Runtutan Upacara Ngaben Arya Kubon Tubuh


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

11. Narpana

Tarpana (narpana) adalah bebantenan serba suci yang dipersembahkan kepada leluhur yang dalam wariga gemet lontar sundarigama disebutkan tarpana ini dipersembahkan sebagai wujud dhyana, sembah bhakti kepada Leluhur dengan mengaturkan bebantenan serba suci seperti tarpana sarwa pawitan dan lain sebagainya.

Tarpana atau juga disebut narpana dalam upacara ngaben merupakan pemberian pabuktian atau bekal di alam sunya berupa hidangan, pakaian dan lain-lain kepada pitra yang dipersembahkan melalui puja sulinggih. Dalam rangka narpana atau pemberian suguhan kepada pitra, lewat puja upeti mayat dihidupkan, dalam arti hidup bukan bisa berlari. Roh atau atma pada stula sariranya, sebelum diayabin suguhan tarpana terlebih dahulu secara simbolis diberikan penyucian dengan sarana yang biasanya disebut eteh-eteh pangresikan, toya padyusan, berikut tirtha pebersihan pelukatan atau setingkat pedudusan.

Selain pemberian suguhan berupa tarpana, pada acara ini dilaksanakan penghormatan lewat sembah bakti Prati Sentana, sanak keluarga sesembahannya, yang kesemuanya dipandu mengikuti tahapan puja Ida Sang Sulinggih. Sampai acara tarpana ini selesai, dapat menggambarkan bahwa proses Utpti dan Stiti telah berlangsung. Sedangkan proses pralina belum tampak, mengingat belum ada suatu perubahan atau peleburan terhadap sawa atau layon.

Sajen tarpana terdiri dari:  1. Nasi angkep, 2. Bubuh pirata, 3. Panjang ilang, 4. Nasin rare, 5. Plok katampil, huter-huter, dengdeng bandeng, dan kasturyan (pesucian), 6. guru, 7. Pras, 8. Soda panganten putih kuning, daksina, lis (satu soroh eedan).

Di Sanggar surya dipersembahkan: Suci asoroh. Dalam pelaksanaannya dilengkapi dengan: Penyeneng, Jerimpen, sayut 1 pasang, jajan 4 warna yang dikukus, dan tigasan saperadeg. Di Sanggar Surya dipersembahkan suci satu soroh.

Upakara di pawedaan (dimuka Pendeta memuja): Suci, pras, daksina, periuk, kuskusan dan cedok pepek, lis, prayascita, durmanggala, sekar ura, kwangen pangerekan dan uang kepeng 66 biji. Bunga dan kwangen pebhaktian. Kegiatan terakhir dari upacara narpana ini adalah meras cucu kumpi dari keluarga yang ikut diupacarai dalam pengabenan.

12. Melaspas Padma dan Macan Selem

Seperti hal sama yang dilakukan pada pengiriman, padma dan petulangan macan selem juga di pelaspas sebelum digunakan. Dimana upacara melaspas bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan padma dan macan selem secara niskala sebelum digunakan pada upacara ngaben. Sehingga dapat disimpulkan upacara melaspas adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan pada padma dan macan selem agar dapat digunakan dengan baik dan terhindar dari segala hal negatif yang berniat tidak baik.

Adapun rincian upakaranya adalah sebagai berikut :

  • Peras, daksina, canang soda ditaruh di sanggah cucuk,
  • Tumpeng adulang genep, peras, pengambean, prascita, sorohan tumpeng solas pengulapan dan sesayut.



Baca Juga

Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan