata, pada hidung dan diminumkannya. Jika selain sakit gila, kegunaannya dibedakkan dan diminumkannya, ini lanjutannya, mantra: Ang, mang, ong ung nini Siwogotra, ingsun mawak hyang Darma wisesa, ungguanta ring pucuking wurung-wurung gading ingsun mangerah sasanakta manusa kabeh, I Yanta, Preta, kala, dengen, aku weruh ring kadadenta kabeh, pawetun kita saking gua garbane ibunta, arania anta ari-ari, nga, preta, nga, nanah, kala, nga, getih, dengen, nga yeh nyom, ika sasanak manusa kabeh, aku weruha, ika margane agering kang manusane sianu, ih angeringin manusane si anu, margane mangeringin ika, apan umijil saking pitra puja sesana, mangke ingsun angundurangken gering awak sariranta,


 

10b. yen àna pitra pùja sasana manggawe gring awak sarirantà, ingsun angundurakên pitra pùja sasana, mundur mulih kità kabeh, yanta sah ring àwak sarirantà, mulih kità ring Batukawu, pretà sah, ring àwak sarirantà mulih kità ring pasaren, kàla sah ring àwak sariranta, mulih kità ring catu, dêngên sah ring àwak sariranta, mulih kità ring cungkub kahyangan dalêm, mangke ingsun angluwarang gringe ring àwak sariranta, buwung ikang gring kabeh, kesah ikang gring apadhang, mantuk kità ring sang hyang tigà, bhasmì wisesa, ana desa sajroning pukuhingh lidah, ajlijih mirah, abyase pàdi, anàtar emàs sinangling tan payunà, ring ganà gulgul, nidra amarggana, byah er, ingsun angundurakên pitra pùja sasana ikà, mundur kità apan àku wruh ring pasurupantà kabeh

 


 

11a. anta sah ring àwak sariarantà, mulih kità ring atukawu, pretà sah ring àwak sarirantà, mulih kità ring pasaren, kàla sah ring àwak sarirantà, mulih kità ring catu, dêngên sah ring àwak sarirantà, mulih kità ring cungkub kahyangan dalêm, mangke ingsun angundurang gring awak sarirantà, poma kità mundur, 3 buwung ikang gring kabeh, buwung, 3, kesah ring sakeng padha, mantuk padha gring kasunyà mareta kabeh, poma, 3, apan sirà angundurang gring ngawak sarirantà kabeh, yekà ana pitra pùja sasana, mangawe gring awak sarirantà, ingsun angundurakên pitra pùja sasana ikà, mulih maring unggwantà manih, antà sah maring sarirantà manih, mulih kità ring Batukawu, pretà sah maring sarirantà manih, mulih kità ring pasaren, kàla sah maring sarirantà malih, mulih


 

11b. kità ring catu dêngên, sah maring sarirantà manih, mulih maring cungkub kahyangan dalêm, sirà mangke manglwarang gring awak sarirantà, buwung ikang gring kabeh, ne rumangsuk ring awak sarirantà syanu, kabeh pada punah padha buwung, têka buwung, 3, edan buwung, bdhasà buwung, bsêh buwung, mokan buwung, tugu buwung, gtih buwung, nanah buwung, bañêh buwung, busung buwung, rasà buwung, rumpuh buwung, kabeh padha buwung, salwiring larà ring awak sariràne syane, pada buwung, 3, ong sabdha ngayu mandhi, angunndurana sakwehing larà roghane syanu, wus katiben larà dening pitra puja sasana ika, wastu campuh punah, ilang malaradan, pada sumusup, maring kahyangan nira sowang-sowang, ong sa ba ta a i na ma si wa ya, ong gring catur dipatya namah siwaya, telas. Ta, edan, sa,


 

12a. nya, ngalêkas raris upin pabaan wàng agring, ma, ang ring pucuking rambut, ang ring siwàdwara, tlas. Malih yeki lekas akna ring wàng edan, tur upin pabaanne, ma, ang, ang, ring, socà kiwà tngên. Iki caru larà edan, yanya ngumik anambat dewà, tur ya makurah-karihan, wnang gawenàna caru, tumpeng adhanan, iwak sawung irêng pinanggang, biyu-biyuan asoroh, kadi bya kàwon dwegan ñuh gadang, misi padang lêpas, ambêngan galagah, matali lawe tri datu, ma, ang kàla-kàli, lwar ta engko kabeh, desti prakasa, yaksa-yaksi, barong brare banaspati, mundur rakità ring sabanta paran kità, ajà kità ring kene, ring ragà walunane I yunu, apan àku sanghyang Tunggal, wnang aku sinêmbah


 

12b. De ràt bhuwanà kabeh, yen anà wang angleyak aneluhanràñjànà, sakwehing satru musuhku, lebur ilang sakwehing larà rogàne syanu, jati brês, jati hning, 3, ong pamali barong brare babahin bhutà kàla dngên, sing kotampêl dadinmu tan patêndas, krêpak grumung, 3, ong nini calonàrang, ajà kità wanilangganà ring awak sariràne, apan mawak sirà Mpu Pradah, wnang angulyang gudnane manglaranin iyanu, sapàgudnanmu, gudnan I jaran guyang, I gudna Suddha, I gudna Jawà, gudna Bali I gudna Jagatra, I gudna Mêsi, I gudna slêm, I gudna Cangkêput, lah si bañcut gudnanmu, satus akutus ani gudna kabañcut, lah poma 3. Yen ta gring swe tan tinambanan


 

13a. wnang pamahayunên ring tngahing setra agung, irikà ta têbusan, dening bras acatu, klapà 2, bungkul, pisang 2 ijas, taluh 2 bungkul, lawe 2 tukel, artà 8880, sgà sapangkon, daging jajron bawi, sgà agung, canang 2 tanding, pras peñnêng, ma, kaki bhatàra Kàla, ulun amintà tambà, waras awàke syanu, ulian pagawene sang mêñakitin, yan larà saking dewà, mulih maring dewà, yan larà saking desti, mulih maring desti, yan larà saking buta kala dengên, mulih maring buta kala dengen, yan larà saking bhutà kàla dngên, mulih maring bhutà kàla dngên, yan larà saking pitarà, mulih maring pitarà, iki panêbusaning wong agring, wehan kadirgga yusà waras, ong sriyawe, nama swahà. Malih aturane ring dalêm, lwirnya


 

13b. rayunan putih kuning, kelanan dampulan, canang pangrawes, sghean 11, tanding.

 



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

HALAMAN TERKAIT
Baca Juga