- 1Landasan filosofis
- 2Landasan Etis dan Ritual
- 3Lokasi Pekarangan
- 4Jenis Pekarangan
- 5Tatacara Membangun Rumah Bali
- 6Nyukat / Mengukur Pekarangan Untuk Rumah Bali
- 7Mengukur tempat sanggah dan pelinggih
- 8Baik Buruknya Tempat Bangunan
- 9Ukuran Halaman Rumah
- 10Ngayum Bale (Memperbaiki Bale)
- 11Membangun Merajan
- 12Upakara Untuk Bangunan Rumah Bali
- 13Melaspas Bangunan Bali
- 14Mantra Penganteban Muputang Bale
- 15Mantra Pemlaspas
- 16Jenis-Jenis Kayu Untuk Bangunan Bali
- 17Tata Cara Merubah Bangunan Bali
- 18Dewasa Ayu Membangun Rumah Bali
Dasar Bangunan
- Bata merah ditulisi Sa Ba Ta A I Na Ma Si Wa Ya, dengan Padma bundar
- Bata merah kedua digambar dengan badawang nala, dengan aksara Ang
- Batu hitam bulitan dengan rerajahan Ang Ung Mang.
- Kelapa muda dengan kain kasa dengan Ung Kara
- Kwangen dari daun pisang kering (kraras) dengan ongkara uang 33 kepeng
- Karawista dari ilalang, diikat dengan benang tri datu, dan berisi canang tubungan dan nasi kojong bantennya pemali.
Semuanya ini dimohonkan kepada sulinggih beserta tirthanya.
RERAJAHAN :
Untuk menampilkan bagian ini, diperlukan
Login Membership
Login Membership












