Penyatuan Dasa Aksara Bali, Sebagai Sumber Kekuatan


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

Kedudukan kedelapan belas aksara Bali tersebut di dalam tubuh manusia atau bhuana alit adalah sebagai berikut:

  1. Ha di ubun-ubun
  2. Na di antara kedua alis
  3. Ca di dalam kedua mata
  4. Ra di kedua telinga
  5. Ka di dalam hidung
  6. Da di dalam mulut
  7. Ta di dalam dada
  8. Sa di tangan (lengan) kanan
  9. Wa di tangan (lengan) kiri
  10. La di hidung
  11. Ma di dalam dada kanan
  12. Ga di dalam dada kiri
  13. Ba di pusar
  14. Nga di dalam alat kelamin
  15. Pa di dalam pantat (anus)
  16. Ja di kedua tungkai (kaki)
  17. Ya di tulang belakang
  18. Nya di tulang ekor

Berikut ini letak Dasa aksara pada Buana Agung dan Buana Sarira:

No Aksara Warna Letak Bhuana Agung Letak Bhuana Alit
1 Sang Petak (Putih) Purwa (timur) Papusuh (Jantung)
2 Bang Bang (Merah) Daksina (selatan) Ati (hati bagian kanan)
3 Tang Pita (Kuning) Pascima (barat) Ungsilan (ginjal)
4 Ang Selem (Hitam) Uttara (utara) Ampru (empedu)
5 Ing Galang(Terang) Madyaning Sor (poros bawah) Tengahing Ati (hati bagian tengah)
6 Nang Dadu(Merah muda) Gneyan (tenggara) Peparu (paru-paru)
7 Mang Tangi (Ungu) Nariti (Barat Daya) Usus (usus besar)
8 Sing Gadang (Hijau) Wayabiya (barat Laut) Limpa
9 Wang Pelung (Biru) Ersania (timur laut) Ineban (tenggorokan)
10 Yang Udep (Gelap) Madyaning Luhur (Poros Atas) Tumpuking Ati (hati bagian kiri)

Kelengkapan atau pangangge aksara mempunyai kedudukan atau tempat pula di dalam tubuh manusia, yakni:

  1. Ulu di kepala (dalam otak)
  2. Taling di hidung
  3. Surang di rambut
  4. Nania di lengan (tangan)
  5. Wisah di telinga
  6. Pepet di batok kepala
  7. Cecek di lidah
  8. Guwung di kulit
  9. Suku di tungkai (kaki)
  10. Carik di persendian
  11. Pamada di alur jantung

ini merupakan maksud/arti dari sastra wreastra, dibaca dari belakang. diantaranya;

  1. nyaya, berarti sang Hyang Pasupati, tuhan
  2. japa, berarti sang hyang mantra,
  3. ngaba, berarti Sang Hyang guna,
  4. gama, berarti kekal, abadi,
  5. lawa, berarti manusia
  6. sata, berarti hewan dan binatang
  7. daka, berarti pendeta, nabi, orang suci
  8. raca, berarti tumbuhan
  9. naha, berarti moksa, nirvana

ini pertemuan sastra yang delapan belas (wreastra) , bertemu ujung dengan pengkalnya menjadi dasa aksara, diantaranya;

  1. ha nya menjadi sa
  2. naya menjadi na
  3. caja menjadi ba
  4. rapa menjadi ma
  5. kanga menjadi ta
  6. daba menjadi si
  7. taga menjadi a
  8. sama menjadi wa
  9. wala menjadi i & ya

begini cara menempatkan sang hyang dasa aksara didalam badan yang merupakan linggih (stana) dewata nawasanga di dalam tubuh manusia, diantaranya;

  1. sa ditempatkan di jantung, dewa Iswara.
  2. ba ditempatkan di hati, dewa Brahma.
  3. ta ditempatkan di lambung, dewa Mahadewa.
  4. a ditempatkan di empedu, dewa Wisnu.
  5. I ditempatkan di dasar hati, dewa Siwa.
  6. na ditempatkan di paru – paru, dewa Maheswara.
  7. ma ditempatkan di usus halus, dewa Rudra.
  8. si ditempatkan di ginjal, dewa Sangkara.
  9. wa ditempatkan di pancreas, dewa Sambhu.
  10. ya ditempatkan di ujung hati, Dewa Siwa.

Ada pula yang memberikan ulasan tentang dasa aksara ini bahwa setiap aksara itu mempunyai arti sendiri-sendiri, yaitu:

  1. Sa berarti satu
  2. Ba berarti bayu
  3. Ta berarti tatingkah
  4. A berarti awak
  5. I berarti idep
  6. Namah berarti hormat
  7. Siwa berarti Siwa
  8. Ya berarti yukti



Buku Amrita Kundalini
Meditasi-Yoga menuju Realisasi Diri

Amrita Kundalini

Detail Buku

Baca Juga

Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan