Proses dan Peran Catur Sanak (Kandapat) dalam Kehidupan


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

Setelah selesai banten dipuja semua, selanjutnya memercikan tepung tawar,   pangresikan, tirtha terhadap si ibu dan bayi serta ngayab pangelepas aon Upacara–upacara panelahan  atau upacara kepus pungsed tersebut antara lain :

Upacara di Pamerajan:

    1. Peras, soda, daksina, penyeneng
    2. b) Ketipat sari akelan (6 buah)
    3. c) Canang payasan, canang sari

Upacara Kumara:

  1. Eteh-eteh daksina   (beras,   porosan,   pepeselan, gagantusan, benang)
  2. Soda putih kuning, yuyu (kepiting)
  3. Canang burat wangi, lenga wangi, canang geti-geti
  4. Ketela dan jagung mentah

Upakara Pesucian:

  1. Banten Pangelepas Aon (muncuk kukusan, raka-raka berisi linting menyala)
  2. Banten panelahan (eteh-eteh pesucian)
  3. Banten Soroan (peras tulung sayut)

Upacara Ayaban:

  1. Dapetan asoroh
  2. Ajuman putih kuning
  3. Peras pengambean
  4. Jerimpen panegteg (sebuah wakul) didalamnya diisi sebuah tumpeng berisi telur itik matang, banten peras tulung sayut, raka-raka, beras, porosan, gegantusan, papeselan, tingkih, pangi, benang, jinah satakan, sampian naga sari

C. Bayi Umur 42 Hari

Disaat bayi berumur 42 hari maka bersihlah sudah dari cuntaka atau sebel, maka pada umur tersebut lagi dibuatkan Upacara : Dapetan, Penyeneng, Janganan, Suci, Dandanan, Canangsari, Canang raka, canang wangi untuk Dewa Kumara. Selanjutnya tinggal melanjutkan upacara ketahap-tahap selanjutnya seperti tiga bulanan, enam bulanan, tiga otonan, menek bajang atau menek kelih, metatah dan seterusnya sampai dia meninggal lagi ada upacaranya. Melalui tahapan-tahapan waktu-kewaktu, hari-kehari begitu juga dari tahapan-tahapan upacaranya maka saudara empat (catur sanak) juga ikut berubah nama dan kedudukannya.



Baca Juga

Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan