Proses dan Peran Catur Sanak (Kandapat) dalam Kehidupan


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

 

IV. Makna Catur Sanak Dalam Kehidupan

 

1. Keberanekaragaman

Makna keberanekaragaman dalam Catur Sanak sangat erat, dimana dari mulai lahir, sampai dewasa sama-sama meningkat statusnya. Si bayi tumbuh semakin besar, Catur Sanak juga tumbuh semakin meningkat yaitu peningkatan kualitasnya yaitu dari yeh nyom, lamas, darah, ari-ari sampai menjadi Dewata Nawasanga (Dewa Iswara, Dewa Brahma, Dewa Mahadewa, Dewa Wisnu, Dewa Siwa, Dewa Maheswara, Dewa Sangkara, Dewa Rudra, Dewa Sambu). Sejalan dengan Catur Sanak tersebut, keberanekaragaman juga dapat dilihat dalam Hindu (Rgveda I.164.46) yang bunyinya.

Indram Mitram Varunam Agnim Ahur Atho Divyah Sa Suparno Garutman Ekam Sadvipra Bahudhavadanty Agnim Yamam Matarisvaham Ahuh

Artinya Mereka menyebutnya dengan Indra, Mitra, Varuna dan Agni, Ia yang bersayap keemasan Garuda, Ia adalah Esa, Para Maharsi memberinya banyak nama, mereka menyebut Indra, Yama, Matarisvan. Dalam Yayurveda XXXII.1  juga disebutkan

Tad Eva Agnis Tad Adityas Tad Vayus Tad U Candramah Tad Eva Sukram Tad Brahma Ta Apah Sa Prajapatih

Artinya sesungguhnya Ia adalah Agni, Ia adalah Aditya, Ia adalah Vayu, Ia adalah Candrama, Ia adalah Sukra, Ia adalah Apah, Ia yang Esa itu adalah Prajapati. Begitu juga dalam Catur Sanak ini ada bernama Mrajapati,  Anggapati, Banaspati, Banaspati Raja dan lain-lain

Dari hari kehari dan adanya tahapan berbagai upacara bagi sibayi maka saudara empat (catur sanak) tersebut juga ikut berubah, perubahan nama, serta kedudukannya, sehingga dapat diuraikan maknanya bahwa dalam tubuh manusia sudah ada Tuhan atau Brahman. Dalam ajaran catur sanak disebutkan saudara, yang lama- kelamaan seiring berjalannya waktu dan adanya tahapan upacara yang dilakukan maka dia saudara empat (catur sanak) menjadi Dewata Nawa Sanga yaitu:

  1. Dewa Iswara letaknya di Timur aksaranya SA, warnanya Putih senjatanya Bajra/genta, uripnya lima, harinya minggu
  2. Dewa Brahma letaknya di Selatan aksaranya BA, warnanya Merah senjatanya Gada, uripnya Sembilan harinya sabtu
  3. Dewa Mahadewa letaknya di Barat aksaranya TA, warnanya Kuning senjatanya Nagapasa, uripnya tujuh harinya rabu
  4. Dewa Wisnu letaknya di Utara aksaranya A, warnanya Hitam senjatanya Cakra, uripnya empat harinya senin
  5. Dewa Maheswara letaknya di Tenggara aksaranya BA, warnanya Dadu senjatanya Dupa, uripnya delapan harinya kamis
  6. Dewa Rudra letaknya Barat Daya aksaranya NA, warnanya Jingga senjatanya Danda, uripnya tiga, harinya selasa
  7. Dewa Sangkara letaknya Barat Laut aksaranya MA, warnanya Hijau senjatanya Angkus, uripnya satu
  8. Dewa Sambu letaknya Timur Laut aksaranya WA, warnaya Biru senjatanya Tri Sula, uripnya enam
  9. Dewa Siwa letaknya di Tengah aksaranya I, YA, warnanya Brumbun (beraneka warna) uripnya delapan



Baca Juga

Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan