Lontar Wrhaspati Kalpa

Lontar Wrhaspati Kalpa dalam Tradisi Medis dan Magis Bali


Sistem Tenung dan Diagnosis Penyakit dalam Lontar Wrhaspati Kalpa

Dalam sistem medis Wrhaspati Kalpa, diagnosis penyakit tidak didasarkan pada pemeriksaan fisik semata (seperti detak jantung atau suhu tubuh), melainkan pada analisis waktu dan kebetulan (synchronicity). Bagian ini dikenal sebagai Tenung (Divinasi). Naskah ini mengajarkan bahwa momen ketika seseorang datang bertanya tentang penyakit bukanlah kebetulan, melainkan kunci untuk membuka misteri penyebab penyakit tersebut.

Tenung Saptawara

Naskah menyajikan algoritma diagnostik yang unik : penyebab penyakit ditentukan oleh hari apa keluarga pasien datang berkonsultasi (atanye lare).

Untuk menampilkan bagian ini, diperlukan
Login Membership

Tenung Catur Cantaka – Divinasi Uang Kepeng

Selain berdasarkan hari, naskah juga mengajarkan metode Tenung Catur Cantaka menggunakan uang kepeng (jinah). Balian akan mengambil segenggam uang secara acak (jinumput), lalu menghitung jumlahnya dengan membagi empat. Sisa koin (satu, dua, tiga, atau empat/habis) menentukan sumber penyakit :

Untuk menampilkan bagian ini, diperlukan
Login Membership

Tenung Firasat Tubuh (Polahing Wong)

Diagnosis juga dilakukan dengan mengamati gerakan tak sadar pasien saat berkonsultasi. Ini adalah bentuk semiotika medis :

  • Jika pasien mengusap rambut : Tanda gangguan dari Hyang.
    Solusi : Caru sarwa pawitra.
  • Jika pasien mengusap mata : Gangguan dari Widyadari Tunjung Biru.
    Solusi : Sajian serba hitam.
  • Jika pasien mengusap hidung : Gangguan dari sumpah orang tua (sampali wongatue).
    Solusi : Sate putih.
  • Jika pasien memetik kuku : Gangguan Bhuta Siwah dan Agni.
    Solusi : Ayam sakembaran dan anjing merah (asu bang).



HALAMAN TERKAIT
Baca Juga