Usada Dalem Jawi bukan sekadar buku resep, melainkan peta navigasi kesehatan yang menghubungkan tanda fisik dengan kondisi energi internal.
Usada Dalem Jawi adalah naskah pengobatan tradisional Bali yang berfokus pada penyakit dalam (organ tubuh) dan eskatologi (tanda-tanda kematian).
- Konsep Bhuana Alit : Naskah ini memandang tubuh manusia sebagai mikrokosmos yang digerakkan oleh energi vital (Sang Hyang Urip). Penyakit dianggap sebagai ketidakseimbangan antara unsur panas (Ang) dan dingin (Ah) di dalam organ.
- Dualisme Penyembuhan : Menggabungkan metode Sekala (materi fisik/herbal) dan Niskala (energi/mantra/vibrasi).
Salah satu keunggulan Usada ini adalah sistem diagnosanya yang sangat mendetail melalui pengamatan fisik :
A. Diagnosa Nadi (Pulse Diagnosis)
Nadi dianggap sebagai representasi getaran energi (Bayu) dalam tubuh :
- Nadi Kanan Kuat : Menandakan penyakit berat atau akut.
- Nadi Kiri Kuat : Menandakan penyakit ringan atau kronis.
- Nadi Tengah : Menandakan penyakit yang berasal dari ketidakseimbangan internal tubuh sendiri (Ragan).
B. Diagnosa Mata dan Kuku (Visual)
- Mata Putih/Pucat : Gangguan pada empedu.
- Mata Merah : Gangguan pada limpa.
- Kuku dan; Lidah Hitam : Menandakan penyakit sudah mencapai tahap kronis dan menyerang organ paling dalam.
C. Sensor Panas/Dingin
Naskah ini sering menggunakan perbandingan suhu sebagai alat diagnosa.
Contoh : Jika badan panas (demam) tapi kaki/pusar dingin, itu menandakan arah aliran energi yang terbalik (patologis).
Usada Dalem Jawi memberikan perhatian khusus pada organ-organ utama yang dihubungkan dengan elemen tertentu :
| Organ | Tanda Gejala | Unsur Penyebab |
| Hati (Ati) | Gemetar, hilang nafsu makan | Ketidakseimbangan energi Idep |
| Jantung | Dada terasa panas, sesak, pusing | Kelebihan unsur api (Gni) |
| Limpa | Paha/betis panas, lambung bergetar | Gangguan distribusi nutrisi |
| Paru-paru | Dada terasa terhimpit/sesak | Gangguan udara (Bayu) |
| Ginjal | Sakit pinggang, urin keruh | Gangguan cairan internal |
Tatenger Kapatin (Tanda-Tanda Kematian)
Bagian ini sangat unik dan sering dicari karena kemampuannya memprediksi sisa umur penderita berdasarkan gejala klinis yang tidak biasa :
- 7 Hari : Pandangan mata kosong, hembusan nafas terasa dingin.
- 3 Hari : Mata berwarna merah-hitam (keruh), kehilangan refleks menelan ludah.
- 1 Hari : Bayangan diri tidak terlihat di media air, denyut nadi berhenti bergetar secara total.
Metode Terapi : Vibrasi dan Herbal
A. Penggunaan Aksara Suci (Sound Healing)
Naskah ini menggunakan Dasa Aksara (sepuluh aksara suci) sebagai mantra. Getaran suara dari aksara seperti ANG, UN, MANG, KANG, KASOLAYA dipercaya memiliki frekuensi tertentu untuk merangsang kesembuhan organ. Mantra ini berfungsi untuk “membangunkan” sel-sel yang lemah.
B. Farmakope (Herbal)
Resep-resep dalam naskah ini menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan namun memiliki efek farmakologis kuat :
- Akar-akaran (Alang-alang, Sungsang) : Untuk diuretik (masalah kencing/ginjal).
- Empon-empon (Kunyit, Jahe, Lempuyang) : Untuk peradangan dan nyeri sendi.
- Terapi Asap (Cendana, Menyan) : Digunakan untuk menenangkan sistem syaraf melalui aroma (olfaktori).





















