Tata Cara Nyukat & Nyakap Karang serta Membangun Rumah Bali


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00
Donasi

Total: Rp100.000,00


Penting :

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email yang aktif untuk Konfirmasi dan Login.
  • Pembayaran : Transfer Bank (VA Account), QRIS (QR scanner seperti BCA Mobile, OVO, Dana, LinkAja, Gopay, Shopee pay, Sakuku, dll).
  • Aktivasi akun : Tidak diperlukan untuk melakukan konfirmasi pembayaran, karena sistem Gateway  akan melakukan verifikasi otomatis jika pembayaran sudah terverifikasi (sukses) oleh penyedia Payment Gateway di iPaymu. Max. 1×24 jam di Hari / Jam Kerja setelah pembayaran diterima.
  • Email Aktivasi : akan dikirimkan ke email. Periksa inbox atau spambox / junkmail folder anda untuk petunjuk Login.
  • Jika ada masalah login silahkan menghubungi disini.
  • Contoh PDF hasil dari download
    Klik disini

Mengukur tempat sanggah dan pelinggih

Tempat merajan/sanggah adalah di utama mandala dari pekarangan yakni di bagian timur laut, timur, atau di barat laut sesuai keadaan. Namun yang paling utama tempatnya adalah di timur laut yang bernama sari raksa.

Ukuran Pelataran Sanggah :

 

No

Utara daksina

Purwa pascima

 

1

6 depa

X 5 depa agung

Madia

2

8 depa

X 7 depa agung

Madia

3

10 depa

X 9 depa agung

Utama

4

11 depa

X 10 depa agung

Utama

5

14 depa

X 13 depa agung

Madia

6

11 depa

X 10 depa agung

Madia

7

15 depa

X 16 depa agung

Paling Utama

8

14 depa

X 13 depa alit

Madia

9

22 depa

X 21 depa agung

Utama

10

26 depa

X 25 depa agung

Madia

 

Ukuran Tempat Pelinggih

  • Jika merajan, maka ada Tri Lingga (Kemulan/Rong Tiga, Ratu Ngurah dan Taksu)
  • Letak kemulan/Rong Tiga berada di timur di tengah-tengah. Dari arah tembok utara 11 tampak ditambah satu tampak ngandang. Dari arah tembok timur 3 tampak ditambah atampak ngandang. (ada juga yang menggunakan 7 tampak + satu tampak ngandang)
  • Dari arah rong tiga ke selatan, maka pelinggih Ratu Ngurah (Pengrurah) dengan jarak 4 tampak ditambah satu tampak ngandang, dan tempatnya agak di depan dari pelinggih rong tiga. (bisa juga setengah atau seluruhnya berada di depan rong tiga)
  •  Letak Taksu, dari tembok utara 3 atau 11 tampak ditambah satu tampak ngandang. Dari pelinggih rong tiga tampak ditambah satu tampak ngandang kelipatan 8 ditambah 7 tampak ditambah asampel/satu tampak ngandang). Pelinggih Taksu menghadap ke selatan, Rong Tiga menghadap ke barat dan Ratu Ngurah menghadap barat.

Catatan : Apabila membuat Padma Sari sebagai pengayatan pura-pura, kawitan, letaknya ditimur laut jarak tembok utara dan timur 3 tampak dan urip atampak ngandang (1/2 tampak).

Ukuran Pemedalan/Kori/pintu masuk

Untuk mengukur ini, bentangkan tali dari sisi luar pekarangan, kemudian dibagi Sembilan. Maka akan di dapat posisi pintu di Sembilan tempat (1-9, sesuai dengan gambar).

Jika pintu menghadap timur, diukur dari arah utara. Apabila posisi pintu ada adi nomor :

  • 1 = akasih prih ala – buruk
  • 2 = kina baktian – baik
  • 3 = werdi guna –baik
  • 4 = dhana teka – baik
  • 5 = brahmana stana – buruk
  • 6 = dhana werdi – baik
  • 7 = nohan – baik
  • 8 = stri jahat – buruk
  • 9 = nistha – buruk

Pintu menghadap selatan, diukur dari arah timur :

  • 1 = baya agung – buruk
  • 2 = tanpanak – buruk
  • 3 = suka mageng –baik
  • 4 = udan mas – baik
  • 5 = brahma stana – buruk
  • 6 = dhana werdi – baik
  • 7 = sugih baya – buruk
  • 8 = teka werdi – baik
  • 9 = kesakten – buruk

Pintu menghadap ke barat, diukur dari arah selatan:

  • 1 = baya agung – buruk
  • 2 = musuh akweh – buruk
  • 3 = werdinas –baik
  • 4 = werdi guna – baik
  • 5 = dhanawan – baik
  • 6 = brahmastana – buruk
  • 7 = kina bakten – baik
  • 8 = kapiutangan – buruk
  • 9 = karogan kala – buruk

Pintu menghadap arah utara, diukur dari arah barat

  • 1 = gering karogan – buruk
  • 2 = tanpanak – buruk
  • 3 = gering wicara – buruk
  • 4 = kadalih  – buruk
  • 5 = pangandoyan – buruk
  • 6 = brahmastana – buruk
  • 7 = suka mageng – baik
  • 8 = bagiasih – baik
  • 9 = kageringan – buruk

Ukuran Halaman dan Posisi Bangunan

Yang digunakan sebagai pedoman utama ialah Bale Daja dan Bale Tengah. Sesuai dengan tata caranya, maka akan didapat beberapa hal yakni :

  • Di hulu adalah bale daja  atau tempat tidur
  • Di tengah adalah bale sumanggen  seperti bale gede, bale mundak, bale sakaa ulu, sebagai tempat upacara.
  • Di selatan atau barat daya sebagai tempat dapur. Di depannya adalah (jineng) lumbung, dan dibelakangnya adalah kamar mandi, bada (kandang ternak), gudang, dll.
  • Di barat adalah bale singasari, tempat menerima tamu tempat istirahat sejenak, bale sakepat, dan tempat ketungan (menumbuk padi)
  • Tempat sumur adalah di barat daya, barat daya, barat, barat lau atau timur laut.

Perhitungan Asta Wara untuk posisi bangunan :

  • Sri adalah untuk tempat jineng
  • Indra adalah tempat piasan sanggah
  • Guru adalah tempat pelinggih atau merajan
  • Yama adalah tempat untuk taksu dan gudang
  • Rudra adalah tempat dapur
  • Brahma adalah tempat untuk dapur
  • Kala adalah tempat untuk pintu masuk
  • Uma adalah tempat bale tengah atau bale daja.
Baik Buruknya Tempat Bangunan

Tempat jineng  (lumbung) :

  • di timur = tukaran = sangat buruk
  • di tenggara = kuwos, kegeringan = buruk
  • di selatan = paritekalaba = baik
  • di barat daya = pariwija mas perak = baik
  • di barat = kageringan tan pegat = buruk
  • di barat laut = kingkingan, tan pegat gering = buruk
  • di utara = ala tan pegat kesedihan = buruk
  • di timur laut = gering mapuara pejah = buruk.

Lubang (pintu) jineng:

  • Menghadap timur = tukaran, kingkingan = buruk
  • Menghadap tenggara = kegeringan = buruk
  • Menghadap selatan = tan kurang boga = baik
  • Menghadap  barat = daya = sugih mas, pari perak mas, ingon-ingon waras = baik
  • Menghadap barat = tan pegat kegeringan = buruk
  • Menghadap barat laut = kuwos, gering pejah = buruk
  • Menghadap utara = kuwos, gering pejah = buruk
  • Menghadap timur laut = kuwos, gering pejah = buruk

Tempat untuk dapur :

  • Di timur = ptek hati, tukaran, kingkingan = buruk
  • Di tenggara = kuwos, gering, balu = buruk
  • Di selatan = boga katemu = baik
  • Di barat daya = boga jenek, ingon-ingon waras = baik
  • Di barat = boga katemu, sakitan = baik dan buruk seimbang
  • Di barat laut = tadah kara, kurang pangan = buruk
  • Di utara = gering puara pejah = buruk
  • Di timur laut = kamuk, kasuduk, puara pejah = buruk

Tempat sumur :

  • Di timur = dinalih turunan = buruk
  • Di tenggara = utangan = buruk
  • Di selatan = tukaran, jaat  = buruk
  • Di barat daya = ayu = baik
  • Di barat = inala aji = baik
  • Di barat laut = panjang umur = baik
  • Di utara = sedang
  • Di timur laut = baik

Tempat lesung 

(penumbuk padi dari batu) sebaiknya timur, barat, barat laut, utara atau timur laut

Tempat ketungan (penumbuk padi dari kayu berbentuk panjang)

  • sebaiknya di timur, selatan, barat daya, dan utara

Kandang ternak

  • sebaiknya di barat, barat daya, atau selatan

Merajan

  • letaknya di barat laut, timur laut atau timur.

Penunggun karang

  • letaknya di barat laut.

Bale singasari

  • letaknya di barat atau barat laut.



Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan

Baca Juga