Runtutan Upakara dan Pelaksanaan Ngaben


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

8. Tata Cara Upacara Ngelelet.
  1. Mengikuti subha dewasa peleletan, menunggu kesiapan krama banjar (perintah Klian banjar)
  2. Penurunan layon dari Bale Gede, dilakukan sanak keluarga, diserahkan kpd krama banjar dicacapan bale, keluarga tetap memopong bagian kepala. Menuju pepaga, posisi kaki layon tetap lebih dahulu.
  3. Pada waktu memandikan, layon tidak langsung ditelanjangi. Busana hanya dibuka bagian dada saja dulu.
  4. Wiku nyurat sastra diraga dengan cincin mirah. (AH – Nabi; Dasaksara – perut; Mang = ulu hati; Ang = bahu kiri; Ung = bahu kanan; Adu muka = selagan alis; Ang = ubun2.)
  5. Pertama kali keramas dengan toya ambuh, mesisig, bilas air bersih, bilas air kumkuman. Mantra ngeramasi: Om banyu klemukan, banyu pawitra pangilanging papa klesa, danda upata atemahan sudha nirmala yns. Ong2 angurah candra dimuka yns
  6. Keringkan rambut dan muka dengan kain putih. Rambut dipetat dan disisir. Pusung gelung gota (irtri) pusungan mudra lingga (lanang)
  7. Setelah keramas barulah busana dibuka seluruh, keluarga menutup bagian kemaluannya.
  8. Seluruh badan dibilas air biasa , gosok dg blonyoh (boreh kuning), dibilas. Setelah bersih barulah disirami air kumkuman secara merata, keringkan dengan kain. Mantra memandikan: Om sarira suda yns. Om gangga paripurna yns.
  9. Memakai busana kewikuan. Tirta Bayekala di kakinya saja, perciki tirta pebersihan dengan bale gading dan lis degdeg.
  10. Wiku memercikkan tirta kekuluh merajan (tirta aswapada Hyang Guru), dengan posisi tangan layon memegang sebuah kwangen berisi 11 pis bolong.
  11. Sanak keluarga mohon restu ke SH Raditya dg kwangen, posisi tangan di selagan alis, dan kwangen diletakkan di kaki layon.
    • Mantra: Om Swargantu, Om Suniantu, Om Moksantu, Om Mursantu, Om Ksama Sampurna yenamah swaha.
    • Sembahyang:
      • a) Tangan puyung (utpeti sembah)
      • b) Ke surya (SH Siwa Raditya) dg kewangen: mohon banugerah kekuatan widya kepada Sang Lina (Stiti sembah)
      • c) Sembah ke Sang Lina sbg pengaksama agar sang lina melepas tresnanya kpd keluarga yg ditinggalkan

Selesai pebersihan, dilanjutkan dengan penyucian atau Pengeringkesan sebagai berikut:

  1. Memasang gegaleng di kepala layon
  2. Wiku memercikkan tirta pengeringkesan ke seluruh tubuh
  3. Pengerikan kuku (dg pisau sudamala atau pisau banten). Kerikan kuku dibungkus tiga helai daun kayu sakti diletakkan di kaki layon.
  4. Memasang sarana Panca Dathu sbb:
  5. Wewalungan di atas dada layon
  6. Cermin di dua mata (simbul teja)
  7. Daun intaran pada kedua alis (ardha Chandra)
  8. Lempeng waja di gigi (SH Bayu)
  9. Bunga celeng putih selagan alis
  10. Malem pada lubang telinga
  11. Daun delem pada daun telinga
  12. Tali itik2 pd dua ibu jari tangan dan kaki
  13. Memasang kwangen:
    • Penyolasan pd setiap persendian
    • Kwangen jari: setiap kwangen berisi lima tubungan (diplintir sekecil2nya ujungnya diisi irisan bawang putih (lambing kuku). Juga kwangen jari kaki. Total membuat 20 tubungan.
    • Memasang kwangen isi 33 kepeng pd panggul
    • Kwangen di ulu hati: menghadap keatas berisi 2 kepeng, menghadap kebawah berisi 2 kepeng.
    • Total semua uang kepeng yang digunakan 225 biji
  14. Penangkeb baga atau purus
  15. Memasang tebu yg sudah ditulis pd tulang punggungnya.
  16. Memasang sepotong kayu sakti yg sudah ditulis pd tulang dada
  17. Memasang momon pada rongga mulut.
  18. Memasang kajang (angkeb rai, karna, siwa dwara, cangkem, prana)
  19. Layon digulung dengan kaun penggulung, kemudian tikar, ante yang sudah disurat di bagian kepala–uluhati-kaki, ikat dg tali ketekung (tali rotan) yang sudah disurat, dipasang melingkar di bagian kepala, uluati, panggul. Tali lingkaran kepala dihubungkan ke bagian ulu hati dan bagian panggul. Tali rotan adalah simbul “melepaskan diri dari ikatan tali samsara (panumitisan). Maka perbaikilah karmamu yang asubakarma menjadi subakarma.
  20. Digotong ke bale gede dg posisi kaki layon didepan. Masuk peti, petinya sudah berada diatas tumpang salu.
  21. Memasang pelengkungan, diatasnya kain putih melelancing dengan lapis kain 11 lapis (kajang solas).
  22. Tiga buah kereb Sinom. Kereb Sinom dibuat dari daun enau muda dan bunga pinang (blangsah buah) dianyam 10-15 Cm, panjang 75-90 cm. Kereb Sinom adalah simbul Tri Kaya, bahwa Rokh mendapat sorga tergantung hasil Tri Kayanya (Karma Wasana).
  23. Setelah ngayab, dilanjutkan “Upacara Pepegatan”
  24. Wiku memuja ngaturang Saji Tarpana (Narpana Saji).



Blog Terkait



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan