- 1Landasan filosofis
- 1.1Landasan Etis dan Ritual
- 1.2Lokasi Pekarangan
- 1.3Jenis Pekarangan
- 2Tatacara Membangun Rumah Bali
- 3Nyukat / Mengukur Pekarangan Untuk Rumah Bali
- 3.1Mengukur tempat sanggah dan pelinggih
- 3.2Baik Buruknya Tempat Bangunan
- 3.1Ukuran Halaman Rumah
- 3.1Ngayum Bale (Memperbaiki Bale)
- 4Membangun Merajan
- 5Upakara Untuk Bangunan Rumah Bali
- 6Melaspas Bangunan Bali
- 6.1Mantra Penganteban Muputang Bale
- 6.2Mantra Pemlaspas
- 7Jenis-Jenis Kayu Untuk Bangunan Bali
- 8Tata Cara Merubah Bangunan Bali
- 9Dewasa Ayu Membangun Rumah Bali
Dasar Bangunan
- Bata merah ditulisi Sa Ba Ta A I Na Ma Si Wa Ya, dengan Padma bundar
- Bata merah kedua digambar dengan badawang nala, dengan aksara Ang
- Batu hitam bulitan dengan rerajahan Ang Ung Mang.
- Kelapa muda dengan kain kasa dengan Ung Kara
- Kwangen dari daun pisang kering (kraras) dengan ongkara uang 33 kepeng
- Karawista dari ilalang, diikat dengan benang tri datu, dan berisi canang tubungan dan nasi kojong bantennya pemali.
Semuanya ini dimohonkan kepada sulinggih beserta tirthanya.
RERAJAHAN :
Untuk menampilkan bagian ini, diperlukan
Login Membership
Login Membership



